Sabtu, 13 Maret 2010

Tahajud Pengundang Rahmat Allah

Tak bisa dipungkiri bahwa malam hari memang waktu yang mengasyikkan untuk memuaskan tidur kita, Dengan berbaring di atas tempat tidur yang empuk dan berselimut tebal membuat kita semakin hanyut ke dalam mimpi yang indah.

Maka tidaklah heran, Nabi Muhammad memberikan keistimewaan bagi sebuah keluarga yang mampu bangun untuk melaksanakan sholat tahajud, Ditengah keluarga akan selalu tercurah rahmat Allah bagi yang bisa melaksanakan, memang hal itu tidaklah mudah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad,

'Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun tengah malam lalu melaksanakan sholat dan membangunkan istrinya. Jika istrinya menolak, ia memercikkan air diwajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun waktu malam, lalu sholat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, ia memercikkan air diwajahnya. (HR. Daud dan Nasa'i dari ABu Hurairah).

Semoga keluarga kita senantiasa menjadi keluarga yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. amin ya robbal alamin..

Yuk, Tahajud...!

Orang Yang Beruntung

Ditengah kehidupan modernitas yang berkelimpahan materi. Canggihnya teknologi membuat semua kehidupan kita menjadi mudah dan cepat. Namun masih banyak diantara kita yang bergulat dengan perasaan gelisah, resah, tidak bahagia. Kita mencari sesuatu yang bisa memberikan ketenangan, kesejukan dan kebahagiaan pada diri kita.

Apakah teknologi dan berkelimpahan materi bisa membuahkan ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan? Ternyata tidak. Terutama jika hidup kita tidak disertai dengan kekayaan spiritualitas. Batin atau ruhani inilah yang mengantarkan seseorang ke arah kebahagiaan. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

Sesungguhnya Beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya. (QS.91:9-10)

,Penyucian jiwa itu sesungguhnya merupakan tawaran dari Yang Maha Kuasa kepada kita. Meraih tawaran atau justru menolaknya. itu merupakan hak kita untuk memilih. Yang beruntung atau merugi adalah diri kita sendiri.

Bila kita menerima tawaran dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berusaha melaksanakannya maka kita termasuk orang yang beruntung. Dan kita akan berusaha sedapat mungkin melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

Selain perintah ibadah formal kita jalankan seperti sholat, zakat, puasa dan haji juga melaksanakan budi pekerti yang terpuji sebagai telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Usaha ini adalah usaha membersihkan diri, akan menghasilkan kedamaian, kebahagiaan dan kesejukan di dalam hati kita. Pembersihan diri erat kaitannya dengan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Allah tidak bisa didekati oleh yang tidak suci karena Allah Yang Maha Suci.

Nabi Muhammad, para sahabat, para tabi'in, para Hamba Allah yang shaleh, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Penyucian diri merupakan usaha untuk mendapatkan ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akherat kelak. amin...

Jumat, 12 Maret 2010

Yuk, Tebarkan Cinta Dan Kasih Sayang

Cinta dan kasih sayang adalah nilai-nilai yang bersifat universal kita akan sepakat bahwa cinta dan kasih sayang merupakan pondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Cinta dan kasih sayang didalam al-quran disebut dengan cinta rahmah (Q/30: 31). Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi.

Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan sesamanya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan orang lain meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan dan selalu memaafkan kesalahan. Cinta dan kasih sayang juga cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan cinta anak pada orang tua. Dari itu maka dalam al Qur'an, kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis cinta dan kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. maka dianjurkan untuk selalu silaturrahmi artinya menyambung tali cinta kasih.

Al-Qur'an menawarkan janji kepada mereka yang senantiasa menebarkan cinta dan kasih sayang juga yang mengikuti petunjuk Allah Subhanahu Wa ta'ala, berupa pahala dan kebahagiaan hidup yang dalam berbagai surat dalam al-Qur'an disebut dengan berbagai formula yang menarik, seperti ampunan, pahala yang besar, pahala yang mulia, pahala yang baik, pahala yang tidak ternilai, pahala di dunia, pahala akhirat, rizki yang mulia, tempat kesudahan yang baik, kemenangan yang dekat, dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta surga.

'Yuk, Tebarkan cinta dan kasih sayang untuk orang-orang disekeliling kita agar menuai keberkahan dan kebahagiaan hidup kita dan keluarga kita..

--
Apabila engkau sayangi sesamamu, maka Allah akan menyayangimu.’ (HR. Bukhori)

Tahajud Sebagai Terapi Jiwa

Ditengah hiruk pikuknya kehidupan kita sehari-hari, pekerjaan seolah tidak pernah selesai. Rasa capek dan lelah terkadang menimbulkan kegelisahan, kecemasan dan ketidakberdayaan. Pada kondisi seperti inilah kita memerlukan merefresh kembali tubuh dan pikiran kita agar menjadi segar. Tahajud bisa menjadi terapi jiwa yang efektif.

Dari Umar bin Abasah bahwasanya Nabi Muhammad bersabda, 'Paling dekat dengan Rabb kepada hambaNya adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Bila engkau mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah waktu itu, maka lakukanlah (HR. Hakim, Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah).

Pada waktu sepertiga malam inilah dengan mengingat Allah maka hati kita menjadi tentram, sebagaimana firman

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan memngingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". (Ar-Raad 28).

Secara Psikologis pada waktu sepertiga malam yang terakhir juga menghembuskan suasana tenang yang luar biasa. Saat itulah kita merasakan kenyamanan dan ketenangan curhat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pada waktu itu pula kita merasakan kedekatan dengan Allah, ditunjang dengan kebersihan dan kejernihan jiwa dari hiruk pikuk dunia. Maka pagi harinya tubuh dan pikiran kita menjadi fresh dan segar kembali.

Kamis, 11 Maret 2010

Kebahagiaan Yang Terindah

Malam itu seorang Ibu paruh baya bersama dua anaknya hadir di Rumah Amalia. Selain ingin berbagi rizki dan berdoa bersama anak-anak Amalia, 'doa yang indah pada anak-anak Amalia membawa keberkahan dan ketentraman hati untuk kami sekeluarga..' tutur beliau.

Tiap malam Jumat di Rumah Amalia biasanya membaca Yaasin bersama. Beliau dan kedua putranya ikut membaca Yasin. AIr matanya berlinang. memanjatkan untuk suaminya yang tercinta. Hampir seumur hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada suaminya.

Kesuksesan yang diraih suaminya membuat hidup keluarga menjadi lebih baik. Anak-anak yang ke sekolah jalan kaki menjadi diantar pakai mobil. Rumah yang dulu panas kemudian ada pendingin. Kebutuhan hidup yang serba sulit menjadi tercukupi bahkan melimpah. 'Hidup kami bahagia Mas..'tutur beliau.

Dipuncak kariernya sang suami terlihat lebih sayang kepada keluarga. Sampai kemudian dikejutkan oleh kenyataan yang berbeda. Suaminya meninggalkan rumah bersama perempuan lain yang justru dikenalnya. Hatinya hancur karena harus banting tulang untuk menghidupi anak-anaknya. 'Hanya pada Allahlah saya memohon dan berserah diri..' ungkap beliau. Sampai batas titik nadir Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji dirinya.

Bertahun-tahun suami pergi meninggalkan dirinya dan anak2nya. Tiba-tiba suaminya datang kembali ke rumah dengan membawa dua anak dari istri mudanya. Suaminya bercerita bahwa istri mudanya telah meninggal dunia, usahanya mengalami kebangkrutan dan menjadi pengangguran. Dipeluk suaminya dengan tertumpah semua air mata. Didekap erat tubuh suaminya, dia bersedih sekaligus gembira karena suaminya telah kembali. Air matanya tak terbendung. Seolah penderitaan yang dialami selama ini tak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh sang suami.

'Rumah menjadi ramai karena anggota keluarga bertambah, biasa kami bertiga sekarang menjadi berenam,' kata beliau. 'Saya mengajarkan kepada anak-anak bagaimana mengubah benci menjadi cinta karena begitulah Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita sampai akhirnya anak-anak saya menerima dengan baik, saudara-saudaranya dari istri muda ayahnya. Mereka berkumpul dan bermain bagai saudara sekandung.' tutur sang Ibu terlihat wajahnya yang telah termakan usia.

Setiap hari suaminya pergi mencari nafkah, berangkat pagi sampai pulang malam. Pada suatu hari suaminya sakit terkena Bronchitis dan muntah darah. Dua bulan kemudian sang suami meninggal dunia dipangkuannya. Dielus dan dibelai rambut sang suami yang telah memutih. Meninggal dengan senyuman dengan kasih sayang seorang istri. Semua anak-anaknya menangisi kepergian ayahnya. Ayah yang dicintai oleh anak-anak dan istrinya.

Malam itu beliau berpesan kepada saya, 'Mas Agus, silahkan tulis kisah saya agar bisa membantu mereka yang mengalami peristiwa seperti saya menjadi tegar dan kuat. Puluhan tahun saya benci, marah dan kesal namun saya bisa merubah menjadi cinta dan kasih sayang kepada orang yang telah menyakiti hati saya karena tiada kenal lelah saya berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar keluarga kami diberkahi dan Allah membuktikan janjiNya kepada kami, memberikan kami dan keluarga sebuah kebahagiaan yang terindah.' Ucap beliau dengan air mata yang bercucuran. Subhnallah...

---
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS Ath-Thalaq 4).

Doa Hari Ini

Izinkan pagi hari yang indah ini saya berdoa untuk teman2 semua, 'Ya Allah, Ya Tuhan kami, sembuhkan saudara2 kami yang hari ini sedang sakit. Limpahkan rizki bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, berikanlah jodoh yang sholeh/sholehah bagi yang ingin segera menikah, berikanlah momongan bagi mereka yang segera menginginkan keturunan, jadikanlah keluarga kami, keluarga yang tentram dan penuh berkahMu, ampunilah dosa2 kami ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim..

Amin Ya Robbal alamin..

Rabu, 10 Maret 2010

Senyum Adalah Shodaqoh

Ada seorang pria berjalan memasuki tempat cukur rambut yang banyak pengunjungnya, sambil menggandeng seorang anak laki-laki berambut gondrong. Si tukang cukur mendudukkan anak itu disatu-satunya kursi yang masih kosong dan mulai memotong rambut anak itu.

Belum berapa lama, pria tadi menggeliat, menguap dan berkata, "Aku hendak keluar mencari udara segar."

Tidak lama kemudian, si tukang cukur telah selesai memotong rambut si anak tadi dan sambil menyikat sisa-sisa rambut di baju lusuh anak itu, si tukang cukur itu menyindir dengan sinis.

"Aku harap ayahmu tidak melupakanmu di sini."

"Oh, dia sih bukan ayahku."

"Bukan ayahmu? Lalu dia itu siapa?"

"Nggak tahu," jawab anak itu. "Pria itu berjalan mendekatiku ketika aku sedang bermain dengan teman-teman dan dia tanya, apakah saya mau potong rambut gratis."

Cerita diatas saya hanya ingin mengajak teman-teman untuk tersenyum sebab sebagaimana Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita 'Tabassumuka fi wajhi akhika shodaqoh, artinya 'Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh (HR. Muslim).

Jadi, Sudahkah anda tersenyum dipagi hari yang indah ini?