Tampilkan postingan dengan label Rumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

::: Anugerah Bagi Yang Beriman :::


Mereka yang beriman akan bertanya pada hari pengadilan
Wahai malaikat , apakah kami menuju neraka?
Melalui jalan itu, kafir dan mukmin sama-sama melangkah
Namun kami tidak melihat tempat api dan kobarannya.
Pada saat itu , malaikat dengan tersenyum akan menjawab

Taman yang kau lihat itu benar-benar neraka
Karena hukuman-Nya itu benar-benar pedih
Namun kalian telah menjadi  taman dalam bayangan yang teduh
Menjadi nyaman karena  amal baikmu

Demi Tuhan api nafsu dalam dirimu telah kau padamkan
Kau tundukkan amarah dengan kobaran panasnya
Kau sembuhkan ketidak tahuanmu dengan merangkul iman
Tempat  api kedirianmu yang sempit jadi tempat nyaman
Karena telah kau tanami dengan bunga-bunga iman
Tempat tasbih burung bulbul doamu
Bernyanyi  sepanjang sungai  -sungai di bawah bayangan surgawi
Amalmu mengubah neraka yang berkobar-kobar
Menjadi tempat surgawi dengan kekayaan melimpah


(Anugrah bagi yang beriman, *Rumi*)

::: Apa Yang Mesti Ku lakukan :::



Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal diriku sendiri
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim
Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan dari laut,
Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar,
Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,
Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan dari hal
Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan dari Saqsin,
Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Korazan.

Aku bukan dari dunia in ataupun dari akhirat, bukan dari Sorga ataupun Neraka
Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari Rizwan
Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak
Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih


Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa
Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil
Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin
Tidak ada yang kuketahui kecuali :Ya Hu" dan "Ya man Hu"

Aku mabok oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu
Aku tak berbuat apa pun kecuali mabok gila-gilaan
Kalau sekali saja aku semenit tanpa kau,
Saat itu aku pasti menyesali hidupku

Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum,
Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa.
O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini,
Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabok dan gila-gilaan.

(Rumi )

::: Cermin :::

 ~ Cermin ~
Engkau tidak tahu... Betapa berat aku mencari hadiah untukmu
Tidak ada yang tampak pas
Apa arti membawa emas pada tambang emas
atau seguci air pada samudra
Segala sesuatu yang engkau bawa
Bagai membawa rempah-rempah ketimur
Tidaklah bermanfaat memberikan hati dan jiwaku
Karena engkau sudah mempunyai keduanya
Maka aku bawakan engkau sebuah cermin
Lihatlah dirimu... dan ingatlah aku. (Rumi)
**
~ Memahami Makna ~

Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.
Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.

Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.
Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.
Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.
Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara
makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan
berasal dari Lautan-Mu. (Rumi)


 ***



~ Puasa Membakar Hijab ~ 


Rasa manis yang tersembunyi,
Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.
Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.

*** 

Minggu, 27 Maret 2011

Pernyataan Cinta


Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,

Segera saja bagai duri bakarlah aku.


Meskipun aku diam tenang bagai ikan,

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan

Kau yang telah menutup rapat bibirku,

Tariklah misaiku ke dekat-Mu.


 

Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memamah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.

Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.

Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.


Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

 


********** 



Hati Bersih Melihat Tuhan
Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat  
dalam persemayaman hatinya.  
Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah  
ia menggosok hati tersebut.  
Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,  
maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat  
semakin nyata baginya.


***

Jumat, 24 Desember 2010

~ Taubat ~


Jika engkau belum mempunyai ilmu , hanyalah prasangka,
Maka milikilah Prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!

Jika engkau hanya mampu merangkak,
Maka merangkaklah kepada-Nya !

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
Maka tetaplah persembahkan doamu
Yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
Karena Tuhan dengan Rahmat-Nya
Akan tetap menerima uang palsumu!

Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan ,
Maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembila saja
Begitulah caranya!

Wahai Pejalan !
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
Ayolah datang, dan datanglah lagi!

Karena Tuhan telah berfirman :
“Ketika engkau melambung keangkasa
Ataupun terpuruk kedalam jurang,
Ingatlah kepada-KU
Karena AKU-LAH JALAN ITU”


(Rumi)
***

Sabtu, 21 Agustus 2010

Kesedihan Orang Mati

Apa yang dikatakan pangeran kita alangkah benarnya.
Dari dunia ini SIAPA YANG SUDAH LEWAT,
Berduka, BUKAN DUKA KARENA KEMATIAN
Melainkan karena
HILANG KESEMPATAN UNTUK MELEBURKAN DIRI

Dia berkata : "MENGAPA SAYA TIDAK MENJADIKAN MATI ITU SEBAGAI TUJUAN? "
Jalan menuju KEKAYAAN ABADI tertutup, dan SAYALAH YANG SALAH
Saya tetapkan TUJUAN dengan PANDANGAN KABUR
Dan KUPUSATKAN UPAYA pada GAGASAN GAGASAN SEMU

KESEDIHAN ORANG MATI BUKANLAH PADA KEMATIANNYA
Melainkan karena KEHILANGAN KESEMPATAN MEMBUKA GERBANG
Sebelum memahami tarian busa dipermukaan laut.
Saya tak pernah mengerti MENGAPA mereka pergi kepantai.

Saat ombak melemparkan gelembung busa kepasir
Ambillah beberapa dan MINTALAH MEREKA MELIHAT KESEKITAR
Tanyalah mereka MANAKAH HASIL LOMPATAN DAN PUTARAN MEREKA?
KEMANAKAH ARAH GERAKANMU dipermukaan laut?
Kebisuan mereka akan mengatakan kepadamu,
JANGAN TANYAKAN KEPADA KAMI, TANYALAH LAUT
Bagaimana busa bergerak tanpa laut?
Bagaimana debu dapat beterbangan?

Kalau kau melihat debu, kau harus pula melihat angin
Kau lihat gelembung busa dan kau lihat pula gelembung laut
Dengan MEMPERHATIKANNYA SECARA SEKSAMA, KAU AKAN MEMAHAMI
JANGANLAH menatap JARINGAN, KULIT ATAU SELUBUNG
MAKA DISEBERANG YANG LAHIRIAH KAU AKAN MENEMUKAN SESUATU.
IKUTILAH PEMAHAMAN dari SEGALA PEMAHAMAN INI
PANDANGAN SEKILAS melihat sedepa dua depa saja dari jalanmu itu
Dengan PANDANGAN BERULANG-ULANG AKAN KAU TEMUKAN JALAN TUHAN

(RUMI)

Jumat, 09 Juli 2010

~ Tangga Ke Langit ~

Kunci keberhasilan dalam perniagaan
Bergantung pada watak duniamu
Keberhasilan di tangga langit
Bergantung pada rasa Imanmu

Carilah pakar untuk menggali sumur bakat duniamu
Mohon pada Sang Kekasih untuk rasa Imanmu
Bakat duniawimu memerlukan kesehatan jasmani
Memperkaya rasa agamawi dan membunuh kedirianmu

Penyakit datang ke tubuhmu di jalan cinta
Lalu kesehatan kembali karena pikiran-pikiran dari atas
Dia yang merusakkan rumah untuk menemukan emas
Dengan emas itu dia memperbaiki rumah itu kembali


Dia membendung arus dan membersihkan sungai
Kemudian air yang mengalir itu cocok untuk diminum
Dia menoreh kulitnya dan mencabut anak panah
Kulit baru menutup dan menyembuhkan luka

Dia menyerang benteng kaum kafir dan menghancurkannya
Dengan membangun keshalehan benteng itu tegak kembali
Kalau setelah diterangkan
Tindakan-tindakan itu tak jelas juga
Uraian pendek ini tak bebas dari rasa sakit
Kadang-kadang membangun, kadang-kadang menghancurkan
Ketidakpastian melekat pada kerja agamawi

(RUMI)