Rabu, 31 Januari 2007

Bisikan Kata, “Sayang, Aku Mencintaimu...”


Awal berkantor semuanya nampak baru dan indah. Teman baru, kenalan baru, ruangan baru. Begitu semua berjalan tahun demi tahun yang nampak indah mulai memudar. Demikian halnya pernikahan, awal pandangan pertama, perkenalan hingga pengantin baru semuanya serba indah. Begitu menjadi rutinitas yang serba indah seolah berlalu. Tapi tidak berlaku bagi orang yang mampu membuat rumah tangga selalu menjadi indah.

Saya pernah berjumpa dengan orang yang bisa mempertahankan perkawinannya selama 60 tahun. Saya tanyakan padanya bagaimana resepnya mempertahankan perkawinan selama itu. Katanya, “Jika malam tiba ditengah kesibukkan telah berlalu, bisikan dengan mesra pada istrimu, “sayang, aku mencintaimu..”.itu menjadi perekat yang indah tali perkawinan bagi pasangan hidup kita”

Selasa, 30 Januari 2007

Untuk Apa Dokter?

Jika suami adalah penyembuh bagi istri dan istri adalah penyembuh bagi suami. Bila itu terjadi dokter tidak diperlukan lagi. Demikian halnya dalam proses belajar, seorang guru adalah penyembuh bagi muridnya dan murid adalah penyembuh bagi gurunya, maka suasana belajar tercipta dengan riang.

keluarga, sekolah dan masyarakat yang bahagia menjadi keluarga, sekolah dan masyarakat yang sehat. Namun jika kebahagiaan sirna, rasa cinta kasih pada sesama telah lenyap, permusuhan, pertengkaran hadir terjadilah saling memaki dan menyakiti bahkan melahirkan kekerasan dan kerusuhan. maka Keluarga, sekolah dan masyarakat menjadi sakit.

Pernah seorang kawan pengajar bertutur betapa masyarakat, sekolah, keluarga telah menjadi sakit, betapa kekerasan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja tanpa melihat lagi ruang dan waktu serta bisa dilakukan oleh siapapun.

saya katakan padanya, “Cinta adalah guru penyembuh dari segala penyakit, maka hiduplah dengan cinta dan tebarkanlah rasa cinta itu pada siapapun. Jika Seorang suami menebarkan rasa cinta dan istripun membalas dengan cinta maka keluarga itu bahagia. Jika Guru mengajar dengan menebarkan rasa cinta maka murid akan membalas dengan cinta pula maka ruang kelas akan tercipta suasana belajar yang menggembirakan. Jika anggota masyarakat menebarkan rasa cinta yang lain akan membalas masyarakat menjadi masyarakat sehat dam bahagia.”

Sakit Hati

Setiap orang pernah mengalami sakit hati, entah ditinggal kekasih atau pasangan hidup, dikhianati teman, merasa diabaikan oleh atasan. Seorang teman curhat betapa sakit hati dirinya karena ditinggal kekasihnya. Saya katakan padanya, “Sesungguhnya sakit hati itu adalah ibu kandung dari kebahagiaan, semakin dalam sakit hatinya semakin bermakna kebahagiaannya..”

Beberapa minggu kemudian saya mendapatkan undangan pernikahan darinya, pertanda anak yang bernama kebahagiaannya telah lahir

Hana Bertanya

Salah satu sifat yang terwariskan pada Hana putri kami (nanti bulan april genap berusia 2 tahun) selalu bertanya. Beberapa waktu yang lalu saya dikejutkan oleh ucapan Hana, “Ini Apa?” Sewaktu memegang tas saya yang hendak ke kantor.

Pada waktu hari libur ibu sudah mengeluh capek mencawab pertanyaannya Hana. “Sekarang giliran mas agus menjawab pertanyaan Hana.” Dengan senang hati saya menjawab semua pertanyaan Hana, sampai saya tahu betul rasanya lelah menjawab pertanyaan dari anak balita.

Sampai pada suatu hari saya tidak mendapatkan pertanyaan dari Hana maka ganti say bertanya-tanya pada istri. “Hana, kenapa ya tidak bertanya lagi? Apakah sudah menemukan semua jawabannya?” Kata istiri, “entahlah..” Sementara Hana terlihat sibuk dengan dirinya sendiri.

Penyembuh Dikala Lara

Membiarkan diri mendengarkan suara istri sedang mengaji buat saya adalah penyembuh dikala lara dan penyejuk hati dikala sepi. Suara mengajinya biasa saja. tapi mendengarkan dalam keheningan menimbulkan kenyamanan. Melihat tubuh seharian bekerja disibukkan dengan segala rutinitas tampaklah tubuh yang ringkih.

Berbagai kesenangan duniawi, hidangan makanan yang enak, hiburan malam yang menggoda seolah tak berarti buat saya, karena suara mengaji itulah yang menjadi penyembuh saya dikala lara.

Senin, 29 Januari 2007

Bunga Kehidupan

Masalah, persoalan, pertengkaran, permusuhan adalah bagian dari kehidupan. Namun membiarkannya berlarut-larut akan menjadi nyala api yang membakar semuanya. Bahkan menghanguskan isi bumi.

Pernah saya menjumpai seorang ayah dengan sebelas putra yang bisa membesarkan dan mendidiknya menjadi keluarga yang bahagia. Saya tanyakan padanya bagaimana dia bisa melakukan itu semua.

Katanya, “Masalah, persoalan, permusuhan adalah guru kearifan, maka hiduplah dengan kearifan. Semuanya masalah, persoalan terasa menjadi bunga kehidupan.” Terlihat wajahnya saya mencium aroma wangi bunga kehidupan yang dihiasi kearifan dalam hidupnya.

Jumat, 26 Januari 2007

Raihlah Bintang Dilangit

Diruang kelas, dirumah, dikantor, dijalanan, dihalte bus, dikereta api, diwarung saya telah bertemu dengan banyak orang. Kebahagiaan tersendiri buat saya bisa bertegur sapa, apalagi berbagi cerita. Setelah sekian lama saya juga berbagi cerita dengan anda apa yang telah saya alami melalui milis ini, walaupun saya tidak mengenal anda tapi saya yakin anda bisa merasakan kebahagiaan itu.

Kebahagiaan itu begitu indah, menebarkan semangat hidup dengan keceriaan dan suka cita. Selagi sempat bangkitlah semangat hidup anda, raihlah kebahagiaan anda, raihlah mimpi-mimpi anda, raihlah harapan anda, raihlah bintang dilangit.

Saya berharap anda juga bersedia berbagi cerita dengan saya tentang kebahagiaan, kesuksesaan, kesehatan, keceriaan yang telah anda alami. Jika suatu saat nanti ketemu dan bertatap muka, kabarkan keajaiban hidup yang telah anda alami, bagikan kebahagiaan, kegembiraan itu pada saya.

Semoga Alloh SWT selalu meridhoi setiap langkah kita..Amin