Jumat, 05 Juni 2009

Ketulusan Hati di Dunia Maya

Pagi kemaren saya mendapatkan email dari orang yang suka membaca tulisan-tulisan saya bunyinya, 'Mas Agus, terima kasih sudah mau menjadi sahabat saya.' Setelah itu saya membaca email dari Kang Herry yang mengabarkan bahwa putrinya diterima sekolah favorit di Solo. Ada juga yang mengabarkan kebahagiaan bahwa istrinya telah melahirkan seorang putri yang cantik. Begitu banyak kabar yang membahagiaan penuh dengan ketulusan hati yang disampaikan oleh teman-teman di dunia maya.

Ketulisan hati didunia maya juga saya rasakan ketika publik tengah terhenyak oleh kejadian Ibu Prita Mulyasari sebuah email yang membuat dirinya masuk penjara. Siapapun yang mengikuti berita ini akan merasakan betapa memperihatinkan yang dialami oleh seorang ibu yang masih memiliki dua anak kecil sempat dipaksa mendekam dipenjara perempuan Tangerang. Apapun alasannya yang dialami oleh Ibu Prita Mulyasari telah mengoyak rasa keadilan pada hati nurani kita.

Komunitas maya yang peduli terhadap nasib yang menimpa Ibu Prita. Peristiwa ini sekaligus menandakan komunitas dunia maya memiliki ketulusan hati dan rasa kepedulian sosial yang sangat tinggi. Hal inilah yang patut diapresiasi secara positif. Menggalang dukungan, solidaritas, kepedulian sosial mencerminkan indahnya dalam berbagi cinta kasih untuk sesama.

Sekecil apapun dukungan dan kepedulian atas yang menimpa pada Ibu Prita wujud sebuah solidaritas dan ketulusan hati yang ada pada teman-teman didunia maya sekarang ini. sungguh luar biasa.

Patutlah kita menyerukan, 'Yuk, kita lanjutkan dukungan dan kepedulian kita untuk Ibu Prita Mulyasari.'

Selasa, 02 Juni 2009

Wa'd-Wa'id dalam Mengubah Tingkah Laku

Al-Qur'an secara keseluruhan merupakan ajakan kepada manusia untuk mengesakan dan menyembah Alloh SWT, seperti yang dijelaskan surat Q., s. al-Dzariyat / 51:56. Seruan-seruan al-Qur'an dimaksud untuk mengubah tingkah laku manusia, dari yang tercela menjadi terpuji, dari jalan sesat ke jalan kebenaran, dari kegelapan ke cahaya yag terang. Sebagai satuan, al-Qur’an disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk, (Q., s. al-Baqarah / 2:2), sebagai obat (Q., s. al-Isra / 17:82), sebagai nasehat (Q., s. al-Nahl / 16:69) sebagai bentuk kasih sayang Alloh SWT (Q., s. al-Isra / 17:82), sebagai peraturan (Q., s. al-Jatsiyah / 45:18), sebagai bacaan (Q., s. al-Baqarah / 2:2 sebagai pengetahuan tinggi (Q., s. Alu 'Imran / 3:48) sebagai peringatan (Q., s. al-Hijr / 15:9) dan sebagai penjelasan atau pembuktian, (Q., s. al-An’am / 6:157).

Gabungan dari peran-peran itu merupakan sistem untuk mengajak manusia pada jalan yang benar yag diridhoi Alloh SWT. Sebagai kitab suci yang datang dari Alloh SWT yang Maha Sempurna, sebenarnya al-Qur'an adalah suatu kesempurnaan, akan tetapi untuk meyakinkan manusia bahwa al-Qur'an itu benar dan perlu dijadikan pedoman hidup, tidaklah mudah, karena manusia memiliki komplesitas yang sangat tinggi. Menurut al-Qur’an, di samping memiliki 'aql, qalb dan bashirah yang berpotensi membimbing ke jalan yang benar, manusia juga memiliki kecenderungan-kecenderungan yang negatif, seperti sewenang-wenang lagi bodoh, lemah, susah payah, suka mengeluh,tetapi ia sombong, kikir, suka membantah,amat zalim dan sangat mengingkari,suka ingkar berterima kasih, banyak mendebat, suka tergesa-gesa dan melampaui batas.

Mengerjakan sesuatu pada kondisi yang kompleks membutuhkan sistem yang membentuk sinergi agar usaha itu mencapai hasil yang maksimal. Manusia yang sistem nafs-nya sangat komplek meskipun potensi positifnya lebih dominan, tetapi pengaruh negatif yang mempenganruhimya lebih besar kekuatannya, membutuhkan pendekatan yang pas untuk dapat berpikir lurus dan jernih. Manusia bisa salah persepsi jika terganggu. Dalam perspektif komunitas, kebatilan yang disampaikan secara sistematik lebih mempunyai daya panggil kepada menusia dibanding kebenaran yang disampaikan tanpa sistem, seperti yang dimaksud oleh maqalah.

Al-Qur'an sebagai paket seruan yang bekerja membimbing tingkah laku manusia memperhatikan kompleksitas kejiwaan mereka oleh karena itu di dalamnya terkandung muatan yang proporsional antara janji dan ancaman, antara rewads dan punishment. Dalam keadaan tertentu manusia seringkali perlu diancam dengan kekerasan untuk mau melakukan sesuatu, tetapi dalam keadaan lain atau bagi orang lain ancaman boleh jadi justru tidak efektif. Sebaliknya bujukan dan janji mungkin lebih efektif untuk menggerakan orang melakukan atau meninggalkan suatu tingkah laku.

Janji memberikan keuntungan berlipat dalam kegiatan arisan berantai yang telah berkali-kali berhasil menggerakakan masyarakat ikut dalam program tersebut merupakan contoh efektifnya janji, meskipun telah berkali-kali masyarakat mendengar bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan penipuan. Sementara itu ancaman penjara ternyata belum tentu efektif dengan bukti banyak penjahat yang berulang-ulang kali keluar masuk penjara.

Pekerjaan mengubah tingkah laku manusia adalah pekerjaan mengubah cara berpikir, mengubah mental dan mengubah karakter manusia memang bisa diubah, tetapi proses perubahan itu tidaklah sederhana karena menyangkut aspek Nafs manusia. Menurut psikologi ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengubah tingkah laku manusia, yaitu hukuman dan ganjaran. Manusia yang betingkah laku manusia, yaitu hukuman setiap kali melakukan kejahatan dengan asumsi bahwa ia akan merasa jera dan kemudian takut melakukan kejahatan karena takut mendapat hukuman. Orang lain yang melihat ada orang dihukumpun diharap untuk tidak mendekati perbuatan jahat karena takut dihukum.

Teori kedua mengatakan bahwa untuk merangsang manusia melakukan kebaikan justru dengan memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi, kepada orang yang terbaik. Penghargaan itu bertujuan untuk membuat orang lain berlomba-lomba mencapai tingkat terbaik. Dengan demikian maka pendidik, dai atau pemerintah sibuk memikirkan apa yang akan diberikan kepada orang yang terbaik bukan sibuk memikirkan bagaimana menghukum orang yang bersalah.

Indahnya Belajar

Bagi anak-anak Amalia belajar itu indah. Indahnya belajar di Rumah Amalia adalah bermain dan bekerja. Bekerjanya anak-anak berarti bermain peran dengan sungguh-sungguh. Bermain dengan bekerja seperti dalam kehidupan sehari-hari.

Di Rumah Amalia sebagai tempat pembelajaran yang menerapkan konsep 'Active Learning' dimana anak berperan serta secara aktif dalam proses pembelajarannya. Peran serta secara aktif adalah sebagai bentuk penghargaan kita agar anak-anak juga menjadi mandiri dan bertanggungjawab. Jika anak-anak diberi kesempatan untuk mandiri, bertanggungjawab akan menumbuhkan kepercayaan diri. Dalam penelitian Psikologi bahwa karakter positif dimiliki oleh orang-orang yang tangguh (Benard, 2004). Itulah sebabnya anak-anak yang mandiri, percaya diri, dan bertanggungjawab akan lebih siap menghadapi tantangan hidup di kemudian hari.

Di Rumah Amalia menumbuhkan kepercayaan diri, bertanggungjawab dan kemandirian sangatlah diperhatikan. Anak-anak yang belajar di Rumah Amalia berarti memasuki area kehidupan praktis. Di Rumah Amalia berbagai peralatan disediakan, seperti gelas, piring, sapu, sikat, pot bunga, lap pel. Semua peralatan disediakan untuk keperluan anak-anak Amalia, bukan untuk mainan.

Anak-anak Amalia juga diberikan kesempatan untuk mencuci gelasnya sendiri sehabis mereka minum, menyapu lantai. Belajar memasak bersama, bikin kueh bolu. Menyirami bunga yang mereka tanam sendiri. Anak-anak Amalia melakukan kegiatan yang manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengerjakan sesuatu yang riil dan bermanfaat bersama-sama teman-temannya yang dicintainya, anak-anak Amalia merasa dihargai dan diperhatikan. Tanpa disadari, dirinya sedang melatih kemampuan motorik dan konsentrasinya yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan akademisnya.

Berbagai aspek kognitif seperti bahasa, berpikir logis, pengetahuan umum, memori, dan yang lainnya ikut berkembang. Secara emosional anak-anak juga menjadi lebih matang. Anak-anak merasa mampu dan puas dengan dirinya dan hal itu menumbuhkan rasa kedamaian di dalam diri mereka. Kedamaian diri mereka akan tercermin dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Itulah indahnya belajar bagi anak-anak Amalia.

Our Enemy


Diamanapun dan kapanpun anak muda yang kita tanya atau kita ajak untuk membahas tentang cinta, pasti kebanyakan dari mereka akan setuju. Pernahkah kita berfikir akhi-ukhti... bahwa kita ini sebagai muslim telah ada dalam situasi yang sangat membahayakan, karena kita tidak mengetahui ancaman terbesar dalam kehidupan akhwat dan ikhwan remaja saat ini. Ya.. tidak lain adalah PACARAN. mungkin sebagian orang berfikiran, ' Hare gene getoh.. Gag pacaran?? Ieewwh Cupu ah!'. Tapi pernahkah kita berfikir bahwa itu adalah ancaman terbesar kita. mungkin ada saja yang akan menyankal dengan statement, " Pacaran itu gag selamanya buruk kok, bisa aja kan itu jadi penyemangat kita?". Helllooooww... akhi-ukhti, itu semua cuma jalan syetan untuk meragukan keyakinan kita bahwa PACARAN itu buruk.
Lalu dengan berbagai pernyataan bahwa Pacaran itu adalah zina kecil and semua pacaran itu pasti ngelakuin zina, banyak sekali pendapat-pendapat or bantahan bantahan yang muncul (semua ini aku dapet ketika dengerin temenku wawancara tentang Pacaran untuk tugas Sosiologi) tapi bantahan yang paling bikin aku spot Jantung adalah ketika si Fulan itu berkata " Kalo semua itu DEMI CINTA, why not. Atas nama cinta gitu loh" helloww, stop stop stop guys. may i repeat it?? What?? Demi Cinta?? Atas nama cinta?? renungkan guys, kita rela ngelakun apapun dengan embel-embel DEMI CINTA?? n buat ukhti semua, rela nyerahin 'Harta Kita yang paling berharga' kepada orang yang... just a boyfriend. belum syah untuk menyentuh kita, bahakan Haram guys, aku ulangi lagi HARAM.
Kata-kata itu bener-bener jadi renungan buatku. Bahwa we must OPEN OUR EYES and DO SOMETHING to solve this problem guys. ini menjadi peer bagi semua akhwat dan ikhwan para penerus Agama Al-haq, Islam. so, mari kita mulai untuk berkata TIDAK pada pacaran ^_^ toh cinta itu gag selamanya harus pacaran kan guys

Keteduhan

Keteduhan di dalam hidup kadang hadir kala orang sehat namun ada juga keteduhan hadir di saat orang sakit. Sakit melatih kesabaran seseorang menjadi meningkat. Sakit membuat keteduhan dirasakan oleh orang-orang di sekelilingnya. Begitulah kata ibu haji yang saya mengenalnya sejak 5 tahun yang lalu. Katanya, "Sejak bapak sakit, beliau menjadi begitu sangat sabar. Bahkan kalo saya ngomel sama anak-anak, sekarang bapak bisa nasehatin saya..sabar bu..sabar."

Pak haji yang saya kenal beliau salah satu pengurus pesantren di daerah Tangerang. beliau menderita Verkalking, yakni sakit disebabkan pengapuran pada persendian kaki sehingga kalau digerakkan kakinya terasa sangat sakit. Menurut dokter ahli tulang tempat di mana beliau berobat mengatakan jalan satu-satunya untuk menyembuhkan sakit adalah dengan operasi.

Beliau tidak malah langsung melaksanakan saran dokter namun malah bersama anak dan istrinya malah bershodaqoh untuk anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di sekeliling rumahnya. Keyakinannya bahwa 'Obatilah orang-orang sakit dengan shodaqoh dan betengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bala' dengan doa' itulah satu-satunya cara saya untuk berobat, begitu tuturnya.

Anehnya, begitu bangun untuk menunaikan sholat subuh, beliau tidak lagi merasakan sakit pada persendian kakinya. Begitu siangnya Pak Haji segera mendatangi dokter langganannya untuk memeriksakan kesehatan kakinya. Setelah difoto, ternyata pengapuran pada sendi kakinya telah hilang. Dokternya bertanya, apakah dia telah menjalani operasi? Pak Haji menjawab, saya tak pernah opreasi, hanya meminta kepada Alloh agar disembuhkan. Sang dokter itu mengakui bahwa kalau Alloh berkehendak, semua pasti terjadi.

Dari berbagai persitiwa yang telah beliau alami, perubahan sifat yang dulunya pemarah sekarang menjadi lebih sabar. Keteduhan pada diri Pak Haji semakin dirasakan oleh keluarganya. Namun juga yang paling penting bahwa Alloh dengan kekuatanNya mampu menghilangkan segala penyakit yang diderita hamba-hambaNya.

Beliau juga merasakan pertolongan yang diberikan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa melalui doa yang dipanjatkan sangat memberi kemudahan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh dirinya. Itulah penuturan Pak haji yang saya kenal dengan keteduhan sifat-sifat beliau.

Derita yang Menyucikan Jiwa

Malam belum begitu larut. Duduk berdua untuk berbincang tentang kehidupan teramat indah. Sehabis sholat maghrib anak-anak Amalia berdatangan. Disaat datangnya anak-anak Amalia juga kedatangan teman. Mas Imam seorang sahabat lama. Kemaren malam dirinya sakit, saya membantu untuk membawa ke dokter namun Mas Imam menolaknya. 'Alhamdulillah hari ini sudah mendingan, saya kemari mau mengucapkan terima kasih ama mas agus.' begitu tuturnya.

Baginya menyakini bahwa sakit bagai keping sisi mata uang. Pada satu sisi sakit adalah penderitaan dan disisi lain sakit adalah menyucikan. Mendengar penuturannya saya agak terheran. 'Mas Imam bisa jelaskan maksudnya sakit adalah menyucikan?'tanya saya.

Mas Imam menjelaskan bahwa sakit adalah menyucikan jiwa jika kita sadar kalau didalam sakit dan derita juga membimbing kita menuju kehidupan yang lebih baik. Jika debu yang beterbangan saja ada pesan kehidupan , apa lagi sakit dan derita yang jutaan nyawa orang melayang. lanjutnya, bila kita berkonsentrasi pada bimbingan hidup dalam setiap kejadian sakit dan derita maka kita menemukan cahaya ilahiah.

'Mas Imam, bukankah sikap itu fatalis? bukankah sikap seperti itu bisa diartikan tidak mau berusaha sembuh?'tanya saya. Mas Imam menuturkan itu bukan sikap tidak mau berusaha namun keihklasan dirinya untuk membayar hutang kepada kesalahan-kesalahan yang pernah dia lakukan. Penjelasan Mas Imam ini membuat saya terhenyak untuk memahami, sungguh beruntunglah orang-orang yang disucikan dengan melalui derita.

Kebahagiaan begitu sangat indah di dalam hidup ini namun didalam perjalanan hidup saya banyak menjumpai orang-orang yang hidupnya menderita, penuh dengan dengan derai airmata tetapi mereka menjadi insan-insan yang mulia oleh penderitaan yang dialaminya. Penderitaan yang dialaminya membuat peka dan mudah terhubung atas penderitaan yang dialami oleh orang lain. Itulah sebabnya derita disebutnya sebagai menyuci jiwa sebab ia memberikan berlimpahkan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari yang menjadikan kita sebagai insan mulia.

Senin, 01 Juni 2009

Ketika Hidup Adalah Puisi

Setiap malam saya dan istri saya mengajar mengaji anak-anak Amalia, kami seolah menemukan sebuah cahaya kesadaran. 'jika tiadak ada kesadaraan karena kecintaan kepada anak-anak tidak ada orang yang sanggup mengajar.' begitu kata istri saya. Sama seperti halnya Bunda Nani yang setiap minggu juga mengajar bimbel bahasa inggris yang menemukan kebahagiaan dengan mengajar. Mas Yusman dan Mbak Rani yang juga tidak mengenal kata lelah dalam mengajar matematika.

Hidup begitu indah, melatih sebuah kesadaran yang menjauhkan diri dari hawa nafsu bagai sebuah bait puisi. Puisi yang penuh makna. Makna-makna itulah yang menjadi cahaya dalam perjalanan hidup kita, tidak ada lagi kegelapan hati seperti dengki, iri, sakit hati semua menjadi sirna karena datangnya cahaya.

Hidup adalah puisi maka kebahagiaan adalah puisi. mengajar adalah puisi. Kesendirian adalah puisi. Rame-rame adalah puisi. Kesedihan adalah puisi. Makian juga puisi. Pujian merupakan puisi yang dinanti. Sampah juga puisi. Bila Semuanya puisi yang memiliki makna dalam kehidupan maka akan menjadi sebuah kesadaran yang menerangi hidup kita.

Kala pendulum dalam diri kita hadir, kebahagiaan berganti kesedihan, suka berganti duka, kesehatan berganti sakit, kegembiraan berganti penderitaan, biarkanlah kesadaran tetap menjadi cahaya dalam perjalanan hidup kita. Kesadaran tidak membiarkan kemarahan menentukan arah tujuan hidup kita sebab kemarahan adalah kegelapan. Marah pada kemarahan berarti bersembunyi di tempat gelap yang membuat hidup kita makin tersesat dalam kegelapan. Tersenyumlah pada kemarahan maka akan menjadi puisi yang terindah yang pernah kita jumpai.

Ada puisi yang indah dari Barbara Marciniak dalam 'Bringers of The Dawn' yang berbunyi, 'be kind when you speak of the forces of darkkess. do not speak as if they are bad. simpy understand that they are uniformed.'

'Bersikaplah baik bila bertemu dengan kekuatan-kekuatan kegelapan sebab mereka tidak jahat, mereka hanya belum mengerti cara berbuat baik.' Itulah puisi yang terindah yang saya temukan dalam hidup ini.


---
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, ( QS. Al Baqarah 2:45 )