Rabu, 14 Januari 2009

Cinta Itu Indah

Pagi-pagi sekali saya sudah bangun. Dirumah kami sekarang ada 3 anak yang kami urus. jam 6.30 pagi, saya mendapatkan tugas mengantar mantika & Icha. Pulang sekolah istri saya yang menjemput. Hal itu membuat keluarga terasa indah. Sebab keberadaan Icha & Mantika membuat hana menjadi mandiri. Istri saya menjadi penuh semangat di setiap pagi harinya.

Semalam Icha tasnya robek tidak bisa dipake. istri saya mengatakan, "Ini ada tas, boleh dikasih ama Mbak Mimin. Icha pake aja ya.." wajah Icha terlihat berbinar-binar. Sementara mantika tasnya masih baru juga terlihat gembira. mereka semalam mengerjakan PRnya sampe jam 9 malam dibantu dengan istri saya, Hana lebih sibuk dengan pensil dan bukunya.

Bersama istri, Hana, Icha & mantika. kami membangun rumah dengan cinta yang indah. Cinta sebuah keluarga yang hanya berharap keridhaan ilahi robbi. Bagi orang yang membangun cinta karena Alloh SWT akan membuat rumah menjadi terasa indah.

Islam memberikan kemuliaan yang besar jika kita senang mengasuh dan memuliakan anak yatim. Dan rumah yang disukai oleh Alloh SWT adalah rumah yang ada anak yatimnya sebagaimana ditegaskan oleh Rosulullah SAW dalam salah hadis yang diriwayatkan Baihaqi:”Rumah yang paling disukai Alloh adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang dimuliakan”

Senin, 12 Januari 2009

Undangan Silaturahmi Bersama Ananda

Assalamulaikum Wr Wb

"Aku ingin sekolah, bunda. Aku sekolah tinggi agar mamah tidak ngojek lagi " begitulah kata hendrik yang ibunya bekerja sebagai tukang ojek di pasar Ciledug. Hendrik adalah salah satu anak asuh program Ananda, ketika Hendrik masih kecil ayahnya sudah meninggal dunia.

Hendrik memiliki impian sekolah sebagaimana anak-anak lainnya. Itulah sebabnya Program Ananda ingin membantu hendrik dan teman-temannya untuk bisa sekolah dan belajar dengan baik. kami mengundang teman2 untuk Silahturahmi dengan seluruh keluarga besar Ananda pada:

Hari/tangga; : Sabtu, 24 Januari 2009
Jam : 14.00 WIB
Tempat : Rumah Singgah Ananda
Jl. Suroso Raya no. 6 E, Komplek Peruri, Sudimara Timur,
Ciledug, Tangerang, Banten

Kalau istilah kerennya nih " Tiada kesan tanpa kehadiran kalian" cieeeee....


Untuk konfirmasi kehadiran, silahkan hubungi:

Pungky : 0818 685 165 (putri_salju92@yahoo.com)
Asih : 0817 1129 77 ( redlight_special77@yahoo.com)
Tien : 0813 1466 1876 (siku_802000@yahoo.com)

Nabi Bersabda, “Barang siapa yang menanggung makan dan minum (memelihara) anak yatim, sampai Allah SWT mencukupkan dia, maka Allah mengharuskan ia masuk surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak terampunkan” (H.R. Turmudzi).

Minggu, 11 Januari 2009

Hati yang Terperih

Malam sudah menunjukkan jam 11. Mamahnya icha datang, bersama icha dan omnya. Mamahnya mengatakan bahwa dirinya menyerahkan icha pada keluarga kami. Kami menyambut dengan bahagia sebab kebahagiaan kami sekeluarga adalah menanti kehadiran Icha dikeluarga kami.

Sejak ayahnya icha meninggal, sang ibu sibuk mencari nafkah. ditengah kesibukannya anak-anaknya diserahkan kepada neneknya. kegiatan diluar rumah anak-anaknya sang ibu tidak pernah tahu.

Dengan mata berkaca-kaca mamahnya bertanya, "Icha, memang mau jadi SPG seumur hidup kayak mamah?" "Kalo Icha sayang mamah, Icha mesti sekolah dengan baik. Mamah tidak bisa membantu Icha belajar." Icha menangis. Mamahnya menangis.

Kasih seorang ibu begitu tulus. Ketulusannya demi kebahagiaan anaknya disetiap tetes air mata sang ibu. saya bisa merasakan getaran kepedihan yang dirasakan mamahnya icha. Kepedihan itu menyengat hati yang terperih.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14).

Selasa, 06 Januari 2009

Sebuah Harapan

Pagi-Pagi sekali istri saya berkemas membenahi rumah. Rumah kami adalah rumah Ananda, bukan rumah panti asuhan tapi rumah dimana semua anak yatim berteduh dapat menemukan kebahagiaan hidupnya. istri saya pagi ini membeli bantal dan guling buat Icha. Rencananya nanti sore kami mengajak jalan-jalan icha dan tinggal bersama kami.

Istri saya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. dia bersuka cita menyambut Muharram sebagaimana suka citanya menyambut kehadiran icha dirumah kami. Dalam kebahagiaannya, istri berkata, “Cuma satu keinginan saya mas, saya bisa membahagiakan icha, juga anak-anak ananda lainnya, jika kelak saya meninggal nanti anak-anak yatim itu ada yang menangis”

Saya bisa merasakan kebahagiaan itu hadir disaat air matanya yang bening mengalir. Setiap hari senantiasa dengan sabar mengajar mengaji anak-anak. Entah kekuatan dari mana dia memiliki energi yang lebih untuk mengurus rumah, hana, anak-anak pengajian dan juga anak-anak ananda. tentunya saya juga punya harapan yang sama yaitu memasuki diakhir hidup dengan dicintai anak-anak yatim.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS An-Nisa 36)

Senin, 05 Januari 2009

Kami Mengamini Doâ Nenek!

by: mientarsih

Malam itu kami mengantar Icha pulang setelah beberapa hari menginap di rumah Bunda Meidy. Berjalan beriringan kami; Mas Agus, Mbak Rika, Hana, Mbak Tien, Kak Meidy, Mas Ery, dan ketiga putrinya yang ceria.

Sudah cukup malam, sekitar jam 10.00, kami mendatangi tempat tinggal Vani (kakak Icha), neneknya dan adiknya di sebuah kontrakan rumah petak sederhana. Sampai di rumah kami hanya bertemu dengan Vani dan Adiknya yang pulas tidur. Neneknya sedang pengajian di masjid. Kondisi rumah jauh dari nyaman, tidak terawat dan teratur, maklum, rumah ini dirawat oleh anak sekolah 1 SMP (Vani) yang masih merawat neneknya yang sudah tidak dapat melihat karena katarak dan adiknya yang masih kecil. Terbayang betapa reportnya anak ini.

Kami bergegas pulang, tapi sampai di jalan kami bertemu beberapa orang yang pulang dari pengajian. Kemudian kami memutuskan untuk kembali karena ingin bertemu dengan Nenek Vani. Perempuan tua berbalut kerudung krem dan berbaju kurung biru sambil membawa sajadan dan mekena, itulah Nenek Vani.

Kami menyampaikan niat kami untuk mengantar pulang Icha, Nenek bertutur dan berdoâ cukup panjang untuk kami dan untaian kata terima kasih. Aku tertegun mendengar tutur Nenek dan kami serempak mengamini doâ Nenek.....Amien ya robbal'alamin. Semoga Allah memberikan ketabahan untuk keluarga ini....

Terima kasih Nek, mestinya kamilah yang berterima kasih atas pelajaran yang Keluarga Nenek ini berikan kepada kami. Sambil merunduk aku berfikir, apa yang sudah aku perbuat untuk anak-anak seperti Vani, Ica, adiknya dan keluarganya. Mungkin di luar sana, masih banyak Vani, Ica yang lain.....

Nenek, terima kasih atas doâmu yang tulus kepada kami....

Pojok Ruang Auditor.

15.00. 05.01.09

Minggu, 04 Januari 2009

Air Mata Untuk Icha

Minggu pagi saya ke rumah kontrakan Icha tidak ada. sorenya saya dan istri mencarinya kembali namun icha tidak ada. Katanya neneknya icha lagi maen. entah kemana.

Neneknya bertutur icha memilih menginap dirumah orang daripada dirumahnya sendiri bersama nenek, cici dan adeknya sekalipun icha harus membantu menjaga anak orang lain. istri saya menangis mendengar penuturan nenek. Terbayang wajah Icha polosnya yang membutuhkan pertolongan. Membutuhkan kasih sayang, harapan dan masa depan.

Mungkin jutaan anak-anak yatim di Indonesia yang tidak terurus seperti Icha. Siapa yang akan peduli terhadap mereka jika bukan kita? Air mata untuk Icha adalah air mata mengalir bagai mengiris hati.

"Ya Alloh, yang penuh kasih. Sayangilah mereka..lindungilah mereka..hanya Engkaulah yang Maha kasih, yang mampu menyelamatkan jutaan anak-anak yatim di negeri ini terbebas dari segala penderitaan."

Kejutan Yang Indah

Di dalam hidup selalu hadir kejutan-kejutan. Seperti halnya siang itu sebuah kejutan yang tidak terduga kami kedatangan Mbak Riana, tamu dari Jenewa. Disaat bersamaan teman-teman Ananda juga berkumpul. Mas Erry, Mbak Meidy, Mbak Tien, Mantika, Hasbi, Yuni, Lovel, Chacha, dan para ibu. Orang-orang duduk berjubel. Kami makan bakso bersama, sambil bercerita tentang Ananda dan aktifitasnya.

Mbak Riana nampak meneteskan air mata saat bertutur. “saya tiba-tiba memiliki 30 anak. Hal ini membuat kebahagiaan tiada terkira buat saya.” Sebuah air mata kebahagiaan. Ananda seolah mengikat kami dalam sebuah keluarga besar.

Malam itu juga kami sebuah keluarga besar juga hadir di rumah Ananda. Rumah dimana anak-anak bisa singgah dan hadir untuk bisa berbagi cinta dan kasih sayang bersama kami. Mbak Riana hadir dengan berbagai kejutan. Kejutan sederhana yang menghadirkan senyuman dan harapan anak-anak yatim.

---
“Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al Baqarah [2]: 158)