Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

4 Perkara Yang Menghapus Dosa

Cintaukhti.blogspot.com Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan pelajaran amat bagus tentang apa saja amalan yang bisa menghapuskan dosa. Penjelasan tersebut begitu ringkas dan sederhana yang semoga dapat menyentuh hati kita sehingga tidak terus berlarut dalam kubangan dosa.

Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

Dosa dapat terhapus dengan beberapa hal yaitu:


Pertama: Taubat.

Kedua: Istighfar yang tidak tercakup dalam taubat. Sesungguhnya Allah mengampuni dan mengijabahi do’a hamba-Nya walaupun ia hanya beristihfar tanpa menyertakan taubat di dalamnya. Namun jika taubat disertai dengan istighfar, maka itu lebih sempurna.

Ketiga: Amalan sholih yang menghapuskan dosa. Amalan yang lebih bermanfaat adalah amalan yang sifatnya umum maupun khusus (dalam menghapuskan suatu dosa). ... Pengampunan dosa di sini diperoleh jika seseorang mengikutkan kejelekan dengan kebaikan. Yang dimaksud hasanaat (kebaikan) adalah sesuatu yang dianjurkan oleh Allah melalui lisan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa perbuatan, akhlaq dan sifat.

Keempat: Musibah sebagai penghapus dosa. Musibah adalah segala sesuatu yang terasa menyakitkan berupa rasa gelisah, sedih dan rasa sakit yang menimpa harta, kehormatan, jasad atau yang lainnya. Namun musibah ini datang bukan atas kehendak hamba.[1]

Semoga jadi pelajaran berharga.

Written in tonight, 4th Dzulqo’dah 1431 H, in KSU, Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

By: Muhammad Abduh Tuasikal

www.rumaysho.com

Kamis, 17 Juni 2010

Kenapa Yahudi Pintar ?

Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis
dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani
housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal
yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa
Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan
Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California ,
terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi
kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis
untuk PhD-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8
tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan
awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu
akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku
matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena
temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa
soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" Dia menjawab,
"Iya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang
melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini membuat Stephen
tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya.


Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh
si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung sang
ibu suka sekali
memakan kacang badam dan korma bersama susu.

Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa
kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang.


Menurut wanita Yahudi itu, daging
ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang
tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam
kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam
kewajiban untuk ibu-ibu yang sedang mengandung mengkonsumsi pil minyak ikan..

"Ketika saya diundang untuk
makan malam bersama orang-orang Yahudi, perhatian utama saya adalah menu
mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi
atau fillet)."


Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan
daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan
tak bagus dimakan bersama. Salad
dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badam.


Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan hidangan
utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan
dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi atau
roti) dahulu kemudian buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa mengantuk,
lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.


Di Israel, merokok adalah tabu,
apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa
sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda
merokok di luar rumah.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat
merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya,
keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu
penemuan yang dahsyat ditemukan oleh saintis yang mendalami bidang gen dan DNA.


Perhatian Stephen selanjutnya adalah
mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal
adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan
(code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka
memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak kecil mereka telah
dilatih main piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka
bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal
menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran
banyak pakar musik dari kaum Yahudi.


Seterusnya di kelas 1 hingga 6,
anak-anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA
sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, perbandingan anak-anak di
Calfornia, dalam tingkat IQ-nya bisa dikatakan 6 tahun kebelakang!


"Segala pelajaran akan dengan
mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga menjadi
kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan ialah memanah, menembak, dan
berlari. Menurut teman saya ini memanah dan menembak dapat melatih otak
memfokus sesuatu perkara disamping mempermudah persiapan membela negara."

"
Selanjutnya perhatian saya menuju ke
sekolah tinggi (menengah) disini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains.
Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala
kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau
yang diteliti itu berupa senjata, medis, dan teknik. Ide itu akan dibawa ke
jenjang yang lebih tinggi."

"Satu lagi yang diberi
keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka
begitu agresif dan serius belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas,
mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Dan
Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan
sebanyak US$ 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. "


Kesimpulan, pada teori Stephen adalah,
melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan
perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa
generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di
Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina? Terjawab sudah mengapa
agresi Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada
pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza .

Seperti yang kita ketahui, setelah
lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat Holocaust itu sudah mencapai lebih
dari 900 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak
bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismail
Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah
hafidz al-Qur'an.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz al-Qur'an ini menjadi sumber ketakutan Zionis
Yahudi. "Jika dalam seusia muda itu mereka sudah menguasai al-Qur'an,
bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran
yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika anak Palestina menjadi para penghapal al-Qur'an. Kondisi Gaza
yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens
berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada yang main playstation atau game. Namun
kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghapal yang masih begitu belia.
Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghapal al-Qur'an itu
telah syahid.


Perang panjang dengan Yahudi akan
berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang
Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Ambil contoh tetangga kita yang
terdekat, Singapura.


Contoh yang penulis ambil sederhana
saja, rokok. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "goblok"?
Kata goblok diambil bukan dari penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon
sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti yang menyokong teori ini. "Lihat
saja Indonesia ," katanya seperti dalam tulisan itu.

"Jika Anda ke
Jakarta , dimana saja Anda berada; dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke
museum, hidung Anda akan segera mencium asap rokok! Dan harga rokok? Cuma 70
sen dolar! Hasilnya! Dengan penduduk berjumlah jutaan orang, ada berapa
banyakkah universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh
sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri?
Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Di tangga
berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Adakah ini bukan
akibat merokok? Anda pikirlah sendiri?"


Sumber : Sabili Edisi No. 16 Th XVI 26 Februari
2009/1 Rabiul Awal 1430H


Sabtu, 08 Mei 2010

Seribu Mesjid Satu Jumlahnya


***
~Seribu Mesjid Satu Jumlahnya ~
By Emha Ainun Najib

Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati

Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu

Dua
Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati

Tiga
Masjid batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada

Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta’ala
Kita diajari mengenali-Nya

Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah, kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna

Empat
Sangat mahal biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya kita zikirkan

Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya

Lima
Masjid ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup mencopetnya

Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya

Jika kita berumah di masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita

Enam
Masjid itu dua macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita bawa masuk kuburan

Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya

Tujuh
Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala

Tetapi mereka yang sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan

Maka hanya bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat

Delapan
Bahkan seribu masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah

Sesekali kita pertengkarkan soal bid’ah
Atau jumlah rakaat sebuah shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh kemesraan kembali

Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil menggali penemuan model imamah

Sembilan
Seribu masjid dibangun
Seribu lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa depan kita cicilkan

Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan kawruh

Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan hikmah kepemimpinan

Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya ‘Alal Falah!

1987

Selasa, 27 April 2010

TERAPI WARNA SESUAI JENIS PENYAKIT



TERAPI WARNA SESUAI JENIS PENYAKIT

COBALAH memanfaatkan warna di sekitar Anda saat sedang mengalami gangguan emosi atau fisik. Terapi warna dinyatakan bisa membantu menyeimbangkan gangguan fisik, emosional dan spiritual. Masing-masing warna memengaruhi cakra tubuh yang berbeda, sehingga mengatasi masalah yang berbeda-beda pula.



Bagaimana cara menggunakannya? Terapis warna menggunakan satu atau beberapa objek untuk memancarkan warna ke dalam tubuh. Beberapa terapis menggunakan batu permata, lilin, lampu, kristal, prisma, kain, lensa mata berwarna, atau laser berwarna. Akan tetapi, cara menggunakan cahaya ini bukanlah faktor terpenting. Yang perlu Anda perhatikan adalah warna yang digunakan.



Sebagai contoh, terapis tidak akan menggunakan warna merah untuk memulihkan pasien dengan amarah. Terapi akan menggunakan warna biru atau warna tenang lainnya.



Untuk membantu Anda menggunakan terapi ini, berikut pilihan warna sesuai dengan gangguan yang Anda alami:



Merah

Menggambarkan api, kemarahan, dan hasrat. Warna ini menstimulasi akar cakra di pangkal tulang belakang.Merah, seperti diuraikan di situs hubpages.com, merupakan warna yang sangat kuat, sehingga mampu menstimulasi aliran darah ke anggota-anggota tubuh. Warna ini bermanfaat dalam mengatasi berbagai penyakit seperti tekanan darah rendah, rematik, kelumpuhan, anemia, serta tuberculosis stadium lanjut. Selain itu, warna ini juga membantu meredakan kekakuan, menstimulasi ovulasi dan menstruasi, melonggarkan hambatan dan menstimulasi pertumbuhan.



Oranye

Melambangkan kebanggan dan kemakmuran, menstimulasi cakra sakral.Oranye merupakan warna yang menguatkan energi dan menstimulasi saraf dan suplai darah. Warna ini bisa membantu menangani gangguan seperti batu ginjal, batu empedu, hernia, usus buntu dan produksi susu setelah melahirkan. Selain itu, warna ini juga menstimulasi kreativitas, meredakan ekspresi seksual berlebih, menstimulasi paru-paru, membantu pencernaan dan pernafasan, meredakan kram otot dan meningkatkan aktivitas tiroid.



Kuning

Melambangkan kebahagiaan dan menstimulasi solar plexus.Kuning merupakan warna yang bisa menstimulasi otak, perut, usus, limpa dan hati. Warna ini bisa membantu menangani diabetes, gangguan pencernaan, konstipasi, sipilis, impotensi, infeksi mata, infeksi tenggorokan, gangguan hati dan ginjal. Warna ini bisa berperan sebagai laksatif dan diuretik, menguatkan saraf, meredakan rasa sakit, meningkatkan kesehatan kulit dan menyembuhkan jaringan yang luka.



Hijau

Melambangkan harmoni dan alam. Warna ini menstimulasi cakra jantung.Hijau merupakan alat penenang ringan yang bisa membantu menangani kondisi seperti demam, mag, flu, malaria, gangguan seksual, kanker dan kondisi peradangan. Selain itu, warna ini juga berfungsi menguatkan mata dan daya panjang, ketidakseimbangan emosional, memurnikan tubuh dari kuman-kuman dan bakteri, menyembuhkan ginjal, menguatkan sistem kekebalan tubuh, dan membangun otot, tulang serta jaringan.



Biru

Melambangkan ketenangan dan kesedihan. Warna ini menstimulasi cakra tenggorokan. Biru merupakan warna yang bisa menenangkan. Warna ini bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit, mengurangi perdarahan, menyembuhkan luka bakar, mengatasi asma, tekanan darah tinggi, gangguan kulit, dan gangguan pernafasan. Selain itu, warna biru juga membantu mengatasi peradangan, menghentikan perdarahan, meredakan demam, meredakan stres, rasa nyeri, serta menenangkan agresi dan histeria.



Nila-Menstimulasi cakra alis mata

Nila merupakan warna penyeimbang karena warna ini merupakan perpaduan antara merah dan biru. Nila membantu memurnikan aliran darah, membantu kondisi mental, menstimulasi kasih sayang yang mendalam, dan memulihkan penyakit mata dan telinga.



Ungu/Lemabayung-Melambangkan relaksasi dan keyakinan

Ungu merupakan stimulan yang memadukan merah dan biru. Warna ini bisa digunakan untuk mengatasi konstipasi kronis, katarak, migrain, gangguan kulit, keputihan, gangguan rahim serta membantu mata, telinga dan sistem saraf. Di samping itu, warna ungu juga bisa mengatasi gangguan emosi, radang sendi, insomnia, stres, mengurangi gairah seksual, mengurangi kepekaan terhadap rasa sakit dan memperlambat jantung yang terlalu aktif.



Putih-Melambangkan kemurnian

Putih merupakan warna penyembuh. Untuk membantu menyembuhkan area tertentu yang mengalami gangguan, cobalah mengarahkan warna putih langsung ke area tersebut. Putih biasanya digunakan sebagai pemulih spiritual.



Magenta (merah keunguan)

Magenta membantu menstimulasi adrenalin dan aktivitas jantung. Warna ini bisa membantu menentukan dan menguatkan pandangan Anda mengenai tujuan hidup.



Merah jambu

Warna ini membantu mengatasi emosi, meredakan kesedihan, meremajakan diri, dan mendekatkan Anda dengan perasaan sendiri.



Biru kehijauan/pirus.

Pirus merupakan paduan dari warna putih, hijau dan kuning. Warna ini bisa meningkatkan intuisi dan sensitivitas, berperan sebagai antiseptik, meredakan stres, menjaga kesehatan kulit serta membantu mengencangkan sistem organ.



(oleh : Ikarowina Tarigan , Hidup Sehat, Media Indonesia)

Sabtu, 24 April 2010

Haruskah Aku Mengeluh???


Haruskah Aku Mengeluh???

Haruskah aku mengeluh? Sementara Allah memberikan nikmat Islam kepadaku. Nikmat yang menerangi jalanku. Nikmat yang menunjukan jalan menuju keselamatan. Nikmat yang memberi petunjuk untuk sukses dunia akhirat.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dianugrahi orang tua yang bijak. Yang menjadi inspirasi hidupku. Yang membimbingku ke arah hidup yang lebih baik. Yang membesarkanku dan membimbingku. Yang tidak pernah lelah menjaga dan merawat agar aku tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Yang rela berkorban demi kebaikanku.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dijodohkan dengan seorang istri yang cantik dan penyabar. Yang selalu menemani suka maupun duka. Yang selalu mendoakanku sehabis shalat. Yang selalu memberikan dorongan agar aku terus bergerak. Yang memberikan kekuatan saat aku lemah. Yang tanpa lelah melayani keperluanku.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dilahirkan ditengah saudara-saudara yang baik hati. Saudara yang suka menghibur aku, saudara yang selalu siap menolong aku. Saudara yang sering aku mintai nasihat dan pendapat. Saudara-saudara yang secara bersama berjuang demi kebaikan bersama. Saudara-saudara yang membuat aku berani menjalani hidup.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku diberikan banyak kelebihan. Aku memiliki kemampuan belajar, aku memiliki kemampuan bicara, aku memiliki kemampuan menulis, dan keyakinan bahwa masih bisa memiliki kemampuan-kemampuan yang lainnya.

Dan masih banyak nikmat-nikmat dari Allah yang tidak bisa aku sebutkan, banyak sekali bahkan tidak akan terhitung.Ternyata tidak ada alasan untuk mengeluh.