Minggu, 04 April 2010

RIDHA ALLAH ADA PADA MEREKA


Ada sebuah cerita yang berasal dari sebuah puisi yang terkenal di Srilanka.

Pada suatu ketika hiduplah seorang ibu miskin yang membesarkan anak laki-lakinya .Setelah melalui berbagai penderitaan, akhirnya ibu tua itu berhasil mengantarkan anak laki-lakinya itu mencapai kehidupan yang sukses.


Anaknya itu kemudian menikah dan mempunyai rumah sendiri. Setelah dia berkeluarga dan mempunyai kehidupan yang cukup baik, dia tidak pernah lagi menengok kedua orang tuanya yang sudah renta itu. Mereka sudah lama hidup sangat menderita. Mereka tidak lagi mempunyai makanan dan pakaian cukup .

Pada suatu hari mereka sudah sangat kelaparan dan tidak lagi mempunyai makanan untuk dimakan. Ibu tua itu merasa bahwa dirinya dapat meminta pertolongan dari anaknya. Dengan badan yang sudah bungkuk, dia berjalan perlahan-lahan menuju rumah anaknya untuk meminta makanan.

Ketika melihat ibunya datang, anak laki-laki itu segera bersembunyi didalam rumah. Dia diam saja didalam rumah dan tidak mau keluar menemui ibunya. Ia lalu menyuruh istrinya keluar untuk menemui ibunya.

Didepan pintu rumah , ibu tua itu berkata kepada menantu perempuannya bahwa ia amat lapar dan membutuhkan makanan. Tanpa berkata sepatah katapun, menantunya itu pun masuk kedalam rumah dan membawa sebuah keranjang yang berisi dua liter gandum, lalu diberikannya kepada mertuanya.
Ibu mertuanya yang sedang kelaparan itu, tentu saja tidak dapat memakan gandum yang belum dimasak itu. Dia harus memasaknya terlebih dahulu dan butuh waktu cukup lama hingga gandum itu matang dan bisa dimakan . Sementara dirinya sudah sangat lapar dan membutuhkan makanan yang sudah matang agar segera bisa dimakan untuk menghilangkan rasa laparnya.

Ibu tua itu menerima keranjang yang berisi gandum itu dengan perasaan sedih. Dia menghadapi kenyataan yang sangat pahit. Dia hanya menerima dua liter gandum, pemberian dari anak laki-lakinya yang amat sangat dikasihinya sejak dia kecil. Anak laki-lakinya itu tidak mau keluar menemuinya ketika dia datang, hatinya hancur dan sedih sekali.

Ibu itu mengucapkan sebuah syair ketika ia menerima gandum itu :
" Aku datang kedepan pintu rumah anakku karena aku amat lapar dan hampir mati.
Tetapi aku hanya memperoleh dua liter gandum. Aku ragu apakah aku harus menerimanya atau tidak.
Wahai anakku sayang ... Apakah aku pernah menakar air susuku ketika menyusuimu dulu?"

Ternyata menantunya itu sangat marah mendengar ucapannya. Dia merasa kata-kata itu ditujukan kepada dirinya. Dengan marah dia lalu berkata, "Hai nenek tua, ibuku sendiri yang telah membesarkanku, dan tidak membiarkan aku menderita sedikitpun, tidak ribut ketika dia datang, dan hanya kami berikan satu liter gandum. Kamikan sudah memberimu dua liter gandum , tetapi kamu malah berkata-kata seperti itu. Sudahlah nenek tua, pergilah dari tempat ini sekarang juga!"

Anak laki- laki itu tidak berusaha meredakan pertentangan antara ibu dan istrinya. Dia hanya diam didalam rumahnya.

Adakah musibah yang lebih berat dari memiliki anak durhaka yang mengabaikan hak-hak orang tua yang telah membesarkannya? Kesuksesan seperti apa yang ingin diraih oleh seorang anak durhaka yang pada ibu bapaknya? Tidak ada kesuksesan yang dibangun diatas kedurhakaan kepada orangtua. Dan tidak ada kebahagiaan melebihi keridhaan dan kasih sayang orang tua terhadap diri kita.

Kita mungkin pernah mendengar kisah seorang anak yang membuktikan rasa baktinya kepada ibunya.. Dia menggendong ibunya mulai dari negeri Syam sampai ke Mekah untuk melaksanakan Haji. Akan tetapi ketika bertemu khalifah Umar bin Khatab, Umar mengatakan bahwa keletihannya karena menggendong ibunya tidak sebanding dengan keletihan ibu yang telah memelihara dan membesarkannya sejak kecil.

Juga kisah seorang ayah yang datang kepada Rasulullah SAW, melaporkan sikap anaknya yang kasar terhadap dirinya hanya karena sang ayah meminjam sesuatu dari harta si anak. Sang anak lalu menagih "Pinjaman itu" dengan cara yang sangat tidak layak ditujukan pada ayah yang merawat dan membesarkannya dengan keringat dan airmata.

Sang ayah kemudian melantunkan bait-bait syair yang menyayat hati, menggambarkan betapa sakit hatinya diperlakukan kasar oleh anaknya sendiri. Maka setelah mendengar semua pengaduan sang ayah , Rasulullah kemudian menarik kerah baju si anak dan mendorongnya kepada ayahnya sambil bersabda :" Kamu dan seluruh harta kekayaanmu adalah milik ayahmu"

Ada juga kisah kedurhakaan salah seorang sahabat Rasulullah yang “cuek” terhadap keadaan ibunya dan lebih mencintai istrinya daipada ibunya. Allah kemudian menghukumnya dengan hukuman yang sangat memilukan.
Dia jatuh sakit, kondisinya semakin memburuk. Hingga saat kehidupannya telah diambang pintu kematian, dia tidak kunjung mati, nafasnya tertahan dikerongkongan selama berjhari-hari berada dalam kondisi sakratulmaut. Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa pedihnya rasa sakit ketika “sakratul maut” sama seperti ditusuk pedang tujuh ratus kali tusukan. Begitulah keadaan sahabat itu selama berhari-hari.
Para sahabat tidak ada yang mengetahui perkara apa yang menyebabkan dia mengalami hal itu. Hingga Rasulullah SAW kemudian turun tangan dan memanggil ibu dari sahabat yang sedang sekarat itu.

Rupanya sang ibu merasa sakit hati karena "dicueki" oleh anaknya, dan tidak agi memperhatikannya sejak dia beristri. Sang ibu enggan memaafkan kesalahan anaknya.
Rasulullah kemudian memerintahkan agar mengumpulkan kayu bakar untuk membakar sahabat yang durhaka kepada ibunya itu agar tidak menderita dalam kondisi sekarat. Mendengar perintah itu , sang ibu menangis dan meminta kepada Rasulullah untuk tidak membakar anaknya. Diapun memaafkan semua kesalahan anaknya. Seketika itu juga , sahabat sekarat itu lansung menghembuskan nafas terakhir.

Sekeras apapun hati seorang ibu, dia tetaplah ibu yang menggendong anaknya selama sembilan bulan, menyapihnya selama dua tahun, mencurahkan kasih sayang dan membesarkannya selama duapuluh tahun, menguras keringat dan membanting tulang mencari uang untuk membiayai pendidikannya. Dengan pengorbanan dan ketulusan cinta yang dicurahkan selama puluhan tahun itu dia tidak akan tega melihat anaknya dibakar hidup-hidup di depan mata kepalanya sendiri. Meski anaknya telah membalas kebaikannya dengan kedurhakaan, dibalik kecewa dan sakit hatinya, tetap ada cinta yang tulus dan tak terbatas untuk anaknya.

Dari kisah-kisah diatas ada satu renungan buat kita:

Apakah yang lebih berarti dalam hidup kita?
Apakah kekayaan? Ataukah istri? atau anak-anak kita yang cantik dan lucu? atau prinsip hidup yang kita pegang teguh? Bisakah semua itu kita miliki bila orang tua kita tidak melahirkan kita? Bisakah semua itu kita miliki bila orang tua kita enggan menjaga kita sejak lahir hingga dewasa?
Bisakah semua itu kita peroleh tanpa bimbingan dan didikan kedua orangtua kita?

Hal yang patut kita syukuri , karena Dia-lah yang memerintahkan mereka menjaga, memelihara dan mendidik kita hingga dewasa dan bisa hidup mandiri. Berbahagialah kita, karena mempunyai orangtua yang patuh pada perintah Allah, perhatian dan sangat mencintai kita.

Ada pepatah mengatakan , "Engkau tidak akan bisa merasakan arti keberadaan sesuatu, kecuali setelah engkau kehilangan sesuatu itu. " Tidak ada yang lebih berarti bagi hidup kita kecuali orangtua kita, saatnya kita berbakti kepada keduanya selagi kita masih memiliki mereka, karena kita akan menyesal seumur hidup bila kita tidak berbakti kepadanya dan kita telah kehilangan mereka.

“Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia “ ( Al-israa: 23)

(Referensi : Hudzaifah Ismail “Sesegar Telaga Kautsar”)


DOSA MENGUTUK SESAMA MUSLIM


Mengutuk atau melaknati sesama muslim adalah perbuatan yang sangat dilarang agama. Sebab orang yang melaknati sesama muslim berarti telah mendoakan sesamanya untuk mendapatkan kecelakaaan. Padahal dia sendiri sama sekali tidak akan merasa rela bila dirinya didoakan mendapatkan kecelakaan oleh orang lain. Perihal larangan melaknat sesama muslim, Rasulullah telah menegaskan :

"MENCACI MAKI SEORANG MUSLIM TERMASUK PERBUATAN FASIK, DAN MEMBUNUH SESAMA MUSLIM ADALAH TINDAK KEKUFURAN." (HR Imam Al-jamaah, kecuali Abu Dawus daei Inmu Mas'ud)

Dalam riwayat lain Rasulullah juga telah menegaskan :

"MELAKNAT SEORANG MUKMIN ADALAH SAMA DENGAN MEMBUNUHNYA" (HR Bukhari daei tdabit bin Dhahak)

Apabila seorang melaknat orang lain, padahal yang dilaknat itu tidak selayaknya untuk dilaknat, maka laknat tersebut akan kembali kepada orang yang melaknat tersebut. Rasulullah telah menegaskan :

" Apabila seorang melaknat sesuatu, maka laknat itu akan dinaikkan kelangit, sehingga seluruh pintu-pintu langit terkunci. Kemudian laknat itu kembali ke bumi, sementara seluruh pintu-pintu bumi telah terkunci. Lantas laknat itu melenggang ke kanan dan kekiri mencari tempat kosong. Ketika laknat tersebut sudah tidak mendapatkan tempat yang kosong, maka kemudian mencari orang yang dilaknat. Bila orang yang dilaknat pantas untuk mendapatkan laknat, maka bersemayamlah laknat itu kepada orang yang dilaknat. Tetapi kalau orang yang dilaknat tidak pantas mendapat laknat, maka laknat itu kembali menimpa kepada orang yang mengucapkan laknat (HR Abu Dawud dari Abu Darda)

Untuk itu hati-hatilah wahai kaum muslimin . Jangan suka melaknat sesama. Sebab kalau orang yang kita laknat tidak pantas mendapatkan laknat, maka laknat itu akan menimpa diri kita sendiri. Sekali lagi Hati-hatilah kita !

Ingatlah bahwa Rasulullah sangat membenci orang yang melaknat terhadap sesama. Ada dikisahkan dalam kitab shahih muslim , bahwa pada suatu ketika Rasulullah berada dalam perjalanan. Tiba-tiba ada seoranng wanita dari kalangan sahabat Anshar yang mengendarai unta. Sayang untanya kurang cekatan, sehingga dia melaknat unta yang dinaikinya. Mendengar hal tersebut Rasulullah lansung memerintahkan :"Panggil dan berilah hukuman wanita itu. Sebab dia termasuk wanita yang dilaknat Allah". Sebab tidak selayaknya bagi seorang mukmin melaknat terhadap makhluk atau orang lain. Rasulullah telah menegaskan :
"Bukanlah orang mukmin yang sempurna orang yang masih suka mencerca, suka melaknat, suka berbuat keji, dan suka berbicara kotor" (HR Muslim)

Diantara sekian banyak orang yang dilaknat Allah dan Rasulnya adalah : Orang yang melaknat kedua orang tuanya, orang yang berkata kasar terhadap ibunya, orang yang menjerit-jerit ketika mendapat musibah, orang yang bersolek diluar batas kewajaran, orang yang menyesatkan orang buta dijalan, orang yang menggauli binatang, orang yang melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan kaum Luth( homoseks, lesbi atau sodomi), orang yang menggauli istri dibagian dubur, orang yang memimpin sekelompok kaum sementara kaum itu sendiri tidak mencintainya, seorang istri yang diajak bersenggama dia menolak sehingga suami merasa kecewa, orang yang menyemblih binatang tanpa menyebut nama Allah, orang yang mendengar suara azan dia tidak menjawabnya, orang yang mencuri, orang yang berkata kasar terhadap sahabat nabi, wanita yang mempertontonkan aurat dan perhiasannya didepan lelaki lain selain mahram, orang yang mengambil nasab ( garis keturunan) kepada orang yang bukan ayah kandungnya, orang yang meninggalkan amar makruf nahi munkar, dan masih banyak lagi.

dalam hal ini Rasulullah telah menegaskan : "Enam manusia dilaknat oleh Allah dan Rasulnya : Orang yang tidak percaya terhadap takdir Allah, Orang yang merubah kitab Allah (Al-quran), Orang yang sengaja merendahkan Allah, orang yang menghalalkan barang haram, Orang yang menghalalkan ( merekayasa) hukum-hukum yang telah diharamkan Allah, dan Orang yang meninggalkan sunnah Rasul"

Rasulullah juga melaknat orang yang berzina dengan istri tetangga, orang yang melakukan onani, Orang yang menikahi ibui dan anak tirinya, orang yang melakukan suap menyuap, orang yang merahasiakan ilmu, dan Orang yang menghina sesama muslim.
Naudzubillah.

Sudah menjadi kesepakatan para ulama bahwa melaknat sesama muslim hukumnya haram. Sedangkan melaknat orang yang memiliki sifat tercela, maka tidak ada larangan dalam agama, seperti Semoga Allah melaknat orang-orang kafir, orang-orang zalim,orang-orang yahudi dan nasrani, orang-orang yang fasih dan orang-orang yang menentang hukum Allah.

Oleh karena perbuatan melaknat itu sangat dilarang agama, maka kita sebagai muslim harus hati-hati dan waspada dalam bertindak. Lebih-lebih ketika emosi sedang memuncak, harus benar-benar dikendalikan, jangan sampai bersumpah serapah pada orang lain. Sebab bila hal itu terjadi, berarti kita telah terperosok kejurang yang sangat menyesatkan. ... .........
Ya Allah bersihkanlah hati kamidari segala bentuk kesyirikan dan jadikanlah diri kami sebagai orang yang dicintai oleh sesama manusia dan dapat pula mencintai mereka.
Ya Allah Lindungilah diri kami dari segala bentuk perbuatan maksiat yang menjadikan-MU murka kepada kami.... Amin Ya Allah.... Amin Ya Rabbil alamin..

.

(A.Mudjab Mahalli " Al-Kabair Dosa-Dosa Besar)

SINGGASANA CINTA ATAU PERANG DEMI TUGAS


Seorang laki-laki kadang dihadapkan kepada kondisi dimana dia harus menentukan pilihan antara cinta dan pekerjaan atau antara cinta dan tugas.

Andre Moro mengatakan bahwa seorang wanita merasakan penderitaan ketika suaminya menghadapi kondisi demikian. Ia melawan sesuai kemampuannya. Dan penderitaan serta perlawanannya akan semakin bertambah jika pilihan suaminya jatuh pada pekerjaan dulu sebelum pada cinta.


Ini adalah hal yang wajar, seorang istri marah ketika suaminya lebih condong kepada pekerjaan daripada kepadanya. Atau ketika sang suami lebih banyak memikirkan pekerjaan daripada kehidupan rumah tangga dan keluarga.
Banyak tulisan membahas masalah ini , dan menyinggung konflik yang dihadapi sebagian suami ketika istri mereka berusaha menguasai kehidupan mereka secara penuh.

Arnold Bennet menulis sebuah sandiwara tentang seorang penerbang terkenal yang mencintai seorang wanita. Cintanya membuat ia menderita beberapa lama, sampai mimpi-mimpinya terealisasi dengan mendapatkannya. Setelah melalui berbagai hambatan mitos, akhirnya ia menikah dengan wanita yang dicintainya.
Istrinya bukan wanita biasa. Ia cantik, cerdas dan menarik serta idealis. Sejak awal keinginannya telah mengarah untuk menguasai suaminya dengan sihir yang tidak terlawankan.

Suatu hari mereka berdua pergi ke sebuah hotel digunung dan tinggal disana dengan bahagia selama beberapa masa. Hotel tersebut jauh dan hampir tidak terjangkau oleh hiruk pikuk dunia. Mereka berdua sendirian seperti halnya Adam dan Hawa berdua di surga. Dan beberapa hari yang mengagumkan itu bagaikan hidup didalam surga.

Namun suatu ketika , sang penerbang ini mendengar berita bahwa nomor seri penerbangan yang dikaguminya hampir dikalahkan oleh salah seorang pesaing, secara mendadak kondisinya berubah sama sekali. Dalam hatinya bergejolak keinginan untuk bertempur dan melawan pesaingnya. Ia memutuskan untuk keluar dari Villa tempat ia tinggal dalam kenikmatan, menuju kehidupan yang keras dan menakutkan.

Istrinya menolaknya. Ia mengutarakan dengan panjang lebar tentang cintanya dan perasaannya terhadap dirinya. Suaminya mendengarkan, tapi pikirannya disibukkan dengan pesawat, dan kompetitor barunya yang hampir menggusurnya dari tahta keunggulan dalam profesinya. Istrinya mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan orang yang akalnya disibukkan dengan hal lain. Ia menerima, bahwa suaminya harus pergi. Ia bertanya kepadanya dengan hati penuh kesedihan , "Bisakah engkau memahami pentingnya hari-hari singkat ini untukku?"

Ia melanjutkan, "Tidakkah engkau merasa , pentingnya keberadaanmu disini bersamaku mempengaruhi masa depanku sebagai wanita dan istri, yang sama pentingnya dengan penerbangan menurutmu?"

Suaminya mendengarkannya dan menggerakkan kepalanya seolah-olah menampakkan bahwa ia mengerti, padahal ia tidak mengerti. Begitulah laki- laki tersebut keluar dan membanting pintu dibelakangnya. Ia memilih kejayaan dalam profesinya, dan bukan kejayaan dalam cinta. Ia lebih memprioritaskan perang demi tugas daripada perang demi cinta.

Banyak pemikir berpendapat bahwa laki-laki akan kehilangan kejantanannya jika emosi telah menzalimi sasarannya. Para penyair kuno mendendangkan berbagai legenda tentang para pahlawan yang diperbudak cinta tapi mereka menderita tragedi manusia sambil mendendangkan lagu cinta .

Antonio telah lenyap ketika Cleopatra terpikat padanya. Tapi setelah itu ia kalah dalam pertempurannya bersama Oktavio. Samson tunduk di kedua kaki kekasihnya, lalu lenyaplah ia. Demikianlah seluruh usaha wanita menguasai laki-laki berakhir pada hilangnya bau kejantanan.

Bagaimanakah seorang istri memasuki kehidupan suaminya tanpa menguasai dan melenyapkannya?
Dengan kata lain , bagaimana seorang istri menerobos kehidupan suaminya tanpa merasakan terpaksa memilih antara ia dan profesinya atau tugasnya? Jawabannya adalah sederhana.

Kedudukan sebuah perhatian disini bagaikan tongkat sihir yang dapat menyelesaikan persamaan rumit. Seandainya sang istri memperhatikan pekerjaan suaminya, pada akhirnya pasti ia mampu menjadi tempat perlindungan terakhir bagi suaminya dan bagian utama dari pekerjaan ini.

Ada perbedaan antara penguasaan dan keikutsertaan, antara perhatian dan campur tangan. Seseorang tidak suka dikuasai dan akan berusaha melawannya.
Allah SWT telah berfirman kepada makhluk-Nya yang paling mulia penutup para nabi dengan firman-Nya :"Kamu bukan lah orang yang berkuasa atas mereka" (QS Al-Ghasyiyah :22) .
Seseorang juga akan melarikan diri jika ada yang mencampuri kehidupannya, tapi ia menyambut adanya partisipasi dan perhatian.
Dua metode ini adalah untuk menguasai hati seseorang, baik laki-laki maupun perempuan.

(A. Bahjat " Hakekat Cinta menuju rumah tangga ideal")

SEBELUM CAHAYA


Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Reff :
Ingatkan engkau kepada embun pagi
bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang
berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu
sendiri
Temani hatimu
cinta
Back to reff

Siapa yang tak kenal lagu ini? Hampir semua lapisan masyarakat ngerti
betul lagu ini, menjadi soundtrack lagu dari salah satu
sinetron di televisi swasta.Maka tak heran jika anak kecil, remaja aktivis
dakwah atau bukan mengenalnya bahkan mungkin hafal diluar kepala.

Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika dia membuka isi lagu di
hp saya, salah satunya terdapat lagu sebelum cahaya milik letto. Lagu
tersebut didengarnya terus menerus diulang-ulang hingga temen-temen yang
lainnya datang.
sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi dan praktis mendengarkan pula apa
yang dia nyanyikan. "Sebelum cahaya"??
Penasaran juga kan ...apa sih maksud lagu itu??? Sampai akhirnya saya
bertanya pada dia, "dik, asyik banget nyanyinya...hmmm...da banyak
kenangan nii...dengan lagu itu?? Dia menjawab, "jelas mbak..banyak
kenangan..". Mbak pingin tahu?? Saya mengangguk..dan dia mulai
menceritakan apa yang dimaksud kenangan tersebut

Kata pertama yang keluar adalah, "itu kan ngingetin kita sama sholat lail
mbak?"
Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya??
Dia meneruskannya:

Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Alloh selalu mengawasi kita Alloh
melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun...kita pergi untuk
ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan kemana kau pergi...
kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika
semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika
mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya??
Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan
ayat2 suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah
makna yang dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang kau tempuh
sendiri, kuatkan hatimu cinta.

Bait kedua, Alloh ingin menentramkan hati kita, Alloh mengingatkan bahwa
kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada
embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur
dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat
lembut meniup mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail
ditegakkan. Dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat
kelak.

Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk
menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang
yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Alloh. Janjinya bahwa
dia kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya.

Subhanalloh yang tersirat ternyata lebih dalam ............

MEJA KAYU BUAT AYAH DAN IBU? (ANAK ADALAH FOTOCOPY KITA)


Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan matanya yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. ”Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. ”Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk Pak Tua ini.”

Lalu, suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring dan gelas, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua kejadian itu setiap hari dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. ”Kamu sedang membuat apa?” Anaknya menjawab, ”Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saat Aku sudah besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Setelah Mereka makan bersama di meja makan seperti semula. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.



Renungan
Anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Sahabat….sesering apakah kita menangis mendo’akan anak-anak kita agar tak terjerumus di lembah maksiat yang kini telah menembus seluruh lorong ruang dan waktu ?

Sesering apakah kita meratap memohon agar anak-anak kita memiliki benteng keimanan yang mampu menahan serangan pergaulan bebas dan narkoba yang telah merajalela ?

Sesering apakah kita menumpahkan air mata ini untuk anak-anak kita agar kelak mereka senantiasa memohonkan ampunan untuk kita ketika kita telah terlelap di alam penantian nanti ?

Seering apakah kita mengantar tidur malamnya dengan cerita-cerita indah penuh keteladanan ? dan keteladanan yang mana pula yang sering kita peragakan dihadapan mereka ?

Tiga hal yang akan abadi bersama kita sampai ajal kita datang nanti :
1. Amal Jariah ( Wakaf dan Sedekah )
2. Anak Yang Sholeh yang selama hidupnya selalu mendo’akan kita
3. Ilmu Yang Bermanfaat yang memberi dampak kebaikan kepada banyak orang
Menangislah, karena tumpahnya air mata kita karena takut kepada Allah kelak akan menjadi PEMADAM API NERAKA

Jumat, 02 April 2010

Hikmah Dibalik Ujian

Sore itu angin bertiup. Dedaunan berjatuhan. Suara anak-anak Amalia sedang bercengkarama. Seorang Ibu sedang bertandang di Rumah Amalia. Beliau bercerita dengan genangan air mata. Suaminya terkena stroke diusianya yang masih produktif, tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya bisa pasrah dan berserah diri pada Sang Khaliq. Berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar diberikan kesembuhan untuk suami tercinta dan ketabahan bagi dirinya dan sang buah hatinya.

Peran ganda kepala rumah tangga dan sebagai pengurus rumah tangga dikerjakan semuanya. Sementara anaknya yang masih duduk dibangku TK diantarnya berangkat sekolah. dan dijemput oleh tetangga. Begitu pulang sekolah, anaknya sudah mandiri mengurusi keperluannya sendiri.

Sejak suaminya sakit, dulunya yang biasa aja kini menjadi masalah. Dirinya bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan standar UMR, sementara suaminya seorang wirausaha yang cukup berhasil, ketika suaminya sakit, sumber penghasilannya terasa mampet. Kehidupan keluarganya hanya mengandalkan gajinya.

'Tahun pertama kami bisa melewatinya, mengijak tahun kedua saya benar-benar panik, tak tahu apa yang saya harus lakukan,' ucapnya lirih. Listrik nunggak, sudah diancam hendak diputus, SPP sekolah anaknya tidak terbayar tiga bulan. 'Yang saya bisa lakukan hanya berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Ditengah kepanikan beliau sebagai istri, tiba-tiba ada seorang teman yang datang, dia mengajarkan membuat kue dan membantu menjualkan kue-kue ditokonya. 'Sungguh saya tidak menyangka Mas Agus, ditengah himpitan hidup, Allah memberikan jalan keluar yang begitu indah tanpa saya duga,' ucap sang ibu dengan bercucuran air mata.

'Alhamdulillah, Kasih sayang Allah menunjukkan kepada saya ada hikmah dibalik ujian, saya baru tersadar bahwa saya mempunyai kemampuan dibidang usaha tanpa harus berharap belas kasihan orang lain. Pikiran saya terbuka, saya menjadi bersemangat dan optimis. Allah memberikan jalan keluar yang begitu indah.' tuturnya. Sore itu beliau berkenan berbagi rizki bersama anak-anak Amalia didampingi oleh sang suami yang telah pulih kembali dari strokenya dan sekarang telah memiliki toko kue sendiri dikelola bersama suami tercintanya. Subhanallah..

---
'Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan 'kami telah beriman dan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.' (QS. al-Ankabut (29): 2).

Keutamaan Membaca al-Quran

Malam yang sunyi dalam kesendirian membaca al-Quran dengan memahami makna sungguh merupakan kenikmatan tersendiri. Dengan membaca pelan sambil meresapi setiap kandungannya terasa keindahan sendiri, sebagai Allah berfirman, 'Maka bacalah al-Quran apa yang mudah bagimu untuk membacanya.' (QS 73:20). Rasulullah senantiasa mengajarkan kita agar kita mengetahui manfaat dan keutamaan membaca al-Quran diantaranya adalah.

1. Menentramkan hati, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam, ' Tidaklah sesuatu kaum berkumpul di suatu masjid daripada masjid-masjid Allah, mereka membaca al-Quran dan mempelajarinya kecuali turun kepada mereka ketentraman hati, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka dan Allah menyebut-nyebut makhluk yang ada disisiNya. (HR. Muslim).

2. Penyembuh. Menurut Ibnu Qayyim dalam kitab 'Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa al-Quran adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit jasmani maupun rohani, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS. 10:57).

3. Kedua Orang Tua Mendapatkan Mahkota Surga, dari Muadz Bin Anas, Rasulullah bersabda, 'barangsiapa membaca al-Quran dan mengamalkan apa yang terdapat didalamnya. Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat kelak. Dimana cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari didunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa pahala itu disebabkan amalan seperti itu. (HR. Abu Dawud).

4. Kemuliaan Dari Allah. Orang yang membaca al-Quran senantiasa mendapatkan kemuliaan dari Allah bahkan orang yang masih terbata-bata dalam membaca al-Quranpun mendapatkan dua pahala, sebagaimana sabda Nabi Muhammad,

'Orang yang membaca al-Quran dan ia mahir dalam membacanya maka ia berkumpul bersama para malaikat, yang lebih mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang masih terbata-bata dan merasa berat membacanya maka ia mendapatkan dua pahala.' (HR. Muttafaqun 'Alaihi).

Sementara dihadist yang lain Nabi Muhammad juga bersabda, ' Bacalah dan bacalah sekali lagi bacalah dengan tartil seperti dilakukan didunia karena tempatmu terletak diakhir ayat yang engkau baca.' (HR. Tirmidzi).

5. Dibela di Akherat. Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi bersabda, 'Bacalah al-Quran maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat (pembela) bagi ahlinya yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya. (HR. Muslim).

Yuk, kita giatkan membaca al-Quran...