Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

::: Ingin Kesekap Rinduku Dalam Ruang Tanpa Cahaya...:::

Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
... Agar tak mencari di sudut tanpa makna
... Agar makin nyata yg tak kasat mata
... Agar tak liar mengejar berhala
... Agar sejenak terlepas dari edar masa
... Agar tersadar bahwa aku hanyalah tercipta

Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
... Agar tak kukenal rindu yg lain selain rindu pada-NYA
... Agar tak kukenal cahaya yg lain selain cahaya-NYA

Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
... Memaknai setiap ucap sebagai doa
... Menelusuri asa dalam kehendak-NYA
... DIA-lah Maha Pemberi Cahaya
... Kepada siapapun yang dikehendaki-NYA
... Cahaya di atas cahaya

Wahai Cahaya di atas cahaya
Wahai cahaya penyempurna jiwa
Sepercik saja... tanamkan cahaya-MU di hati hamba
Agar hati hamba dapat pula menjadi cahaya
Jangan biarkan jiwaku hampa
Terjebak dalam terang dunia
... Sesungguhnya... aku buta..


YA AWWAL... YA AAKHIR
Kehidupan bukan bermula dari kelahiran…
Tdk pula berakhir dgn kematian..
Sesungguhnya kehidupan bermula dari kehendak-MU
Dan akan berakhir pada kehendak-MU

Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
Seperti yg Tercinta tafakkur di gua Hira

"YA ALLAH,...
jadikanlah di dalam hatiku cahaya,...
dan didalam ucapanku cahaya,...
dan jadikanlah pada pendengaranku cahaya,...
dan jadikanlah pada penglihatanku cahaya,...
dan jadikanlah dari belakangku cahaya
dan dari depanku cahaya,...
dan jadikanlah dari atasku cahaya,...
dan dari bawahku cahaya, ...
YA ALLAH berikanlah kepadaku cahaya". (HR. Muslim & Abu Dawud)
=========== Hamparan031210
~by : Hamparan Sajadah~

Selasa, 06 Maret 2012

~✿ Puisi Hatiku ✿~

Ucapmu tak suka
aku tersenyum
karena kulihat tatapanmu
mencari bayanganku. . .

Ucapmu tak rindu
aku tersenyum
karena kudengar lisanmu
memanggil namaku. . .
Ucapmu tak sayang
aku tersenyum
karena hatimu
berdetak untukku. . .

Ucapmu tak cinta
aku masih tersenyum manis
karena ikhlasmu
meminta kepada-NYA kebaikan untukku

Haruskah kutulis per'pisahan
untuk sebuah pertemuan
yang tak pernah terjanjikan,


Atau kuambil akhir
untuk sebuah awal yang tak pernah teruntai,

Perpisahan & Akhir
dua kata yang tak ingin
kuletakkan di file-ku


Maaf. . .
kupilih bersambung untuk cerita kita
Meski dengan keadaan, tokoh & peran yang berbeda
karena kuingin mengintip
senyuman tulusmu di episode berikutnya.

Senin, 26 Desember 2011

✿ ܓDalam Kesendirian ✿ܓ

Dalam Kesendirian aku menemukan-Mu Tuhan..
Dalam Kesendirian aku merasa sangat dekat dengan-Mu
Dalam Kesendirian rinduku selalu tertuju pada-Mu..
Dalam Kesendirian Keberadaan-Mu terasa sangat dekat mendekapku..

Dalam Kesendirian aku belajar..
Ternyata teman sejati adalah sepi...
Ku hitung berapa teman yang ku punya..
Ternyata tak banyak jumlahnya, ada sekian yang lari mengkhianati..
Ada sekian yang sibuk dengan dunianya sendiri...
Dan kembali ku sadar.. teman sejati adalah sepi..



Banyak yang merasa.. Kesendirian teramat menyeramkan..
Ya.. Kesendirian Memang terkadang menyeramkan, namun tidak jika bersama-Mu..
Yang menyeramkan menjadi menentramkan..
Mereka belum pernah mencoba,, seperti apa indah hidup bersama Cinta-Mu..
Mereka sibuk dengan ketakutan dan kekhawatiran mereka sendiri..
Tak harus dengan Asmara hidup akan berwarna..
Ada cinta halal dari Ayah dan Bunda..
Ada kasih suci dari saudara dan sahabat sejati..

Jika kau butuh cinta dari kekasih hati..
Tunggulah hingga tibanya akad suci..
Agar cinta kita di ridhai.. dan menjadi jalan kita meraih Surga , Bertemu wajah Ilahi... Aamiin ^_^

Created by Ameera Afya Nurjannah

♥ Wahai Orang yang Sedang Jatuh Cinta ♥

Wahai orang yg sedang jatuh cinta,
jangan kau cintai ia karena wajah dan parasnya, karena tak selamanya ia sempurna di matamu, entah suatu saat akan ada masanya wajah itu tumbuh jerawat atau bahkan membusuk yg membuat engkau jijik.

Wahai orang yg sedang jatuh sayang,
jangan kau sayangi ia karena harta dan tahtanya, karena itu hanya penghias dunia saja, entah suatu saat akan ada masanya harta dan tahta itu akan ludes dilalap api atau dihilangkan Allah, yang membuat hidupmu akan sengsara, melarat dan menderita.

Wahai orang yg lagi jatuh suka,
jangan kau sukai ia karena hanya berbalas budi atas kebaikan2 yg ia berikan kepadamu, karena entah suatu saat engkau akan lihat ia melakukan keburukan kpd mu, yg akan membuat engkau membenci setengah mati.

Wahai orang yg jatuh hati, cintailah, sayangilah, dan sukailah ia seadanya, sesuai yg ada pada dirinya, jangan kau agung-agungkan kelebihannya karena engkau akan kecewa ternyata banyak sekali kekurangannya.

Jangan engkau sebut-sebut kekurangannya karena itu akan membuatnya sakit, pahamilah kekurangannya dan tutupilah kekurangan itu dengan kebijaksanaanmu
(Indahnya Menikah Full Barokah)
Senyum (✿◠‿◠)

Selasa, 21 Juni 2011

.♥♥ SEPERTI CINTA-Kita YANG MENGHARAP RIDHA-NYA*•.♥♥

Cintaku apakah seperti angin,
yang berhembus menyejukkan,
membelai hati yang merindukan
lalu tiba- tiba berubah menjadi taufan ganas yang menghancurkan

Atau seperti matahari yang memberi kehidupan dan kehangatan,
tetapi saat hati terlukakan,
sinarnya membakar bumi, hingga tak ada lagi kehidupan

Atau seperti purnama, yang terang menyejukan,
alam buana dibuai impian dengan sejuta keindahan,
tetapi bila kelam itu datang, purnamapun padam,
buana dicekam kegelapan, semua makhluk ketakutan

Tidak aku tak ingin seperti itu,
cintaku adalah keikhlasan hati yang selalu memberi tanpa upah
atau ada niat yang tidak terpuji.

Cintaku adalah hanya mengharapkan ridho dan kasihNYA semata,
dalam mengharap bahagia selamanya
saat diriku dan dia bertemu kembali di hari akhir nanti


♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Tidak, kami tidak ingin seperti itu Ya Rabb

***
Ya Rabb
bila cinta itu seperti angin,jadikanlah ia angin yang menyejukkan
Yang dengan nya Engkau tiupkan belaian kasih MU
Yang dengannya Engkau izinkan hambaMU
bercengkrama dalam sejuknya Cinta MU


Bila Cinta itu seperti matahari, jangan biarkan dia membakar bumi
Jadikanlah kehangatannya memberikan kehidupan,
Sehingga kami tidak terbakar didalamnya , kehangatan yang Engkau janjikan
Pada hati-hati yang bercinta kasih karena MU ,
hangatnya Kasih Ilahi


Ya Rabb
Bila cinta itu cahaya jangan jadikan ia seperti lilin
Yang memberi cahaya pada sekitarnya
sementara dirinya sendiri hancur , meleleh dan terbakar
Tapi .... Rabb...
jadikanlah ia bagai lentera, dua lentera jiwa
Yang menerangi sekitarnya,
juga dirinya dan menerangi alam semesta


Ilahi...
Bila cinta itu indah,
jangan sampai ternoda oleh nafsu yang Engkau tidak ridhai
Jadikanlah Dia indah, semata karena ada RidhaMU mengiringi

Rabb
bila cinta itu airmata,
Lihatlah airmata yang mengalir disana,
Lihatlah kerinduan yang tak tertahankan
Jadikanlah kerinduan itu ,kerinduan yang memabukkan
karena mengharap Cinta kasih MU,
bukan yang melenakan sehingga kami kelak menyesali diri


Rabb ...
Ketika Engkau lihat cucuran airmata
menganak sungai di pipi ini
Jangan hinakan aku dimata dia dan juga Engkau Ya Rabb
Karena ketidakmampuanku menahan diri
Ketidak mampuanku menjalankan islam secara kaffah
Ketidakmampuanku menjadi hamba yang Engkau muliakan
Karena aku hanyalah hamba MU yang berjalan dalam takdirMU
Berusaha mengharap ridhaMU,
Jadikanlah airmata ini sebagai saksi atas kelemahan hambaMU
Memohon kasih MU,
Jadikan airmata ini ,bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Tuhan-nya
Akan ketidak mampuannya,
Jadikan ia butiran mutiara yang dengannya Engkau payungkan perlindungan MU
Yang dengan nya Engkau muliakan hambaMU
Yang dengan nya Engkau pindahkan kami
Dari hinanya kemaksiatan kepada kemuliaan taat...
Rabb... lindungi kami...

Rabb...
Bila kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan
Pilihkanlah jalan yang Engkau muliakan untuk kami
Bila didunia ini tidak ada jalan buat kami
Kumpulkanlah kami kelak, karena kuasaMU
Saat Engkau memuliakan hamba-hamba MU
Saat Engkau menegakkan keadilanMU
Saat Engkau panggil kami sebagai Kekasih
Dan Engkau izinkan kami berjalan seiring bergandengan tangan
Saling meraih , saling menarik menuju Jannah MU...


Subhanallah..Allahu Akbar
Sesungguhnya tidak ada yang mustahil bagiMU ,Ya Rabb
Tidak ada yang tidak mungkin bagi MU , Ya Ilahi
Bila di dalamnya Engkau inginkan kebaikan bagi hamba MU..
Temukan kami di mimbar CahayaMU...
Mimpi terakhir , Mimbar harapan
Dua lentera jiwa...
yang tidak ingin padam...
Aamiin Ya Rabbal alamiin...

(¯`v´¯)
`•.¸.•´`•. Feat by : Jaka Malela & Violet Senja (¯`v´¯) ♥♥ (¯`v´¯) ♥♥
`•.¸.•´♥♥♥`•.¸.•´

♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Kamis, 02 Juni 2011

::: Negeri Kamuflase :::

-----------------------------------------------
"Nafsu, selalu mengejar dan memburu
setiap pelaku-pelaku, dalam kehidupan yang fana
dan semu"
-----------------------------------------------

kamilah anak alam semesta
merakit tiang dalam ilusi yang fana
merasuki di dalam setiap jiwa
sebagai perhiasan dan juga bencana
bagi setiap manusia sebagai Ciptaan-Nya

Lalu muncullah nafsu diri dari
dalam bumi dan menelan kemanusiaan.

Lalu dari sana nyala api,
Lalu dari sana bubuk mesiu,
Lalu dari sanalah darah.


Mereka datang memotong jiwa kasih kita
dan membunuh kasih sayang manusia
dan mengalirlah, darah-darah orang tak berdosa
Mengalir seadanya, seada-adanya darah sesama

lalu Lihatlah nafsu itu, dia datang sebagai tamu
Kemudian menjadi tuan rumah bagimu, Lalu
menjelma menjadi penguasa kejam bagi dirimu


Dialah raja sekaligus budakmu
Sebagaimana dia mengangkat kehormatanmu
Begitu pula dia menghancurkanmu
Bertekuk lutut, menjajahmu, memperkosamu
Menimbunmu, menghempaskanmu
Kedalam lembah kehinaanmu

mereka adalah serigala yang nantinya
akan disingkirkan serigala pula
Batu hendak digigit dan diludahi lidah api
Ular berbisa yang dibenci ular berbisa!

Wahai penguasa-penguasa
Wahai Pengkhianat bangsa karena nafsu
Rumah rakyatmu hancur, tengoklah
bangsa ini lebur, lihatlah
Dan dari setiap rumah yang hancur
bukan bunga yang mekar, tapi
memancar logam yang terbakar.
Dari setiap lubang bom di negeri ini
Tumbuh lagi kelak: Rakyat.
Dari setiap peluru kejahatan kelak
lahir sebuah tempat, suatu saat,
yang ditemukan di hatimu.

mereka akan kembali mengirimkan darah
darah rakyat yang bangkit menentangmu
membenamkanmu ke satu-satunya dalam
ombak kebanggaan dan pisau kelaparan!


Tapi engkau adalah anak alam semesta
Kaulah yang akan menentang nafsu itu
Engkau tidak akan masuk dalam perangkapnya
Tidak juga untuk dijinakkannya
Karena rumahmu bukanlah sebuah sangkar
Tapi tiang layar sebuah kapal
Untuk melayari menyebrangi lautan luas
Menuju negeri bahagia

Adakalanya engkau letih, merintih, tertatih
Tapi engkau tidak akan melipat sayap-sayapmu
Untuk dapat melewati pintu-pintumu
Tidak juga akan menundukkan kepalamu
Karena takut terantuk langit-langit
Tidak akan merendahkan dirimu
dalam lembah penderitaan

Tidak...!
Tidak seperti itu...
Engkau tidak akan menyerah
Karena engkau adalah anak alam semesta
Yang membentang sauh, melayari samudera lepas
Menuju keindahan menuntun hati

Betapa dambaku lembah menjadi jalan rayamu
Dan jalur hijau itu menjadi gerbangmu
Terangi jalan menyusuri Cahaya-MU
Menuju Taman Firdaus-MU

(BC & JM)


::: Esok Hari :::

kecupkan saja lagi pada pedih lidahku
serat sari dari daging mangga bibirmu

agar tak sesaat aku sesati sepi mimpi,
ragi pagi, sisa sayat ragu semalam tadi

ilusimu bukanlah suara hati
dalam sepi atau kau bermimpi
ceritakan jangan ada yang sembunyi
esok hari semua akan berganti

bayangan indah mimpi malam tadi
usah kau ingkari, rindu dalam sepi
Indah mengoyak, menusuk dinding hati
Pelan menyusup membuai diri


perahu melaju dalam badai
bertiup angin enggan menepi
Diujung jingga dia sembunyi
Tenggelam menyendiri, senja berlari


(JM & BC)

***

::: Semoga Rindumu Masih Ada :::

Malam tak bertapa
aku menjejaki hutan itu
hanya bayang maya
menelingkupi diriku

langit seakan roboh
dengan awannya
membasahi diriku
ku lihat seperti matamu
yang sendu memandangku

angin tak bergulir
aku menyusuri laut itu
hanya bayangan kabut
tenggelam dalam haru

Bulan gundah
dengan cahayanya yang redup
Hanya embun dipucuk daun
lemah terkulai merunduk sendu


Fajar enggan menyapa
sembunyi di balik kabut
Seperti malam sepi
Tenggelam dalam gelap
seperti rannting kering
enggan mengerling ....

(JM & BC)

Sabtu, 28 Mei 2011

::: Perindu -Perindu Malam :::


Angin berbisik kepada embun
Malam sepi, dingin merinding
Di pucuk daun embun mengerling
Dahan merintih dalam resah

Tahukah kau malam...?, tentang sebuah rahasia
Dengarkah kau daun..? ,apa yang dibisikkan angin
Pedulikah kau rembulan..? ketika malam berteriak di kegelapan...

Dan ...
malam pun berteriak, menghempas kesunyian...
“akulah kegelapan...
Sunyi dimalam, kering disiang
Luluh, lemah, tubuh menggigil
Seperti daun kering dimusim kemarau
Seperti debu terhempas di padang pasir...

Hatiku ? apakah kau juga merasakan kesunyian ini .?
Apakah kau juga merenung seperti pikiran-pikiran liarku?
Bercerita tentang kegelapan..
Berbisik tentang kerinduan....
Terisak dalam kesunyian...
Menangis, menggugu , meratapi hari...”

Tahukah kau malam?
Tentang kerinduan sang musafir,
Sebuah oase di padang pasir
Seberkas sinar penerang kegelapan
Selarik cahaya penembus di ufuk timur

Dan....
Rembulanpun berbisik ...
Tertunduk lelah, tenggelam dalam resah
Ya, kita adalah sama...
Kita adalah saudara kembar duhai malam
Karena engkau membentangkan cakrawala
Dan aku membentangkan jiwaku
Duhai malam
Mari...marilah...
Kita bentangkan sayap-sayap kehidupan
Kita susuri jalan menyusuri cahaya
Hingga kelak kita bangga
Tidak tersia-sia sebagai perindu-perindu malam..

~ by : Bulan Cahaya ~

Sabtu, 21 Mei 2011

::: Tak Akan Ada Lagi Puisi Seperti Ini :::


tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini,
yang tak jenuh-jenuh menampung segenap air mata,
sebab kami menangis bersama
saat menuliskan satu-satunya kata
yang berabad lama kami pelihara
yang kususuneja huruf demi hurufnya
dari kucur kekal luka: Mahaluka!

tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini,

yang kemas menyimpan semesta resah
ketika padanya akhirnya kubuka satu-satunya
rahasia, yang sudah kujaga berabad lama, yang
telah membuat aku berkali-kali dihukum penggal
: mati, sebab bertahan mengunci bicara,
membisukan semua pintu-pintu suara.

tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini

yang ikhlas menyimpulkan seluruh sepi,
sepi yang alangkah kerasnya bertahan, yang
mengisi penuh seluruh kosong semesta hati
menjelajah ke semua arah berbatas entah, yang
menjadi mula seluruh suara yang kini mengkhianatinya,

ya, tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini..


by : Jaka Malela

Kamis, 14 April 2011

::: Cinta Kita :::

AKU cabang, kau dedaunan,
sepasang burung hinggap di ranting
itu, tak tahu bahwa teduhnya

adalah Cinta kita


Aku lelah angin, kau tabah laut,
pantai yang selalu menunggu itu
tak tahu ombak yang sampai padanya

adalah Cinta kita

Aku matahari pagi, kau manis
gerimis, pelangi yang melengkung
itu tak tahu, bahwa warnanya

adalah Cinta kita

Aku mata air, kau liku sungai,
air yang mengalir itu tak tahu
bahwa deras arusnya

adalah Cinta kita

Aku batang lilin, kau sumbu
api yang menyala padamu itu
tak tahu bahwa terangnya

adalah Cinta kita


Aku kukuh akar, kau julang batang,
ranting di cabang itu tak tahu
bahwa bunga yang mekar padanya

adalah Cinta kita


Aku bunyi, kau makna, penyair
yang sedang menulis larik-larik itu
teramat tahu bahwa Puisinya

adalah Cinta kita.

(Jaka Malela)

::: Rindu Ilahi :::


tercium wangi melati disela rimbun dedaunan
dengan segenap pengharapan
kurasakan kesegaran
embun pagi dipuncuk puncuk rumput dalam taman
sungguh nikmat dan indah anugrah-Mu Sang Maha Rahman
pagi yang selalu indah dan mempesona

kurengkuh hangat cahaya mentari dalam dekap mesra

sambil menunggu engkau tiba
bergejolak asa yang membara

kuhamparkan sajadahku mencium wangi dhuha

begitu terasa kedamaian menyelimuti hati dan jiwa
detik waktu pun terus berpacu
siang segera menjemputku
hingga kini aku masih menunggu
dirimu yang telah berlalu
lama sudah tak kudengar tutur sapa dan candamu

terpaku aku memangku rindu

menanti puisi senja yang kau janjikan itu
membuatku luruh tak bertumpu
hingga ada tetesan rindu yang kelu
dalam bingkai hatiku
belum usaikah engkau menatanya..?
kenapa kau membiarkanku menunggu terlalu lama

bila senja ini

kau tak menghampiri
kerinduan pasti menyelimuti lagi
segeralah engkau kembali
membawa setangkai cinta nan damai
dalam naungan cahaya kasih sayang Illahi


by: Jaka Malela