Kamis, 10 Mei 2007

Dinding Tembok Yang Tebal

Akan runtuh. Gunakan sentuhan lembut.
Memberi dengan kasih sayang meluluhkan perlawanan.
Hiasi hatinya dengan cinta. Merubahnya menjadi baik dilakukan tanpa usaha.
Dalam diam, biarkan dia belajar.
Dalam hening, biarkan dia berubah

Bangun Pagi

Tantangan hidup sudah menanti. Tidak membiarkan semua berlalu begitu saja. Indahnya pagi membuat saya bersemangat. Membaca email. Posting dimilis. Menebarkan kebahagiaan seolah tiada henti.

Pagi ini ada seorang teman bertutur bahwa dirinya bahagia karena telah membuat teman-teman sekantornya tertawa. Katanya, “ternyata membuat orang lain tertawa membuat hidup ini menjadi indah..” dari tutur katanya saya bisa merasakan kebahagiaan itu.

Pribadi Yang Sempurna

Terpusat didalam dirinya.
Menerima semua yang ada didalam diri.
Berarti memberi semua untuk kehidupan.
Tidak mencoba memiliki kehidupan
Maka dia menjadi kehidupan.

Selasa, 08 Mei 2007

Ternyata Saya Baru Tau..

Dia itu orang yang murah senyum. Mudah tertawa. Tegur sapa tiada henti. Mencintai keluarganya dan keluarganya mencintainya. Semua yang dibincangkannya selalu mengenai kesehatan, kebahagiaan, keindahan hidup dan kesuksesan. Banyak hal-hal yang indah dikatakannya. Berpikirnya sebagaimana berpikirnya orang terbaik. Berharapnya sebagaimana berharapnya orang terbaik. Bertindaknya sebagaimana bertindaknya orang terbaik. Semua yang dilakukannya selalu membawa manfaat bagi orang dirinya dan orang lain.

Dia selalu bahagia ketika melihat orang lain bahagia. Dia menangis ketika melihat orang lain menderita. Dirinya selalu dimintai pendapatnya ketika dia hadir tengah-tengah orang banyak. Dia selalu dicari-cari ketika dirinya tidak ada. Ternyata saya baru tau.

Dia itu adalah kita saat ini…

Bukalah Jendela

Biarkan sinar matahari pagi masuk ke dalam rumah.
Nikmati udara segar dipagi hari.
Tercium semerbak harum mewangi kebun bunga.
Sungguh alangkah indahnya hidup ini.
Hal itu lebih baik daripada mengutuki hidup
karena kegelapan

Senin, 07 Mei 2007

Pesan Itu

Sungguh menarik. Bukan karena ustadz atau kyai yang ngomong, tapi seorang artis bernama Reza Artamevira yang saya baca disalah satu koran harian ibukota.

Coba simak dengan baik apa yang dikatakannya. "Kalau kita mau mendidik anak, kita harus mendidik diri kita sendiri. Kalau ada dua pihak yang bersitegang, salah satunya harus ada yang mengalah. Kalah bukan berarti kita benar-benar kalah. Dan mengalah adalah tanda kita menang." Sungguh satu ungkapan bijak bagai rintik hujan ditengah gurun yang tandus membawa berkah bagi bumi.

Minggu, 06 Mei 2007

Tahajjud Call

Pada postingan yang lalu sudahkah tahajjud. Sungguh banyak teman-teman yang antusias menanggapinya. Diantaranya ide tahajjud call. Seperti ini idenya,
Tahajjud Call: program kecil antarsesama muslim berupa kegiatan saling membangunkan untuk shalat tahajjud, atau makan sahur, dengan missed call ke ponsel pada sepertiga malam terakhir. Berminat?

Call Me
0888 176 48 72
agussyafii