Minggu, 06 Mei 2007

Kepasrahan Diri

Berteman dengan orang yang mudah tertawa buat saya warna langit menjadi cerah dan terlihat indah. Sama ketika saya berteman Pak Haji ini selain mudah tertawa, murah senyum namun juga hidupnya yang mudah seolah tanpa beban dan masalah. Saya pernah tanyakan padanya bagaimana sedemikian indahnya hidup yang dijalaninya, apa resepnya.

“Kepasrahan diri dan ikhlas dalam menjalani hidup. membuat hidup kita menjadi mudah dan indah. Betulkan mas..?” Katanya dengan mata berbinar-binar menandakan semangat hidup penuh kebahagiaan.

Tolok Ukur

Orang yang terbaik adalah tindakannya yang kecil namun memiliki manfaat yang besar bagi dirinya dan juga bagi orang lain. Orang yang terbaik selalu menganggap dirinya petani dan hidup adalah ladang amal. Hasil yang diperolehnya akan diperoleh setelah dirinya kerja keras.

Itulah sebabnya saya sungguh sangat mengagumi apa yang dikerjakan oleh teman-teman. Ditengah kesibukannya sebagai profesional muda namun masih juga sempat mengajar anak-anak maupun aktifitas sosial dengan tulus ikhlas.

Barangkali tindakan yang patut ditiru.

Kunci Pintu Kebahagiaan

Terletak di dalam diri kita. Jika kita sudah memiliki kunci pintu kebahagiaan dengan mudah membuka pintu gerbang kebahagiaan maka kita akan tinggal didalam selamanya. Begitulah yang dikatakan bapak saya pada satu malam. “Kunci itu apa pak?” tanya saya.

“Kunci itu adalah tahu dan mengenal diri sejati kita. Jika kita tahu dan mengenal diri sejati kita maka akan memiliki rasa percaya diri ditengah kehidupan yang serba tidak pasti.” Begitu tuturnya.

Jumat, 04 Mei 2007

Indahnya Taman Bunga

Seindah hidup ini. Keindahan hidup ini buat saya adalah dengan menularkan senyum dan tawa pada teman-teman. Senyum dan tawanya berarti kebahagiaannya. Kebahagiaannya berarti juga kebahagiaan buat saya. Sehingga tidak jarang seorang teman juga membuat hidup saya bahagia.

Seperti halnya mbak Lina Dahlan. Pernah dia bertanya, “gajah apa yang belalainya pendek?” “Mana ada gajah belalainya pendek?” kata saya. “Ada gus, gajah yang hidungnya pesek..” Jawabnya.

Emangnya ada gajah hidungnya pesek?

Mutiara

Didalam kesederhanaan seringkali saya menemukan mutiara kehidupan. Mutiara itu tersimpan dalam jiwa yang memancarkan sinar kearifan. Begitulah saya selalu menjumpainya setiap hari.

Di kereta saya berjumpa dengan seorang bapak. Dari seragam bajunya saya tahu pekerjaannya satpam. Usia sudah menjelang senja terlihat masih semangat. Dia bertutur sewaktu kemaren Jakarta banjir dirinya tiga hari tidak pulang karena mesti berjaga. “Kenapa pak? Apakah tidak takut sakit?” Tanya saya. “Buat saya menjaga kantor sama dengan menjaga hidup saya. Kenapa mesti takut sakit?” Jawabnya sambil tersenyum.

Sungguh mengagumkan..

Selasa, 01 Mei 2007

Percayalah

Bahwa kebahagiaan didalam hidup akan diperoleh dengan membangun mindset atau cara berpikirnya orang bahagia. Cara berpikirnya orang yang bahagia adalah semua yang dikerjakannya membuat dirinya bahagia.

Pernah saya bertemu dengan seorang pengusaha. Saya tanyakan padanya, sebutkan 5 hal yang membuatnya bahagia. Untuk menjawabnya, dia butuh waktu 30 menit. Terbayangkah anda yang membuat dirinya bahagia? Salah satunya adalah jika memiliki mobil baru. Berarti selama dirinya tidak memiliki mobil baru selama itulah hidupnya akan menderita.

Dalam Sujud

Mereka menjadi mengerti. Hanya mereka yang mengerti
tidak akan memecahkan persoalan orang lain.
Membiarkan persoalan berlalu, agar jiwa senantiasa belajar.