Minggu, 06 September 2009

Kebutuhan

Ada seorang marketing dealer sepeda motor yang sedang mencoba merayu seorang peternak sapi perah agar mau membeli sepeda motornya. peternak sapi itu menolak tawaran sang marketing dealer sepeda motor.

'Maaf Mas, daripada saya membeli sepeda motor lebih baik saya membeli sapi perah aja. kata peternak sapi.

'Tapi pak, sebentar lagi mau lebaran lo pak. bapak akan terlihat aneh jika bepergian kemana-mana naik seekor sapi.' rayu marketing.

'Mas ini bagaimana sih? apa saya tidak lebih aneh lagi jika orang melihat saya memerah sebuah sepeda motor?' jawab bapak peternak sapi.

Begitulah kita dalam hidup. Tidak mungkin bila kita membutuhkan sapi perah, kita diberikan oleh Sang Khaliq sepeda motor. Apa ya mungkin kita memerah sebuah sepeda motor? jawabnya jelas tidak mungkin. Alloh SWT senantiasa mengabulkan doa2 hamba-hambaNya sesuai dengan yang dibutuhkannya.

Sementara Kita hanyalah memerlukan apa saja yang menjadi kebutuhan kita. Alloh SWT senantiasa memberikan apa yang kita butuhkan justru datangnya dari yang tidak kita sangka dan kita tidak duga. 'jangan menyerah' seperti syair lagu D'Massiv. Syukuri apa yg ada. hidup adalah anugerah. tetap jalani hidup ini. melakukan yg terbaik.'

--
Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At Thalaq [65]: 2).

Sabtu, 05 September 2009

Kangen Sekali

Bulan suci Ramadhan tahun ini Hana sudah mulai mengerti tentang puasa. Disekolah TK setiap pagi mamahnya mengantar ke sekolah. Setiap istri saya menjemput pulang sekolah Hana selalu bertanya pada mamahnya. 'Ayah kemana mah?'

'Ya ke kantor' jawab istri saya.

Hari terus berlalu seperti biasanya. Istri saya selalu bercerita bila pulang sekolah selalu bertanya ayah kemana dan dijawabnya pergi ke kantor. Saya hanya berpikir hal itu biasa. Itulah sebabnya setiap hari saya selalu pulang lebih awal agar bisa berbuka puasa di rumah. Kecuali hari Rabu, saya harus mengisi on air di Radio Bahana.

Karena hari ini saya harus ke Pondok Gede ada yang harus dikerjakan. Pagi sudah harus berangkat. Pulang ba'da Dzuhur. Motor melaju dengan cepat. Di depan pintu rumah saya berhenti menaruh motor, sudah nampak berdiri Hana dengan senyumannya yang manis dan menyapa.

'Ayah, Hana kangen sekali..' Kata Hana.

'Kangen apa?' tanya saya.

'Kangen pipinya ayah..' Jawab Hana.

Subhanallah. Saya peluk Hana, putri saya. Saya teringat tentang kisah Baginda Nabi Muhamad SAW mencium Hasan dan Husain, Abshar Al- Aqra' bin Habis berkata, ' Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh anak namun tidak pernah ada seorangpun yang pernah saya cium. Maka Baginda Nabi bersabda, 'Sesungguhya barangsiapa yang tidak menyayangi maka ia tidak akan disayangi (HR At-Tirmidzi).

Hadis inilah yang menyebabkan saya bisa memahami kenapa ada kerinduan pada diri Hana. Kerinduan seorang anak dalam pelukan sang ayah merupakan keindahan dalam hidupnya. Matanya berbinar-binar, Hana bercerita apa yang telah dikerjakan disekolahnya sambil memeluk. Itulah makna kangen sekali buat Hana.

Jumat, 04 September 2009

Berpendirian teguh

Suatu ketika seorang laki-laki dan anaknya membawa seekor kuda ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka wajah acuh, 'Lihatlah orang-orang itu kasihan ya. Mengapa mereka tidak naik ke atas kuda itu?'

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. ia lalu meminta anaknya naik ke atas kuda. Seorang perempuan tua melihat mereka, 'Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas kuda sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.'

Kali ini anak itu turun dari punggung kuda dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan dengan gadis muda. 'Mengapa kalian berdua tidak menaiki kuda itu bersama-sama?'

Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. 'Binatang malang…, ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!'

Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul kuda itu. Melihat kejadian itu orang-orang tertawa terpingkal-pingkal, 'Lihat, manusia aneh memanggul kuda!' sorak mereka.

Begitulah kehidupan haruslah kita sadari bahwa untuk menjalani dalam keseharian bukanlah berarti memuaskan semua pihak. Setiap keputusan selalu saja ada orang-orang yang merasa tidak senang. Tentu saja apapun resiko di dalam hidup ketika keputusan sudah diambil tetap harus di jalankan.

Pendirian yang teguh akan membawa kehidupan kita lebih tenang dan tidak mudah bingung. Sementara pendirian yang lemah menyebabkan kita mudah terombang ambing oleh keadaan yang selalu berubah-ubah. Seperti awan selalu berubah karena ditentukan arah angin. Bila kita melakukan sesuatu hanya karena untuk memuaskan orang lain berarti iman kita masih dipertanyakan.

Jadi setiap tindakan yang benar adalah tindakan yang dilandaskan kepada Alloh SWT semata bukan demi memuaskan orang lain. Jika hanya memuaskan orang lain tindakan hidup kita rapuh dan mudah terombang-ambing namun jika sebuah tindakan didasarkan karena Alloh SWT maka hidup kita kokoh dan istiqomah dalam perjuangan mencapai kesuksesan.

Ikhtiar

Ada seorang dokter yang mengabarkan kepada pasiennya telah sembuh dan pasien itu berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada sang dokter. 'Saya sembuh dokter? Wah..sungguh keajaiban, dokter hebat nih. Baru menginap sehari langsung sembuh. Tadinya saya sudah takut dok..'

'Takut apa pak?' tanya dokternya.

'Takut tidak bisa pulang karena harus membayar biaya perawatan rumah sakit yang mahal ini.' jawab si pasien.

Begitulah kita yang selalu beranggapan bahwa dokterlah yang menyembuhkan sakit kita padahal tidak ada satupun dokter didunia ini yang berani menjamin dirinya bisa menyembuhkan sakit pasiennya. Seperti seorang petani juga tidak akan pernah mampu membuat padi. Walau hanya sebutir. Tugas para petani hanyalah menanam, merawat dan menjaga dari setiap hama yang akan menyerangnya.

Jadi, yang paling penting kita lakukan adalah berikhtiar dan hasilnya kita serahkan kepada Sang Khaliq. Kita diberikan balasan bukan didasarkan pada hasil namun seberapa kita bersungguh-sungguh dalam berikhtiar. Di dalam ikhtiar itu kita diberikan hadiah dan berkah.

hadiah apapun memang selayaknya kita syukuri. ketika kita banyak-banyak besyukur semuanya menjadi berkah. berkah kesehatan, pasangan hidup yang istimewa, anak-anak yang ceria bermain dirumah, berkah kerja dan berkah silaturahmi kita lewat tulisan ini. Bukankah semua berkah berlimpah disetiap ikhtiar yang kita lakukan dihari ini?

Kamis, 03 September 2009

Bershalawat Untuk Anak

Setiap malam kala menjelang tidur. Istri saya suka sekali bershalawat untuk Hana putri saya sampai Hana tertidur lelap. Sekalipun suaranya tidak merdu namun saya suka mendengarkannya. Kadangkala saya ikutan hanyut meresapi makna setiap kali shalawat dilantunkan.

Kebiasaan bershalawat menjelang tidur sudah lama istri saya melakukannya. Menurutnya bershalawat untuk anak menjelang tidur memiliki banyak manfaatnya. Salahsatunya dapat menentramkan hati sang anak. Ditengah arus globalisasi begitu kuatnya dominasi media elektronik hampir mengepung disegala penjuru, salahsatu yang sangat berperan membentengi anak adalah ayah dan ibunya sehingga peran orang tualah yang mampu membangun mental magnet yang positif pada diri anak.

Kalau mental magnet pada anak terbangun muatan negatif maka hari demi hari akan menarik seluruh kekuatan negatif pada alam semesta. Namun demikian sebaliknya jika orang tua mengarahkan anak untuk dibangun mental magnet perbuatan positif maka hari demi hari akan menarik seluruh kekuatan positif pada alam semesta.

Untuk tujuan menyerap kekuatan-kekuatan positif itu, orang tua kita sudah sejak zaman dulu sering menidurkan anak-anaknya dengan syair-syair shalawat untuk menenteramkan hati. Terkadang orang tua juga memberikan pujian-pujian sugestif agar membesarkan hati sang putra tercintanya.

Muammar Khadafi waktu kecil ibunya selalu membisikkan kata-kata, Nak kelak engkau akan menjadi pemimpin besar. Kata-kata itu bak mantra menembus alam bawah sadarnya, pelan tapi pasti terus diingat dan dibuktikan bahwa Muammar Khadafi akhirnya menjadi pemimpin di Libya. Itulah kekuatan kata-kata dari seorang ibu yang berarti juga doa dan masa depan bagi anaknya.

Jadi membiasakan bershalawat untuk anak kita dan diikuti dengan pujian-pujian yang sugestif bagi sang buah hati itulah yang mereka butuhkan untuk menenteramkan hati sekaligus mengarahkan anak-anak kita terbangun mental perbuatan positif yang hari demi hari menarik seluruh kekuatan positif pada alam semesta.

Rabu, 02 September 2009

Cinta Tadarus

Setiap kali sehabis sholat tarawih, bertadarus merupakan kegiatan yang membawa keteduhan hati. Istri saya melantunkan ayat, saya menyimaknya. Jika saya yang membaca al-quran, istri saya ganti yang menyimaknya. Hana juga mengikutinya sekalipun yang dibaca hanya Iqra.'

Bila malam saya sedang keluar melintasi masjid, jarang sekali menjumpai orang-orang bertadarus. Jika ada yang bertadarus hanyalah orang tua. Anak-anak muda agak sulit saya jumpai bertadarus. Mungkin kondisi sekarang memang sedikit berbeda. Zaman telah berubah. Terkadang membuat hati menjadi miris. Bila membaca al-quran sudah tidak lagi diminati oleh anak-anak muda.

Tadarus diwaktu saya masih sekolah Tsanawiyah suka sekali mengaji dimasjid bersama-sama teman-teman. Kami berkelompok sampai 15 anak membaca al-quran, terkadang sampai pagi, sehabis sholat subuhpun kami melanjutkannya dengan berdiskusi menelaah setiap ayat yang kami baca. Kebiasan untuk bertadarus menjadikan keindahan tersendiri. Apa lagi sejak keberadaan Hana tadarus sebelum tidur tidak bisa kami tinggalkan.

Kami juga membiasakan anak-anak Amalia agar menghapal Juz Amma' surat-surat pendek. Kami membaca bersama-sama. Membiasakan anak-anak membaca al-quran sebagai upaya agar sedini mungkin anak-anak mencintai al-quran, membaca ayat-ayat suci sekaligus menggali maknanya. Untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap al-quran tidak bisa sendirian, haruslah terbangun kondisi yang dilakukan secara terus menerus agar terbentuk pembiasaan yang menyenangkan. Sebab tadarus selain dimaknai dengan membaca al-quran namun juga mengkaji dan menelaah.

Maka alangkah indahnya bila semangat tadarus adalah semangat menjadikan al-quran sebagai bacaan kita setiap muslim melalui gerak hati dengan nafasnya dalam setiap langkah kegiatan kita dalam kehidupan sehari-hari untuk senantiasa menyebarkan cinta dan kasih sayang bagi sesama.

Selasa, 01 September 2009

Berprasangka Baik

Ada seorang perempuan pergi ke dokter untuk memeriksakan tekanan darahnya. Ruang tunggu dokter penuh karena banyak pasiennya. Dia harus mengantri. Hampir satu jam kemudian namanya baru dipanggil. Ketika namanya dipanggil kakinya kesemutan sehingga jalannya masuk ke ruang dokter dengan kaki terpincang-pincang.

Lima belas menit kemudian perempuan itu keluar dari ruang pemeriksaan dengan langkah biasa lagi. Dua pasien yang dari tadi memperhatikan perempuan masuk ke ruang dokter, kini memandang heran, yang seorang pasien menyenggol sebelahnya sambil mengatakan, 'lihat tuh, betul kan yang saya bilang? Dokter ini memang top di kota ini.'

Begitulah kita pada umumnya seringkali mengambil kesimpulan berdasarkan prasangka. Prasangka terbangun karena kebiasaan. Kebiasaan membangun karakter pribadi seseorang. Kebiasaan-kebiasan untuk berprasangka baik atau berpikir positif kita diajarkan sejak anak-anak dengan melalui sholat. Setiap kali kita selesai sholat selalu diakhiri dengan salam.

Mengucapkan salam kepada Alloh SWT merupakan simbol dari keislaman. Makna Islam berarti berdamai dengan Alloh SWT. Kita tidak memiliki masalah kepada Alloh dan tidak berpikir negatif kepadanya.

Dalam kehidupan, kita kerap mengalami kejadian yang menyenangkan ataupun tidak. Hampir tidak dapat dihindari dalam hati terbersit pikiran negatif terhadap Alloh SWT, terutama jika mengalami nasib kurang baik Jika berlarut, itulah titik permulaan dari malapetaka rohani dan kebangkrutan spiritual.

Allah SWT berfirman dalam hadis qudsiy, ana `inda dzonni `abdi, Aku tergantung bagaimana hamba Ku menganggap Ku. Apabila dia berprasangka kepada Ku dengan baik, Aku pun akan baik kepadanya. Dan apabila dia berprasangka kepada Ku dengan prasangka buruk, Aku pun buruk kepadanya.’ Hadis qudsi di atas sebuah kiasan untuk senantiasa berpikir positif dalam keseharian kepada Alloh SWT ataupun terhadap ciptaan-Nya, baik umat manusia maupun seluruh alam.

Seperti kita ketahui, di antara tanda-tanda kebesaran Allah ada penciptaan langit dan bumi. Seperti dalam firman-Nya, ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan di antara perbedaan malam dan siang, ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai pikiran mendalam, yaitu mereka yang selalu ingat kepada Alloh.’

Atas dasar itu, sudah selayaknya kita memperhatikan alam sekitar. Alam ini tidak diciptakan dengan sia-sia, sehingga hal itu dapat menumbuhkan pikiran positif terhadap alam ataupun Sang Penciptanya. Ayat itu diakhiri dengan permohonan kita kepada Allah untuk dihindarkan dari siksa neraka. Dalam konteks ayat tersebut atau dalam bahasa Arab disebut siyaqu al-ayat siyaqa yang bisa dipahami salah satu penyebab orang mengalami hidup sengsara ialah kalau dia mempunyai pikiran negatif terhadap sesama ciptaan-Nya.

Dalam ayat lain, Al-Hujarat, Allah menyebutkan, ‘Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging bangkai saudaranya. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya’

Maksud dari ayat ini kalau kita membicarakan keburukan orang lain yang tidak ada di hadapan kita, hal itu bagaikan memakan bangkai saudara kita sendiri. Ini peringatan agar kita senantiasa menumbuhkan berprasangka baik dan juga berpikiran baik kepada Alloh, sesama saudaranya dan alam sekitarnya.