Rabu, 29 Agustus 2012

Bertemu Jodoh di Jalan Allah

Sahabatku, Bagaimana caranya bertemu jodoh di jalan Allah? Jawabnya mudah, "Berjuanglah di jalan Allah maka bertemu jodoh dijalan Allah." Bagi setiap orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan maka dia hanya mencari pasangan hidup yang berada pada area yang sama, yang bisa mendukung mimpinya yang indah dalam hidup ini. Itulah sebabnya pasangan hidup yang menemukan cintanya di medan perjuangan akan cenderung tahan terhadap kerasnya ombak dan badai samudra kehidupan karena cinta merupakan sebuah perjuangan untuk mencapai sebuah mimpi indahnya. Pertemuan jodoh di cafe, di gedung film, di pesta tentunya berbeda dengan pertemuan jodoh di tenda darurat, di bakti sosial, juga di tempat-tempat perjuangan dijalan Allah. Suasana dimana tempat bertemu sangat menentukan bobot cinta itu sendiri. Bagi mereka yang memiliki sebuah keyakinan dia akan tahu kemana arah dan tujuan hidupnya, dia akan mampu menahan penderitaan sebab hidup adalah perjuangan. jika sudah tiba saatnya dia melihat anak cucunya ditempat terhormat karena apa yang telah dilakukannya.

Bertemu jodoh dijalan Allah adalah bertemunya dua hati yang berbeda namun memiliki satu mimpi indah. Mimpi itu mampu membangun spirit bagi orang-orang disekitarnya agar melakukan hal-hal yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Mimpi itu bagaikan virus yang menyebar dengan cepat, yang mampu merubah dunia menjadi lebih baik dimana tidak ada lagi orang yang lemah dalam menghadapi kehidupan. Itulah mimpi orang-orang yang ingin menjadikan keluargaku, surgaku dan dimana setiap orang mampu menjadikan keluarga sebagai medan perjuangan menggapai keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. "`Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yg benar.'(QS Al-Hujurat:15).

Senin, 27 Agustus 2012

Pilihlah, Jodoh Yang Menenteramkan!

Sahabatku, pada ujung hadis Nabi berbunyi, pilihlah pasangan yang “memiliki” agama, maka kalian akan beruntung, fadzfar bizatiddin, taribat yadaka. Hadis tidak menyebut fadzfar mutadayyinatan (orang beragama) tetapi bidzatiddin, orang yang memiliki agama. Kata dzatiddin disini mengandung arti substansi (jauhar) atau sifat (`ardl) , jadi jodoh yang dzatiddin adalah orang yang beragama secara substansial atau dapat dilihat sifat-sifatnya sebagai orang yang mematuhi agama. Lalu apa substansi agama itu ? Secara vertikal orang yang memiliki agama itu mengimani, meyakini sepenuhnya adanya Allah sang Pencipta Yang Maha besar, Maha Adil, Maha Pemurah, Maha Pengampun, yang oleh karena itu sebagai manusia atau hamba Allah, ia tidak sanggup untuk sombong, sewenang-wenang, kikir . Secara horizontal orang yang beragama secara substansial akan berusaha secara maksimal menjadikan dirinya memberikan kemanfaatan maksimal kepada manusia dan makhluk lain, karena manusia tak lain adalah pengejawantahan kasih sayang Allah.

Nah, bayangkan memiliki pasangan yang karakteristik keberagamaanya seperti itu pastilah janji Rasul akan terbukti, yakni memperoleh keberuntungan. Jodoh yang bizatiddin, belum tentu yang lulusan pesantren, belum tentu yang pandai berkhotbah agama, karena hal itu baru indikator lahir. Karakteristik bidzatiddin akan terasa dalam berkomunikasi, dalam berinteraksi, dalam bertransaksi, yakni subtansi agamanya akan terasa menyejukkan, menentramkan, membangun semangat, menumbuhkan etos , “mengagumkan” , terkadang seperti tidak rasional tetapi setelah direnungkan justru sangat rasional, dan susah dimusuhi, susah pula diprovokasi. Dalam realita kehidupan ada orang yang beragama lebih menonjolkan syari’at lahir sehingga agamanya nampak “gebyar-gebyar”, tetapi setelah sering berkomunikasi, lama berinteraksi dan berkali-kali bertransaksi, lama-kelamaan “gebyar-gebyar” agamanya tidak bisa diapresiasi, hilang kekaguman, hilang respek, meski tidak sampai menjadi musuh. Sebaliknya ada orang yang nampaknya sangat sederhana keberagamaanya, bahkan seperti mualaf atau seperti abangan saja, tetapi setelah lama berkomunikasi, berinteraksi dan bertransaksi, kekaguman muncul, sangat respek dan menjadi sumber inspirasi dalam menghayati keindahan hidup, dan itulah karakteristik dzatiddin yang sebenarnya, jodoh yang menenteramkan hati di dunia dan akhirat.

Minggu, 26 Agustus 2012

Mencintai Sampai Akhir hayat

Di Rumah Amalia, seorang Ibu bertutur bahwa empat puluh tahun yang lalu disaat dirinya menikah dengan orang yang dicintai, "kami saling bertukar kata mutiara." Dilembar kertas itu ia mendapatkan sebuah kata mutiara yang indah dari sang suami. "aku mencintaimu karena aku mencintai Allah." Kata itu terpatri didalam hatinya sehingga mampu mengarungi bahtera rumah tangganya. Sampai satu hari suaminya jatuh sakit, terbaring lemah di rumah sakit, suaminya tak sadarkan diri. Ia selalu berada disisinya, berdoa di dalam hati memohon kepada Allah untuk kesembuhan suaminya.

Beberapa kali suaminya tersadar dan senyum seolah mendengar semua doa-doanya. Ia bersyukur disaat suaminya lemah masih selalu ingat tiba waktu sholat, selalu ingat Allah. Ia merasakan kasih sayang Allah yang begitu besar. "Mas, terima kasih atas cintamu kepadaku, karena cintamu kepada Allah." Suaminya tersenyum lemah, menggenggam erat tangannya disaat ia mengucapkan kata-kata itu. Sang suami akhirnya menghembuskan napas terakhir. Air matanya mengalir tak tertahankan. Kepedihan begitu teramat mendalam. Sekalipun suaminya telah tiada, senyumnya masih tertinggal didalam lubuk hatinya. Ia merasakan cinta yang tumbuh dihatinya berasal dari limpahan cinta Allah untuk dirinya dan suaminya.

Jumat, 24 Agustus 2012

::♥ Jangan Biarkan Aku Mati Tanpa Cinta-Mu ♥::

Bismillahirrahmanirrahim,,,

Ada gambar di dinding kalbuku..
Sebuah nama yang terukir kuat di dinding kepastianku..
Tiada yang lain selain hanya gambar diri-Mu.
Ada tentram dibalik dinding hatiku,,
Saat nama-Mu kusebut berulang-ulang
dalam gelapnya malam dan gulitanya siang..

Ya Rabbi, jangan biarkan cintaku berpaling dari cinta-Mu,
tenggelamkanlah nyawaku dalam lautan rindu-Mu..
Hanya kerana Engkaulah bahagiaku
meliputi segala darah yang mengalir di tubuhku..

Sejuta peri Kau turunkan untukku,
Sudah dengan seribu macam paket karunia dan berkah-Mu..
Namun bukan itu harapku, ya Rabbi.
Aku hanya butuh sambutan hangat dalam rumah-Mu ,karena senyum-Mu adalah segalanya bagiku.

Aku selalu merindukan wajah cantik-Mu
Aku mencintai-Mu melebihi cintaku pada diriku..Hidup dan matiku karena cinta-Mu adalah kebahagiaan untukku
Ya Rabbi, jangan biarkan aku mati tanpa cinta-Mu!

~♥~ UKHTI AKU CEMBURU PADAMU~♥~

Ukhti aku cemburu padamu..
Saat kau marah kau mampu memadamkan amarahmu..
Dan kau memilih menyimpannya
daripada meluapkannya,
Padahal ku tahu saat itu hatimu sedang terluka..



Ukhti aku cemburu padamu..
Saat mereka jalan-jalan Kau habiskan waktumu untuk hal yang berguna..
Kau tak hiraukan ajakan mereka
dan kau sibukkan dirimu dengan cinta Allah dan cinta Rasulullah SAW

Ukhti aku cemburu padamu..
Ketika mereka berkata dengan emosi yang meledak-meledak
dengan nada ancaman dan kasar..
Tapi kau balas dengan penuh kasih sayang
Kau tetap jalin persahabatan dan pertemanan..

Ukhti aku cemburu padamu..
Setiap hari kau panjangkan jilbabmu,
Kau tebarkan senyum semangatmu,
Padahal kau tahu saat itu
Mereka berbisik-bisik tentang perubahanmu itu..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan diammu,
dengan tunduknya pandanganmu
saat kau berhadapan dengan yang bukan muhrimmu..
Kau hanya bicara seperlunya saja
Karena kau takut pada fitnah dunia..

Ukhti aku cemburu padamu..
Disaat mereka semua sibuk ber-sms ria
dengan canda dan perhatian..
Tapi kau dengan tegas tidak memperdulikannya..
Kerana kau percaya jodoh itu ada padaNya,
tanpa Sms riapun jodoh pasti akan datang kerana kau tahu cinta seharusnya datang kerana Allah bukan karena bersms ria..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan ketaatanmu pada Robb kita..
Aku cemburu saat kau bisa melakukan hal yang Dia senangi dan Meninggalkan segala hal yang Dia benci..
Ukhti sungguh aku cemburu padamu
Robbi pasti sangat menyayangimu ukhtii,,
Ia pasti sangat mencintaimu,,
Karena ketaatanmu pada Nya :’)

Ukhtii darimu aku banyak belajar erti hidup..Iyaa tentang hidup
Karena kepuasan hidup bukan didapat saat segala hal yang kita ingin bisa terpenuhi, tapi tentang kepuasan saat kita bisa melawan bisikan-bisikan setan..

Semoga bermanfaat,,

Kamis, 23 Agustus 2012

::: Ajarkan Aku ...:::


Ajari kaki menginjak debu, biar menaruh rasa kepada yang tidak beralas, 
Biarkan angin membelai tubuh , supaya mata melirik pada mereka yang tidak berpakaian. Sesekali kosongkan perut , biar terasa rintihan kelaparan. 
Tidak akan pernah kita menaruh belas kasihan bila kita tidak pernah merasa susah. Kita tidak akan pernah mau bersujud tersungkur bila kita tidak pernah merasa dibawah...

Haruskah tangan Tuhan bermain?
Haruskah menjadi miskin dulu untuk bisa merasakan tangis kesusahan?
Haruskah bibir kita dikunci dulu biar tidak tenggelam dalam tawa berkepanjangan?
Haruskah kita menjadi terhina dulu , untuk bisa mengulurkan tangan?

"Wahai Tuhan-ku ..Ajarkan aku untuk bisa mensyukuri segala nikmat-MU yang telah Engkau anugerahkan kepada ku dan kepada ibu bapakku. Bimbinglah aku untuk bisa berbuat kebaikan yang Engkau ridhai. Sertakan aku dalam golongan hamba-MU yang selalu berbuat baik"
(Qs An-naml : 19 )

::: Tiga Menit di Malam Panjang :::

Ini adalah kisahku. Menaruh hati diam-diam pada seorang lelaki taat yang selalu membuat hari-hariku menjadi indah dan berwarna. Sayangnya, sama sekali tak ada keberanian yang aku tunjukkan untuk mengungkapkan r
asa itu. Aku selalu merasa puas dengan apa yang kulakukan. Melihatnya dari jauh dan mendoakannya selama tiga menit dalam malam panjangku.

"Tiga menit dalam empat tahun. Bukankah itu waktu yang lama? Tidak, itu bukan waktu yang lama, tetapi waktu yang tepat bagi-Nya untuk mempersatukan aku dengan lelaki yang kucintai diam-diam."


Aku masih menyimpan rasaku diam-diam kepadanya. Hingga tahun kedua aku bisa melihatnya tampak semakin dewasa. Sedangkan aku masih saja takut-takut melihatnya. Namun, kau tahu satu yang pasti? Aku masih mendoakannya dalam malam-malam panjangku. Tiga menit untuknya.
Kubisikkan diam dan dalam. Sungguh, ketaatannya pada agama membuatku sangat tertarik padanya.

Satu lagi yang pasti, aku berharap semoga ia belum berpasangan dengan wanita manapun.
Kini, sudah tahun keempat aku melihatnya. Tak pernah ada tegur sapa di antara kita, kecuali sapaan senyum jika saling berpapasan. Sungguh, aku selalu deg-degan setiap kali mendapatkan senyuman yang kurasa maut itu.

Hingga, ia datang dengan wajah berseri, menyampaikan satu niatan besar dalam hidupnya. Saat itu, usai sholat dhuhur, aku tengah melipat mukena, tak menyadari kehadirannya sama sekali.


"Aku ingin kau menjadi makmumku."


Bengong. Ya, ekspresiku saat itu hanya bengong, kaget, campur tak percaya. Kau tahu betapa menegangkannya dilamar dalam keadaan tak siap. Lalu, sejurus kemudian ia mengangguk mantap seraya tersenyum lebar.


"Aku percaya dan yakin, kau bisa menjadi ibu dari anak-anakku kelak."


Yaa Allah... aku benar-benar speechless mendengarnya. Bayangkan saja, doa tiga menitku ternyata dikabulkan. Tiga menit dalam empat tahun. Bukankah itu waktu yang lama? Tidak, itu bukan waktu yang lama, tetapi waktu yang tepat bagi-Nya untuk mempersatukan aku dengan lelaki yang kucintai diam-diam.


sumber : vemale