Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

::: Ketika Harus Memilih :::

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan,
mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka.

Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?".

Jawab orang itu, "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu",

lalu tanya prajurit itu lag,i "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas",

jawab orang itu lagi, "Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "Hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"

Jawab orang kaya itu "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku".

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "Mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?".

Mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?".

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?",

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "Tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu".

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi. "Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran mengapa bisa begitu?". "Bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan"

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini. Lalu ia melanjutkan perkataannya "Lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil". "Tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi. "Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini,untuk menjadikannya emas yang murni".

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "Wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja".

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya". Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Sahabat pesan apa yang kita peroleh dari kisah di atas?
Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, Mungkin pertama kali anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik.

Ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan emas anda, jadi peliharalah pasangan anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan.
(sumber = cerita motivasi)


::: Hidup Ternyata Sangat Sederhana :::

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”


”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.”

Dari Sahabat, semoga bermanfaat, barakallah fiikum...

@DewoSudrun

::: Gunakanlah Apa Yang Anda Miliki :::

Sebagian besar dari kita mempunyai tangan, kaki dan anggota tubuh yang sama dengan yang dimiliki orang lain. Tetapi mengapa tidak setiap orang bisa mencapai hasil maksimal dengan apa yang dia miliki?
Mengapa orang tidak menggunakan bakatnya?
Kita adalah pemimpin bakat kita.
Kita punya tanggung jawab untuk mengembangkan dan menggunakan nya.
Kita harus menerima bakat yang dianugrahkan Tuhan kepada kita dan mensyukurinya.
Satu-satunya cara bagi kita untuk menyatakan rasa syukur adalah dengan mengembangkan bakat itu.

Menurut Fred Smith, ada beberapa alasan mengapa orang tidak mengembangkan dan menggunakan bakatnya :

1. Pengingkaran.

Banyak orang merasa senang dengan mengingkari sebuah bakat. Mereka menggunakan dalih "Kasihan diriku yang malang" ; "Saya hanya ibu rumah tangga " ; "saya hanya tamatan sekolah menengah "
Coba kita perhatikan berapa banyak orang sukses yang hanya tamatan sekolah menengah tapi berhasil dalam bidangnya dengan gemilang.
Bagaimanapun juga bila mereka mengingkari bakat-bakat mereka tidak mungkin bisa membujuk orang lain untuk percaya bahwa mereka benar-benar tidak mempunyai apapun untuk ditawarkan.

2. Kegemaran menunda-nunda

Mereka akan menggunakan bakatnya dimasa depan yang tidak ada atau pada suatu ketika kelak....... ("pada suatu ketika kelak saya akan....") yang merupakan tempat yang tidak ada.
Pada suatu ketika kelak merupakan satu alasan terbesar yang pernah diberikan.
Besok pagi adalah alat penghemat tenaga paling hemat yang pernah diungkapkan.

3. Rasa Takut

Rasa takut ( yang merupakan kebalikan iman ) adalah alasan utama untuk tidak menggunakan bakat kita. Failure (kegagalan ) mengandung arti peristiwa dan bukan orang, maka mereka memutuskan untuk mengambil cara aman dan sama sekali tidak melakukan apapun. Kemudian mereka tidak akan gagal karena mereka tidak pernah mencoba.

4. Rasa Tidak Bertanggung jawab

Mereka merasa lebih enak menyalahkan hal dan orang lain untuk kegagalannya. Mereka tidak menerima tanggung jawab apapun untuk kegagalan. Dan lebih senang menyalahkan sistem . Dalam pikirannya tidak bertanggung jawab bukan kegagalan. Tetapi menerima tanggung jawab dan tidak berhasil itulah yang merupakan kegagalan.

Setiap orang mempunyai pilihan. Berhasil tidaknya seseorang sangat bergantung pada bagaimana mereka menindak lanjuti apa yang mereka pikirkan dan menggunakan bakat yang mereka miliki.
Pemecahan yang terbaik adalah melakukannya Sekarang!...

Jangan menunggu sampai anda mengambil tindakan positif
Ambillah tindakan dan kemudian anda akan ingin melakukannya.

Yang penting bukanlah apa yang anda ketahui atau siapa yang and kenal
Apa diri anda itulah yang akhirnya sangat penting..............

(Referensi : Zig Ziglar "Puncak Sukses")
=BC/15/11/09=

Kamis, 19 Juli 2012

::: Never GIVE UP :::

Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal besar & ditertawai kaumnya.

Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.


Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah
memukulkan tongkatnya.

Nabi MUHAMMAD SAW pun belum Tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran
yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah..

Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah ∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ dan
tanpa berhenti Berharap yg Terbaik...

Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, ∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintahNYA.

BIASANYA Tangan2 ∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ Bekerja di-detik detik Terakhir dalam Usaha Hamba-Nya..

So, Never Give Up, Make Better For the Best..

Kalaupun Hasil Yang kita Usahakan Jauh dari Harapan bahkan Menyakitkan, Jangan kita
berkecil hati...

Karena Sering ∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ mencintai kita dengan cara2 yang kita benci...

Tetap HUSNUDZON kpd ∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ apapun yg terjadi.

∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ berfirman: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(Qs. Al Baqarah : 216).

Tak ada yang tidak mungkin di sisi Allah SWT
(BK)

Senin, 31 Oktober 2011

::: TUHAN Tak Pernah Tidur :::


Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan. Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh. Benar saja, hujan mulai deras,
dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya
, saya berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja.

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih,orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam. "Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru...


Tuhan itu tidak pernah istirahat, begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan.....". Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.


Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi,dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok. Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya."Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare.....Gusti Allah Ora Sare.....


Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar. Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar,dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.


Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa. ku berdoa agar diberikan kekuatan...Namun, Allah memberikanku cobaan agar ku kuat menghadapinya.* ku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...Namun, Allah memberikanku masalah agar ku mampu memecahkannya. ku berdoa agar diberikan kecerdasan...Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar kudapat belajar dari-Nya ku berdoa agar diberikan keberanian...Namun, Allah memberikanku persoalan agar ku mampu menghadapinya. ku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang..... Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar ku dapat berbagi dengannya. ku berdoa agar diberikan kebahagiaan...Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar ku dapat memanfaatkannya.

(dari millis motivasi)


Minggu, 14 Agustus 2011

::: 44 Cara Untuk Menjalani Kehidupan :::

1. Berikanlah orang-orang di dekat mu sesuatu yang lebih dari yang mereka harapkan dan lakukanlah dengan senang hati dan ikhlas.

2. Jangan percaya akan semua apa yang kamu dengar, kadang ada orang-orang yang mengarang sesuatu untuk melemahkan kamu. Mereka menginamu hanya untuk menutupi kekurangan mereka sendiri.

3. Ketika kamu berkata, “Aku cinta padamu”, bersungguh-sungguhlah dalam mengatakannya. Saat kamu berkata, “Maafkan saya”, lihat mata nya dalam-dalam.

4. Percayalah cinta pada pandangan pertama.


5. Jangan pernah menertawakan impian orang lain.

6. Cintailah seseorang dengan sepenuh hati. Kamu mungkin akan terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup yang sepenuhnya.

7. Percayalah bahwa sayap yang patah akan kembali
tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

8. Dalam pertengkaran, berkelahilah secara adil. Jangan sampai menyimpan dendam.

9. Jangan menilai orang dari kebiasaan mereka atau dari keadaan keluarga mereka.

10. Bicaralah perlahan tapi berpikirlah cepat.

11. Kadang, berkumpulah dengan orang yang lebih tua 10-15 tahun darimu. Kau akan mengetahui manfaat nya setelah melakukannya.

12. Ketika seseorang mengajukan pertanyaan yang tidak ingin kamu jawab, jangan tunjukkan ketidaknyamanan mu. Cukup tersenyum dan berkatalah, “Mengapa kamu ingin tahu?”

13. Ingatlah bahwa cinta yang tulus dan kesuksesan yang besar membutuhkan risiko yang tinggi. Bijaklah untuk menjalaninya secara bersamaan atau kau akan kehilangan kedua-duanya.

14. Bahagiakanlah ibumu.

15. Ketika kamu kehilangan sesuatu, jangan sampai kamu juga kehilangan pelajaran dari peristiwa itu.

16. Ingatlah tiga H: Hargailah dirimu sendiri, Hargailah orang lain, Hadapi dan bertanggung jawablah atas semua tindakan yang kamu lakukan.

17. Rasa hormat belum tentu membawa persahabatan, tapi persahabatan tidak akan pernah ada tanpa rasa hormat.

18. Jangan biarkan pertengkaran yang kecil menghancurkan persahabatan yang besar.

19. Ketika kamu sadar bahwa kamu telah melakukan kesalahan, segeralah mengambil langkah untuk memperbaikinya.

20. Tersenyumlah saat menerima telepon. Karena sesungguhnya si penelpon akan mendengar dan melihat senyuman kamu secara nyata.

21. Menikahlah dengan pria / wanita yang kamu suka untuk diajak berbicara. Karena ketika kamu beranjak tua, keterampilan mereka dalam berkomunikasi akan sama pentingnya dengan sebuah kepercayaan yang telah lama kamu bangun.

22. Kadang, luangkanlah waktumu untuk menyendiri. Berkhayal lah sambil tertawa. Ingatlah hal-hal lucu di masa lalu.

23. Bila kamu ingin berubah untuk menjadi lebih baik, maka berusahalah untuk berubah sekarang juga. Jangan pernah menunggu waktu. Seperti kamu ketahui, waktu akan terus berputar dan mereka tidak akan pernah berhenti.

24. Tidak penting apa yang telah kamu pelajari hari ini, yang paling penting adalah : Apa yang telah kamu ajarkan hari ini.

25. Bacalah lebih banyak buku dan kurangilah menonton TV.

26. Hidup untuk berbuat kebaikan, adalah kehidupan yang terhormat. Ketika kamu beranjak tua dan berpikir kembali akan masa lalu, kamu akan bisa menikmati kebahagiaan itu untuk kedua kalinya. Orang yang di masa lalunya suka melakukan kejahatan tak akan menikmati masa tuanya.

27. Percayalah kepada Tuhan bahwa ia akan mengabulkan mimpi-mimpi kamu.

28. Sebuah suasana penuh cinta di rumah adalah hal yang sangat penting. Lakukanlah semua usaha untuk menciptakan keadaan tempat dimana kamu tinggal menjadi tempat yang harmonis yang tenang.

29. Perbedaan pendapat dengan orang terdekatmu adalah suatu hal yang biasa dan itu adalah situasi di hari ini. Jadi, jangan pernah mengungkit masa lalu.

30. Baca dan pahamilah sesuatu yang telah menjadi aturan. Lalu kerjakanlah sesuai peraturan untuk memperoleh hasil yang maximal.

31. Bagikanlah pengetahuan kamu kepada orang lain. Ilmu yang diajarkan kepada orang lain akan lebih lama nempel di kepala daripada ilmu yang hanya kamu simpan sendiri. Selain itu ilmu bermanfaat yang kamu ajarkan akan menjadi tabungan kamu di akhirat. Ini adalah salah satu cara untuk mencapai keabadian.

32. Belajarlah ilmu ikhlas. Itu sungguh mudah, jika kamu yakin.

33. Jangan pernah lupakan seseorang yang telah menghancurkan hidup mu di masa lalu. Ingatlah dia dan tertawalah sepuasnya. Kamu tertawa karena ternyata ada hikmah di balik semua itu.

34. Jadilah sesorang yang peduli dengan bumi. Pelajarilah artikel tentang Efek dari Global Warming.

35. Berdoalah. Karena ada beragam kekuatan di dalamnya. Tahukah kamu bahwa ada dua cara untuk mengubah takdir ? Salah satunya adalah doa.

36. Jangan pernah merasa puas dan bangga ketika kamu sedang disanjung. Sesunguhnya diatas langit masih ada langit.

37. Pikirkan kepentingan Anda sendiri. Jangan mencampuri urusan rumah tangga orang lain sebelum diminta.

38. Sekali setahun, pergilah ke suatu tempat yang belum pernah kamu datangi sebelumnya.

39. Jika kamu mempunyai banyak uang, gunakanlah untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Sesungguhnya kekayaan kamu hanyalah titipan dari Tuhan, gunakanlah sebaik-baiknya.

40. Ingatlah bahwa tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan kadang adalah sebuah keberuntungan. Karena jika kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan sesungguhnya kamu pasti akan mendapatkan apa yang kamu butuhkan.

41. Asahlah otakmu dengan berpikir terlalu keras (misalnya untuk mempelajari sesuatu yang belum kamu ketahui), lalu beristirahatlah saat kamu benar-benar lelah.

42. Bacahlah buku 10-15 menit sebelum tidur. Karena membaca adalah ibarat olahraga bagi otak.

43. Jangan pernah berharap kepada sesama manusia. Saya ulangi, JANGAN PERNAH BERHARAP KEPADA SESAMA MANUSIA. Hanya Tuhan lah yang pantas menjadi pengharapanmu.

44. Ingatlah bahwa takdir manusia telah ditulis di langit jauh saat sebelum manusia dilahirkan. Namun hanya ada dua cara untuk merubah takdir, yang pertama adalah doa dan usaha, dan yang kedua adalah Ilmu pengetahuan.

By : SriPurna Ciptati

::: Bersyukur :::

Pabila engkau BERDUKA CITA
MENGACA-LAH pada LUBUK HATI
Disanalah kau BAKAL MENEMUI
Bahwa sebenarnya engkau SEDANG MENANGISI
Sesuatu YANG PERNAH ENGKAU SYUKURI

Diantara kasih sayang ALLAH SWT pada manusia adalah
Dijadikannya orang-orang YANG TAAT pada_NYA KAYA HATI
Mereka WALAU HANYA makan beberapa SUAP NASI
Tetapi merasa telah MEMILIKI SELURUH DUNIA

Kamu akan menjadi MILIK HARTAMU
Jika kamu MENAHANNYA

Namun , bila kamu MENGINFAKKANNYA
HARTA tersebut AKAN MENJADI MILIKMU

Lebih baik MEMELIHARA apa yang ada DI TANGAN KITA
Daripada MENGEJAR apa yang ADA DITANGAN ORANG LAIN
Dan...
Jika kita TIDAK BISA MEMILIKI APA YANG KITA SUKAI
Maka kita HARUS MENYUKAI APA YANG KITA MILIKI

KESENANGAN terbesar adalah MELAKUKAN
Apa yang menurut orang lain TIDAK MAMPU kita lakukan

Mereka yang TIDAK PERNAH merasakan LAPAR
Tidak akan TAHU NIKMATNYA KENYANG
Mereka Yang TIDAK PERNAH merasakan SAKIT
Tidak akan tahu NIKMATNYA SEHAT
Dan mereka yang TIDAK PERNAH merasakan DISAKITI
TIDAK akan tahu BETAPA NIKMATNYA DISAYANGI ...

KELEMBUTAN dan KEHALUSAN Wanita
Merupakan Rahasia KECANTIKAN JIWANYA
KECANTIKAN WAJAH dan KEINDAHAN TUBUH bisa BERAKHIR
TETAPI KECANTIKAN dan KEINDAHAN JIWANYA
Akan tetap LESTARI...

ALANGKAH TERHORMAT-NYA HATI YANG LUKA
YANG BISA MENYANYIKAN LAGU KEBAHAGIAAN
DENGAN HATI GEMBIRA

*Elvi Zuhailina*

Jumat, 15 Juli 2011

::: Hidupmu Setiap Hari Adalah Istimewa :::

" Segala puji bagi Engkau ya Allah yang telah menghidupkanku setelah mematikanku. Dan kepadanyalah kami kembali.
Doa bangun tidur ini sungguh luar biasa"

Setiap hari kita mati, kemudian dihidupkan kembali lalu mati, dihidupkan lagi. Begitu seterusnya. Sampai akhirnya mati dan dikubur.
Kemudian dihidupkan kembali dan kekal diakhirat.
Maka nikmatilah kehidupan ini dan jadikanlah istimewa.
Mengapa istimewa? Ya setiap hari adalah istimewa apapun kondisinya.

Pagi istimewa sebab pagi hari malaikat membagi rezeki

Siang istimewa sebab siang hari ketika kita bekerja Mengais rezeki dengan dengan gigih dan benar adalah jihad

Sore istimewa sebab barangsiapa lelah pada sore hari untuk menghidupi keluarga , itu menggugurkan dosa.

Malam istimewa sebab sepertiga malam doa terkabul. Dan dengan gelapnya malam kita diistimewakan dengan melihat indahnya bintang-bintang

Panas istimewa sebab dengan adanya panas petani bisa menjemur padi

Hujan istimewa sebab dengan adanya hujan petani bisa menggarap sawah, Tanaman tumbuh subur.
Disaat hujan deras berdoalah sebab salah satu doa yang dikabulkan Allah adalah ketika turunnya hujan.

Itulah contoh-contoh kecil yang membuktikan bahwa hidup itu istimewa. Oleh karena itu nikmatilah keistimewaan sebagai sarana mendekatkan diri pada pemberi keistimewaan.
Mulai detik ini marilah kita istimewakan hidup kita. Istimewakan... istimewakan.. Kita isi hari- hari kita dengan hal -hal yang membawa manfaat.
Mulai detik ini sampai yaumil akhir nanti kita tidak akan pernah mengulangi waktu yang sama.
Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengistimewakan diri kita..?

*EZ/14/04/09*
by : Elvi Zuhailina

::: Bersyukurlah :::

Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan
Jika engkau memiliki semuanya apalagi yang dicari?

Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu
Karena itu memberikan kesempatan kepadamu untuk belajar

Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang engkau hadapi
Karena selama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa

Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki
Karena hal itu memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri
Bersyukurlah atas setiap tantangan baru
Karena hal itu membangun kekuatan dan karaktermu

Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang engkau perbuat
Karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga

Bersyukurlah ketika engkau lelah tak berdaya
Karena berarti engkau telah membuat suatu perbedaan


Adalah mudah untuk bersyukur atas hal-hal yang baik. Kehidupan yang bermakna adalah bagi mereka yang juga bersyukur atas kesulitan yang dihadapi.
Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif. Berusahalah bersyukur atas kesulitan yang kita hadapi sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah bagi kita.
EZ/14/04/09
by : Elvi Zuhailina

Senin, 13 Juni 2011

::: Bertumbuh Diatas Luka Dan derita :::


MENGUBAH  PENDERITAAN DAN KEPEDIHAN MENJADI KESEMPATAN
Pada saat-saat tertentu  kita dihadapkan pada  kepedihan dan penderitaan. Ketika itu terjadi kita hanya bisa berkeluh kesah  dan mengasihani diri sendiri; atau kita mengubah penderitaan dan kesedihan itu menjadi  peluang untuk maju dan berkembang.

Jika kita mencermati dan menelaah setiap penderitaan  mungkin kita dapat memaknai dan mengambil kebaikan darinya . Dengan begitu kita melihat penderitaan dan kesedihan dari sudut pandang yang berbeda.
Cara pendang seperti ini akan membantu  meringankan beban kepedihan dan penderitaan .


Ketika penderitaan datang mungkin kita akan menemukan hal-hal yang lebih baik dimasa depan. Ketika seekor ulat berubah jadi kepompong , perubahan itu menandai akhir kehidupan si ulat. Meski demikian pada peristiwa yang sama  menandai awal kehidupan makhluk lain yang lebih cantik dan indah, seekor kupu-kupu.

Derita dan kepedihan akan menguatkan jiwa kita. Semakin  sering kita mengalami  penderitaan akan semakin besar  kapasitas kita untuk tumbuh dan berkembang,  seiring dengan itu akan semakin  kuatlah jiwa kita. Karena kita di anugerahi Allah  kapasitas dan kemampuan yang sangat besar.

Banyak contoh-contoh bagaimana seorang  besar bisa mengubah penderitaan yang dihadapinya  menjadi suatu keberhasilan.
Seorang Nelson Mandela dan Terry Fox, mengalami kepedihan yang luar biasa tapi mereka  tidak hanya mampu  bertahan menghadapi nya  tapi juga dapat memahami  sesuatu yang lebih berharga  dan mulia dari penderitaan mereka.  
Kita mengenal Bethoven yang  tuli dan Milton yang buta , tetapi keduanya  dapat mengatasi tragedi  dan kepedihan mereka , kemudian mencari kesempatan untuk menghasilkan karya-karya yang besar.
Sebelum menjadi penulis besar , Charles Dickens  bekerja sebagai tukang yang melabeli pot bunga, Tragedi akibat ditinggal kekasih pertamanya sangat mempengaruhi dirinya dan menyentuh jiwanya yang sangat dalam sehingga  ia mulai menulis dan menjadi seorang sastrawan yang  sangat terkenal.

Penderitaan bisa diubah menjadi sesuatu yang indah.
Kesedihan dapat menjadi sarana menuju kemenangan.
Ketika orang lain merendahkan dan meremehkan kita tentu saja kita merasa sedih dan terluka. Namun semestinya kita bisa mengubah kepedihan itu menjadi peluang  dan merubah rasa sakit menjadi keberuntungan. Menjadikan semua itu sebagai motivasi diri untuk maju meraih keberhasilan. Dengan mengembangkan kapasitas diri semaksimal mungkin untuk  menjadi lebih baik. Menegembangkan kemampuan diri menuju kemenangan  sehingga membuahkan kebahagiaan.

Penderitaan  membuat kita lebih mengenal diri sendiri.
Ditengah penderitaan  yang mendalam dan rasa sakit kita bisa beralih dan bersandar pada kekuatan batin kita sendiri . Sebagaimana sebuah kerang  menderita dan merasakan sakit yang luar biasa ketika  butiran pasir  menyusup memasuki cangkangnya, melukai dan menyakitinya. Kerang berusaha  menyingkirkan butir-butir pasir itu , namun bagaimanapun dia berusaha  pasir itu tetap  tidak kunjung tersingkirkan . dengan ludahnya akhirnya dia membalut luka dan sakitnya sehingga menciptakan sebuah mutiara yang indah.

Begitupun jika ada rasa sakit  dan penderitaan dalam hidup kita , kita dapat mengikuti langkah si kerang,  membalut  sendiri luka itu  dan  bersahabat dengan kesedihan dan penderitaan , menerimanya sebagai suatu pemicu  semangat untuk menciptakan  ‘mutiara  kehidupan ‘ yang indah  yang  kita inginkan. Semua ini membutuhkan kerja keras dan kesabaran  untuk membuat mutiara, tetapi mutiara yang kita ciptakan  itu tercipta berkat cinta dan keimanan.

Bertumbuh diatas luka.
Rasa sakit akibat derita dan kepedihan  yang kita hadapi sesuai dengan reaksi kita terhadapnya.Kita bisa  menderita dan hancur  diantara luka dan derita serta tenggelam bersamanya  dengan terus  berkutat diatas penderitaan , menyesali  masa lalu, mengasihi diri sendiri   dengan terus  mengingat-ingatnya sebagai suatu kesalahan  dan larut serta tenggelam bersamanya, Jadilah kita seorang yang  menderita  luka diatas luka ; sudah jatuh tertimpa tangga pula.

 Atau sebaliknya   Kita bisa mengubah dan mentransformasikan luka  dan derita  yang kita alami  menjadi sesuatu yang baik dan indah. Dan kita bertumbuh bersamanya sehingga  muncul suatu yang mutiara yang indah, kehidupan baru yang bermakna, luka dan derita hanya sebuah jembatan untuk meraih kesuksesan dan jadi pendorong dan semangat untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan bermakna... seperti yang dihadapi oleh orang-orang sukses lainnya. Mungkin jumlah mereka hanya segelintir tapi mereka dapat menjadi  bukti yang cukup kuat  bahwa segala sesuatu dapat  diambil dari seseorang, kecuali kebebasan  manusia untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan kata hatinya.
Tak seorangpun mampu mengambil kebebasan kita untuk  memilih jalan yang ingin kita tempuh.

Berbagai peristiwa yang menyedihkan seperti kematian dapat memandu kita menuju  keimanan terhadap kekuatan Ilahi yang memberi kita jawaban dan rasa aman.
Penderitaan tidak hanya menciptakan karakter tetapi juga  mengungkapkannya.
Ketika penderitaan dan kepedihan datang menghadang kita harus berupaya  untuk mengambil pelajaran dan hikmah yang tersembunyi didalamnya. Kita dapat mengubah tragedi menjadi peluang untuk maju dan berkembang , ketimbang  terus menerus mengasihi diri sendiri dan berkubang dalam kesedihan...

***
Seekor burung tidak bisa merubah arah angin, tapi dia bisa merubah arah sayap hingga dia bisa terbang mencapai tujuannya.
Allah menciptakan setiap manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya untuk menguji siapa yang paling baik amalnya

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang,
MELAINK­AN mereka yang tetap tegar  dan segera bangkit lagi setiap kali  jatuh.

 Bila Allah makbulkan doamu, Maka DIA menyayangimu,  Bila DIA lambat makbulkan doamu, Maka DIA ingin mengujimu,  Bila DIA tak makbulkan doamu, Maka DIA merancang sesuatu yg terbaik untukmu...  Oleh itu, senantiasalah bersangka baik pd ALLAH dalam  keadaan bagaimanapun karena Kasih sayang  Allah itu  mendahului kemurkaanNYA.

Selamat menjalani hari Yang indah , Selamat menjadi Mutiara kehidupan...

~Bulan Cahaya ~
***

Jumat, 20 Mei 2011

::: Dirimu Dulu ...Dirimu Kini :::

Mungkin dulu ada masa-masa  indah hadir mengisi kehidupan mu,
Ketika masa  itu  berlalu, mengapa  harus bersedih?

Mungkin dulu ada kisah-kisah indah yang terajut mesra di jiwamu ,
Ketika kisah itu harus  berakhir mengapa harus disesali?

Mungkin dulu  ada hari-hari indah penuh senyuman mewarnai  hari-harimu  ,
Ketika semua  meninggalkanmu ,mengapa harus  terhanyut  didalamnya?

Bukankah hidup itu bagaikan sebuah roda putaran, ?
ada masa datang dan ada masa pergi
Senang dan susah, sedih dan gembira adalah sebuah ritme kehidupan
Yang datang silih berganti, serta tak mungkin dihindari,
Bersenang-senanglah dikala susah, bergembiralah manakala sedih,

Mungkin esok lusa  engkau  akan bertemu dengan
Kesenangan dan kegembiraan

Bila dirimu tidak mampu melupakan saat-saat sedih dan duka
Maka cobalah bersahabat dengannya,
Dikala  engkau  mampu mengambil makna darinya
Saat itu kau akan bersyukur
Betapa indahnya hari-harimu  yang telah lalu ,betapapun  pahitnya
Ia  adalah obat bagimu, sebuah penawar  kehidupanmu,
 Yang dengannya engkau menikmati manisnya iman...
Sesuatu yang awalnya pahit yang akhirnya berbuah manis


Dari air kita belajar ketenangan.
Dari batu kita belajar ketegaran.
Dari lebah kita belajar memberikan   banyak manfaat bagi sesama.
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri.
Dari padi kita belajar rendah hati'
Dari ALLAH kita belajar tentang kasih sayang  yang sempurna.

Melihat keatas memperoleh semangat untuk maju.
Melihat ke bawah,bersyukur atas semua nikmat yg kita dapat.
Melihat ke samping memperoleh semangat ukuwah dan kebersamaan.
Melihat ke belakang sebagai pengalaman yang berharga.
Melihat ke dalam untuk interospeksi diri.


Bila kau berduka cita mengacalah pada lubuk hati,
disana kau bakal menemui bahwa
engkau sedang menangisi sesuatu yang pernah engkau syukuri...

dibalik tangis itu ada kebahagiaan
Dibalik tangis itu ada senyuman..
Dibalik tangis itu ada anugerah...

Alangkah bahagianya hati yang duka
yang bisa menyanyikan lagu kebahagiaan dengan hati yang gembira...


***
Apakah engkau sepertiku  putra kegelapan hatiku?
Apakah engkau juga merenung seperti pikiran-pikiran  liarku?
Dan berucap dengan bahasa yang luas
karena engkau telah membentangkan cakrawala
dan aku membentangkan jiwaku

dan saat kebahagiaanku tiba
aku merengkuhnya dalam pelukan
dan berdiri tegak
di ketinggian sambil berteriak
kemarilah-kemarilah !
karena kebahagian telah datang padaku hari ini
datanglah dan saksikanlah
sesuatu yang membahagiakan itu tersenyum di mentari
lalu kubisikkan kata
"selamat tinggal kegelapan"

with love : Bulan Cahaya

***

Rabu, 20 April 2011

::: Ternyata HIDUP itu SEDERHANA....:::

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”


Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”

”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.”


Dari Sahabat
by : Ogy Febri Adlha , Kata-Kata Hikmah

::: Kisah Petani Jagung :::

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia dibalik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga disekitar perkebunannya.

"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.

"Tak tahukah anda?," jawab petani itu.

"Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya.
Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."

Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya. Tetapi jika kita selalu berpikiran negative dengan mempengaruhi yang lain maka kehidupan kita juga akan menjadi negative.

(Kiriman dari sahabat)
by : Ogy Febri Adlha , Kata-Kata Hikmah 

Minggu, 17 April 2011

::: Bangkitlah :::

BANGUNKAN HATI dari TIDUR panjangnya
Karena ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG ADALAH
Orang yang dapat membuat HATINYA SELALU TERJAGA
Jika TIDAK ADA yang mampu MEMBANGUNKANNYA
KITALAH yang HARUS MEMBANGKITKANNYA
JANGAN TUNGGU AZAB yang MEMBANGUNKANNYA

ASTAGFIRULLAH hanya lafal yang TERUCAP
Dari orang yang BERTOBAT
Kata TOBAT yang TERUCAP
Tetapi SEBALIKNYA yang DIPERBUAT
Bagaimana ia BERHARAP DOANYA DIKABULKAN?
Sementara DOSA-DOSA terhadap ALLAH TETAP DILAKUKAN?

Sungguh MENGHERANKAN melihat orang-orang
Mereka MEWAJIBKAN MAKAN karena TAKUT akan PENYAKIT
AKAN TETAPI...
Mereka Tidak mengharuskan UNTUK MENINGGALKAN PERBUATAN DOSA
Karena TAKUT API NERAKA !!!

Banyak HATI BUTA tidak MELIHAT NIKMAT-NIKMAT ILAHI
Sehingga DIA LUPA untuk MENSYUKURINYA
AZAB TURUN menjauhkannya
Dari NIKMAT yang PERNAH DI BERI
KESULITAN-KESULITAN dalam USAHA DIA ALAMI
SIA-SIA semua KERJA SELAMA INI...

BARANGSIAPA MEMBENCI SUATU PERBUATAN
Tentu DIA akan LARI MENJAUHINYA
BARANGSIAPA MENYUKAI SUATU PERBUATAN
Tentu DIA akan SELALU MEMBIASAKANNYA
Maka CARILAH JALAN
Untuk MENYEMPURNAKAN DIRI KELUAR DARI DOSA
Dan CARILAH SERIBU CARA
Untuk MEMPEROLEH KEBAHAGIAAN
ALAM AKHIRAT YANG ABADI

LIHATLAH WAKTU yang TELAH BERLALU
LIHATLAH USIAMU
SETENGAH UMUR telah TERLEWATI bersama IRINGAN MALAM
SETENGAH UMUR BERLALU TANPA DIRASA
Kini TERSISA UMUR hanya untuk KESIBUKAN dan CITA-CITA

TIDAK MUNGKIN MEMETIK ANGGUR dari DURIAN
ORANG-ORANG BERMAKSIAT TIDAK AKAN BISA MENEMPATI
TEMPAT-TEMPAT ORANG YANG SHALEH
BERBUATLAH bermacam CARA sesuai KEHENDAK HATI
TETAPI... SETIAP JALAN YANG KITA AMBIL
Kita akan DIPERLAKUKAN sebagaimana ORANG-ORANG
YANG PERNAH MENITI JALAN ITU


"ORANG YANG PALING PELIT
DIANTARA ORANG-ORANG PELIT LAINNYA ADALAH
ORANG YANG BERBUAT PELIT TERHADAP DIRINYA SENDIRI
UNTUK MEMPEROLEH SURGA"

*EZ/29/07/09*
by : Elvi Zuhailina 

Rabu, 30 Maret 2011

::: Berjalan Dengan keong :::

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan..
aku tak dapat jalan terlalu cepat bersamanya..,
keong sudah berusaha keras merangkak..
setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit..
aku mendesak, menghardik, memarahinya, keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf..,
serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"

aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya.., keong terluka..
ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan..
sungguh aneh..,
mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan..
Ya Tuhan! mengapa ?
langit sunyi-senyap..
biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang..
pelankan langkah, tenangkan hati....

Oh? tiba-tiba tercium aroma bunga..,
ternyata ini adalah sebuah taman bunga..
aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut..
ada lagi! aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing..
aku lihat langit penuh bintang cemerlang..
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
barulah aku teringat.., mungkin aku telah salah menduga!

ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan..,
sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya..
"He's here and with me for a reason"
saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi..,
haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu..
karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat..

saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya..
karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan..
saat bertemu penolongmu.., ingat untuk bersyukur padanya..
karena ialah yang mengubah hidupmu..

saat bertemu orang yang pernah kau cintai..,
ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih..
karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih..

saat bertemu orang yang pernah kau benci..
sapalah dengan tersenyum..
karena ia membuatmu semakin teguh / kuat..

saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu..
baik-baiklah.. berbincanglah dengannya..
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini..

saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai..,
berkatilah dia..
karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?

saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu..,
berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu..
karena ia adalah bagian dari nostalgiamu..

saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu..,
gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya..
karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan..

saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup..,
berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu..
karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..

dan selalu bersyukur .....atas apa yang kau rasakan....! Sudah kah ?....

(santanu)

::: Bunga Mawar di Hati Kita :::

Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.

Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.

Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula
duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”

Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.

=====

Sahabat, kisah tadi memang sudah selesai. Tapi, ada ada satu pesan moral yang bisa kita raih didalamnya. Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Allah lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.

Namun sayang, ada sebagian dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Merasakan hanya kelemahan yang ada pada dirinya. Merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. Banyak dari saudara kita yang hanya melihat sisi buruk, sehingga dalam menjalani kehidupan ini dipenuhi dengan kepesimisan seolah menolak keberadaan mereka sendiri. Saudara kita itu sering kecewa dengan dirinya dan tidak mau menerimanya. Mereka berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari nya. Sehingga menolak untuk “menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah adadan tak pernah memahami potensi yang dimilikinya.

Mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu.

Sahabat, jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu,
kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk
membuatnya merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan pada mereka akan keberadaan mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.

Semerbak harumn mawar pada hati mereka akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu dalam jiwa-jiwa kita, dan kembali kita bagikan pada mereka yang merasa tersisih dan tersingkir. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa. Kebahagiaan kita adalah saat kita menemukan mereka, jiwa-jiwa yang tersisih, jiwa-jiwa yang pesimis, tersenyum bahagia, seolah menemukan udara disaat mereka akan kehabisan oksigen

Selamat berkebun!!

by Irfan