Tampilkan postingan dengan label DOA DAN ZIKIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOA DAN ZIKIR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2012

::: Doa Hari Ke-30 Ramadhan :::


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj’al shiyâmî fîhi bisysyukri wal qabûli ‘alâ mâ tardhâhur Wayardlâhurrasûlu muhkamatan furû’uhu bil ushuli bihaqqi sayyidinâ muhammadin wa âlihit Al-Thâhirîn wal hamdu lillahi rabbil’âlamin

Artinya, ”Ya Allah, terimalah puasaku di bulan ini dengan rasa syukur. Jadikanlah puasaku ini mendatangkan keridhaan-Mu dan keridhaan para Rasul-Mu. Engkau kuatkanlah furu (cabang-cabang)-nya dan ushul (pokok-pokok)-nya. Demi kebenaran junjungan kami Muhammad saw beserta keluarganya yang suci. Segala puji bagi-Mu ya Allah,Tuhan semesta alam”. Aamiin


 
(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH

::: Doa Hari ke -29 Ramadhan :::




اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Allâhumma ghasysyinî fîhi birrahmati warzuqnî fîhit tawfîqa wal ‘ismata wa thahhir qalbî min ghayâhibit tuhmati yâ rahîman bi’ibâdihil mukminîn


Artinya, ”Ya Allah, lingkupilah aku di bulan ini dengan rahmat-Mu, anugrahilah aku taufik dan penjagaan-Mu. Sucikanlah hatiku dari benih-benih fitnah/kebencian, Wahai yang Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman”. Aamiin


(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.
¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH

Minggu, 22 Juli 2012

::: Doa Agar Dimudahkan Beramal Shaleh dan Mendapatkan Kecintaan Allah :::

Bismillaahirrahmaanirahiim,

Allaahumma innii as-aluka fi'lal khairaat, wa tarkal munkaraat, wa hubbal masaakiin, wa antaghfiralii wa tarhamanii, wa idzaa aradta fitnata qaum, wa tawaffanii ghaira maftuun, wa as-aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuk, wa hubba 'amalin yuqarribunii ilaa hubbik.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, meninggalkan semua perbuatan yang munkar, mencintai orang-orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Dan jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) bagi suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu dan cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, juga cinta kepada amal perbuatan yang akan mendekatkan diriku untuk mencintai-Mu.



[HR. Ahmad dengan lafazhnya V/243, dan hal yang sama juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 3235, al-Hakim I/521 dan dihasankan oleh at-Tirmidzi dan dia berkata: "Aku pernah bertanya kepada Muhammad bin Isma'il -yakni, al-Bukhari- maka dia menjawab: 'Hadits ini hasan shahih.'" Dan di akhir hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda,


"Sesungguhnya ia (doa tersebut) merupakan hal yang benar, maka pelajari (hafalkan) dan perdalamlah."



Aamiin yaa Robbal alamin ..

Sabtu, 21 Juli 2012

::: Tentang Zikir :::

Ibnu Athaillah As Sakandary
Dzikir itu bermacam-macam. Sedangkan Yang Didzikir hanyalah Satu, dan tidak terbatas. Ahli dzikir adalah kekasih-kekasih Allah. Maka dari segi kedisiplinan terbagi menjadi tiga:


Dzikir Jaly
Dzikir Khafy
Dzikir HaqiqiDzikir Jaly (bersuara), dilakukan oleh para pemula, yaitu Dzikir Lisan yang mengapresiasikan syukur, puhjian, pebngagungan nikmat serta menjaga janji dan kebajikannya, dengan lipatan sepuluh kali hingga tujuh puluh.Dzikir Batin Khafy (tersembunyi) bagi kaum wali, yaitu dzikir

dengan rahasia qalbu tanpa sedikit pun berhenti. Disamping terus menerus baqa' dalam musyahadah melalui musyahadah kehadiran jiwa dan kebajikannya, dengan lipatan tujuh puluh hingga tujuh ratus kali.
Dzikir Haqiqi yang kamil (sempurna) bagi Ahlun-Nihayah (mereka yang sudah sampai di hadapan Allah swt,) yaitu Dzikirnya Ruh melalui Penyaksian Allah swt, terhadap si hamba. Ia terbebaskan dari penyaksian atas dzikirnya melalui baqa'nya Allah swt, dengan symbol, hikmah dan kebajikannya mulai dari tujuh ratus kali lipat sampai tiada hingga. Karena dalam musyahadah itu terjadi fana', tiada kelezatan di sana.


Ruh di sini merupakan wilayah Dzikir Dzat, dan Qalbu adalah wilayah Dzikir Sifat, sedangkan Lisan adalah wilayah Dzikir kebiasaan umum.

Mananakala Dzikir Ruh benar, akan menyemai Qalbu, dan Qalbu hanya mengingat Kharisma Dzat, di dalamnya ada isyarat perwujudan hakikat melalui fana'. Di dalamnya ada rasa memancar melalui rasa dekatNya.

Begitu juga, bila Dzikir Qalbu benar, lisan terdiam, hilang dari ucapannya, dan itul;ah Dzikir terhadap panji-panji dan kenikmatan sebagai pengaruh dari Sifat. Di dalamnya ada isyarat tarikanpada sesuatu tersisa di bawah fana' dan rasa pelipatgandaan qabul dan pengungkapan-pengungkapan.

Manakala qalbu alpa dari dzikir lisan baru menerima dzikir sebagaimana biasa.

Masing-masing setiap ragam dzikir ini ada ancamannya.
Ancaman bagi Dzikir Ruh adalah melihat rahasia qalbunya. Dan ancaman Dzikir Qalbu adalah melihat adanya nafsu dibaliknya. Sedangkan ancaman Dzikir Nafsu adalah mengungkapkan sebab akibat. Ancaman bagi Dzikir Lisan adalah alpa dan senjang, maka sang penyair mengatakan :

Dialah Allah maka ingatlah Dia
Bertasbihlah dengan memujiNya
Tak layaklah tasbih melainkan karena keagunganNya
Keagungan bagiNya sebenar-benar total para pemuji
Kenapa masih ada
Pengandaian bila dzikir-dzikir hambaNya diterima?
Manakala lautan memancar, dan samudera melimpah
Berlipat-lipat jumlahnya
Maka penakar lautan akan kembali pada ketakhinggaan
Jika semua pohon-pohon jadi pena menulis pujian padaNya
Akan habislah pohon-pohon itu, bahkan jika dilipatkan
Takkan mampu menghitungnya.
Dia ternama dengan Sang Maha Puji
Sedang makhlukNya menyucikan sepanjang hidup
Bagi kebesaranNya.

Perilaku manusia dalam berdzikir terbagi tiga:

* Khalayak umum yang mengambil faedah dzikir.
* Khalayak khusus yang bermujahadah
* Khalayak lebih khusus yang mendapat limpahan hidayah.
* Dzikir untuk khalayak umum, adalah bagi pemula demi penyucian. Dzikir untuk khalayak khusus sebagai pertengahan, untuk menuai takdir. Dan dzikir untuk kalangan lebih khusus sebagai pangkalnya, untuk waspada memandangNya.
* Dzikir khalayak umum antara penafian dan penetapan (Nafi dan Itsbat)
* Dzikir khalayak khusus adalah penetapan dalam penetapan (Itsbat fi Itsbat)
* Dzikir kalangan lebih khusus Allah bersama Allah, sebagai penetapan Istbat (Itsbatul Istbat), tanpa memandang hamparan luas dan tanpa menoleh selain Allah Ta'ala.
* Dzikir bagi orang yang takut karena takut atas ancamanNya.
* Dzikir bagi orang yang berharap, karena inginkan janjiNya.
* Dzikir bagi penunggal padaNya dengan Tauhidnya
* Dzikir bagi pecinta, karena musyahadah padaNya.
* Dzikir kaum 'arifin, adalah DzikirNya pada mereka, bukan dzikir mereka dan bukan bagi mereka.
* Kaum airifin berdzikir kepada Allah swt, sebagai pemuliaan dan pengagungan.
* Ulama berdzikir kepada Allah swt, sebagai penyucian dan pengagungan.
* Ahli ibadah berdzikir kepada Allah swt, sebagai rasa takut dan berharap pencinta berdzikir penuh remuk redam.
* Penunggal berdzikir pada Allah swt dengan penuh penghormatan dan pengagungan.
* Khalayak umum berdzikir kepada Allah swt, karena kebiasaan belaka.

[pagebreak] Hamba senantiasa patuh, dan setiap dzikir ada yang Diingat, sedangkan orang yang dipaksa tidak ada toleransi.

Tata cara Dzikir ada tiga perilaku :
1. Dzikir Bidayah (permulaan) untuk kehidupan dan kesadaran jiwa.
2. Dzikir Sedang untuk penyucian dan pembersihan.
3. Dzikir Nihayah (pangkal akhir) untuk wushul dan ma'rifat.
Dzikir bagi upaya menghidupkan dan menyadarkan jiwa, setelah seseorang terlibat dosa, dzikir dilakukan dengan syarat-syaratnya, hendaknya memperbanyak dzikir :
"Wahai Yang Maha Hidup dan Memelihara Kehidupan, tiada Tuhan selain Engkau."

Dzikir bagi pembersihan dan penyucian jiwa, setelah mengamai pengotoran dosa, disertai syarat-syarat dzikir, hendaknya memperbanyak :
"Cukuplah bagiku Allah Yang Maha Hidup nan Maha Mememlihara Kehidupan."

Ada tiga martabat dzikir :
Pertama, dzikir alpa dan balasannya adalah terlempar, tertolak dan terlaknat.
Kedua, dzikir hadirnya hati, balasannya adalah kedekatan, tambahnya anugerah dan keutamaan anugerah.
Ketiga, dzikir tenggelam dalam cinta dan musyahadah serta wushul. Sebagaimana dikatakan dalam syair :

Kapan pun aku mengingatMu, melainkan risau dan gelisahku
Pikiranku, dzikirku, batinku ketika mengingatMu,
Seakan Malaikat Raqib Kau utus membisik padaku
Waspadalah, celaka kamu, dzikirlah!
Jadikan pandanganmu pada pertemuanmu denganNya
Sebagai pengingat bagimu.

Ingatlah, Allah telah memberi panji-panji kesaksianNya padamu
Sambunglah semua dari maknaNya bagi maknamu
Berharaplah dengan dengan menyebut kebeningan dari segala yang rumit
Kasihanilah kehambaanmu yang hina dengan hatimu
Siapa tahu hati menjagamu

Dzikir itu sendiri senantiasa dipenuhi oleh tiga hal :

* Dzikir Lisan dengan mengetuk Pintu Allah swt, merupakan pengapus dosa dan peningkatan derajat.
* Dzikir Qalbu, melalui izin Allah swt untuk berdialog dengan Allah swt, merupakan kebajikan luhur dan taqarrub.
* Dzikir Ruh, adalah dialog dengan Allah swt, Sang Maha Diraja, merupakan manifestasi kehadiran jiwa dan musyahadah.

Dzikir Lisan dan Qalbu yang disertai kealpaan adalah kebiasaan dzikir yang kosong dari tambahan anugerah.
Dzikir Lisan dan Qalbu yang disertai kesadaran hadir, adalah dzikir ibadah yang dikhususkan untuk mencerap sariguna.
Dzikir dengan Lisan yang kelu dan qalbu yang penuh adalah ketersingkapan Ilahi dan musyahadah, dan tak ada yang tahu kadar ukurannya kecuali Allah swt.
Diriwayatkan dalam hadits : "Siapa yang pada wal penempuhannya memperbanyak membaca "Qul Huwallaahu Ahad" Allah memancarkan NurNya pada qalbunya dan menguatkan tauhidnya.

Dalam riwayat al-Bazzar dari Anas bin Malik, dari Nabi saw. Beliau bersabda :
"Siapa yang membaca surat "Qul Huwallahu Ahad" seratus kali maka ia telah membeli dirinya dengan surat tersebut dari Allah Ta'ala, dan ada suara berkumandang dari sisi Allah Ta'ala di langit-langitNya dan di bumiNya, "Wahai, ingatlah, sesungguhnya si Fulan adalah orang yang dimerdekakan Allah, maka barang siapa yang sebelumnya merasa punya pelayan hendaknya ia mengambil dari Allah swt .

Diriwayatkan pula: "Siapa yang memperbanyak Istighfar, Allah meramaikan hatinya, dan memperbanyak rizkinya, serta mengampuni dosanya, dan memberi rizki tiada terhitung. Allah memberikan jalan keluar di setiap kesulitannya, diberi fasilitas dunia sedangkan ia lagi bangkrut. Segala sesuatu mengandung siksaan, adapun siksaan bagi orang arif adalah alpa dari hadirnya hati dalam dzikir."[pagebreak]

Dalam hadits sahih disebutkan:
"Segala sesuatu ada alat pengkilap. Sedangkan yang mengkilapkan hati adalah dzikir. Dzikir paling utama adalah Laa Ilaaha Illalloh".
Unsur yang bisa mencemerlangkan qalbu, memutihkan dan menerangkan adalah dzikir itu sendiri, sekaligus gerbang bagi fikiran.
Majlis tertinggi dan paling mulia adalah duduk disertai kontemplasi (renungan, tafakkur) di medan Tauhid. Tawakkal sebagai aktifitas qalbu dan tauhid adalah wacananya.

Pintu dzikir itu tafakkur,
Pintu pemikiran adalah kesadaran.
Sedang pintu kesadaran zuhud.
Pintu zuhud adalah menerima pemberian Allah Ta'ala (qona'ah)
Pintu Qonaah adalah mencari akhirat.
Pintu akhirat itu adalah taqwa.
Pintu Taqwa ada di dunia.
Pintu dunia adalah hawa nafsu,.
Pintu hawa nafsu adalah ambisi.
Pintu ambisi adalah berangan-angan.
Angan-angan merupakan penyakit yang akut tak bias disembuhkan.
Asal angan-angan adalah cinta dunia.
Pintu cinta dunia adalah kealpaan.
Kealpaan adalah bungkus bagi batin qalbu yang beranak pinak di sana.

Tauhid merupakan pembelah, di mana tak satu pun bisa mengancam dan membahayakannya. Sebagaimana dinkatakan :
"Dengan Nama Allah, tak ada satu pun di bumi dan juga tidak di langit yang membahayakan, bersama NamaNya. Dan Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Tauhid paling agung, esensi, qalbu dan mutiaranya adalah Tauhidnya Ismul Mufrad (Allah) ini, menunggalkan dan mengenalNya.
Sebagian kaum 'arifin ditanya mengenai Ismul A'dzom, lalu menjawab, "Hendaknya anda mengucapkan: Allah!", dan anda tidak ada di sana.
Sesungguhnya orang yang berkata "Allah", masih ada sisa makhluk di hatinya, sungguh tak akan menemukan hakikat, karena adanya hasrat kemakhlukan.

Siapa pun yang mengucapkan "Allah" secara tekstual (huruf) belaka, sesungguhnya secara hakikat dzikir dan ucapannya tidak diterima. Karena ia telah keluar (mengekspresikan) dari unsur, huruf, pemahaman, yang dirasakan, simbol, khayalan dan imajinasi. Namun Allah swt, ridlo kepada kita dengan hal demikian, bahkan memberi pahala, karena memang tidak ada jalan lain dalam berdzikir, mentauhidkan, dari segi ucapan maupun perilaku ruhani kecuali dengan menyebut Ismul Mufrad tersebut menurut kapasitas manusia dari ucapan dan pengertiannya.

Sedangkan dasar bagi kalangan khusus yang beri keistemewaan dan inayah Allah swt dari kaum 'arifin maupun Ulama ahli tamkin (Ulama Billah) Allah tidak meridloi berdzikir dengan model di atas. Sebagaimana firmanNya :
"Dan tak ada yang dari Kami melainkan baginya adalah maqom yang dimaklumi."

Sungguh indah apa yang difirmankan. Dan mengingatkan melalui taufiqNya pada si hamba, memberikan keistemewaan pada hambaNya. Maka nyatalah Asmaul Husna melalui ucapannya dan dzikir pada Allah melalui dzikir menyebut salah satu AsmaNya.
Maka, seperti firmanNya "Kun", jadilah seluruh ciptaan semesta, dan meliputi seluruh maujud.

Siapa yang mengucapkan "Allah" dengan benar bersama Allah, bukan disebabkan oleh suatu faktor tertentu, namun muncul dari pengetahuan yang tegak bersamaNya, penuh dengan ma'rifat dan pengagungan padaNya, disertai penghormatan yang sempurna dan penyucian sejati, memandang anugerah, maka ia benar-benar mengagungkan Allah Ta'ala, benar-benar berdzikir dan mengagungkanNya dan mengenal kekuasaanNya.

Sebab, mengingat Allah dan mentauhidkanNya adalah RidloNya terhadap mereka bersamaNya, sebagaimana layakNya Dia Yang Maha Suci.

Ma'rifat itu melihat, bukan mengetahui. Melihat nyata, bukan informasi. Menyaksikan, bukan mensifati. Terbuka, bukan hijab. Mereka bukan mereka dan mereka tidak bersama mereka dan tidak bagi mereka. Sebagaimana firmanNya :
"Nabi Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat kepadanya." (Az-Zukhruf: 59)
"Dan jika Aku mencintainya, maka Akulah Pendengaran baginya, Mata dan tangan dan Kaki baginya."

Bagiamana jalan menuju padaNya, sedang ia disucikan
Dari aktivitas keseluruhan dan bagi-bagi tugas?
Demi fana wujud mereka, karena WujudNya
Disucikan dari inti dan pecahan-pecahannya?
Tak satu pun menyerupaiNya, bahkan mana dan bagaimana
Setiap pertanyaan tentang batas akan lewat
Dan diantara keajaiban-keajaiban bahwa
WujudNya di atas segalanya dan sirnanya pangkal penghabisan.
By : Asrori Syadzily .

::: Doa Berbuka Puasa:::

Ketika berbuka puasa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan kita untuk berdoa dengan lafadz:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Semoga hilang rasa dahaga, dan basah kembali urat-urat dan Insya Allah mendapat pahala (disisi-Nya).” (HR Abu Daud No 2357 dengan sanad hasan)

Inilah lafadz yang shahih dari Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasalam tentang doa ketika berbuka puasa. Adapun lafadz doa buka puasa yang bunyinya:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. “

Lafadz doa ini terdapat dalam sunan Abu Daud No 2358. Namun sanadnya lemah, karena disamping hadits ini mursal juga didalamnya terdapat perawi yang majhul (tidak dikenal) yaitu perawi yang bernama Muadz bin Zahrah. (Lihat Irwa’ul Ghalil, Syeikh Albani, 4/38 dan Dhaif Sunan Abi Daud No 510)

Demikian pula lafadz doa berbuka puasa yang bunyinya:


اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْناَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Ya Allah, untuk-Mu kami berpuasa dan dengan rizki-Mu kami berbuka. Ya Allah, terimalah (amal-amal) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Lafadz doa ini terdapat dalam sunan Daru Quthni 240, Ibnu Sunni dalam kitab Amalul Yaumi Wal Lailah no 474 dan Thabrani. Namun sanad hadits ini dhaif jiddan (lemah sekali) karena di dalamnya terdapat perawi yang bernama Abdul Malik bin Harun. Oleh As-Sa’di ia dijuluki dajjal (pendusta) dan haditsnya tidak dipakai. (Lihat Irwa’ul Ghalil, Syeikh Albani, 4/36)

Oleh karenanya, doa berbuka puasa yang dituntunkan untuk kita baca adalah doa yang pertama yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Sedangkan riwayat kedua dan ketiga karena haditsnya lemah maka tidak perlu kita amalkan.

Dan doa berbuka puasa ini sifatnya umum, dapat dibaca ketika melakukan berbuka puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan puasa nadzar ataupun ketika berbuka dari puasa sunnah seperti puasa senin kamis, puasa Daud dan lain-lain, mengingat keumuman hadits tersebut dan tidak adanya dalil yang mengecualikan dalam hal ini, juga karena tidak adanya riwayat yang menjelaskan adanya doa berbuka puasa yang khusus untuk puasa sunnah.

Wallahu Ta’ala a’lam bish showab.
(Hendri Aryanto)

::: Doa Keselamatan :::



::: Agar Terhindar Dari Mara Bahaya Apa Saja Yang Ada di Bumi dan Di Langit :::

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

“BISMILLAHILLADZI  LAA  YADHURRU MA’ASMIHI  SYAI'UN  FIL  ARDHI WA LAA FISSAMAA'I, WA HUAS SAMII’UL ‘ALIIM “


Artinya : Dengan Nama Al
lah yang tidak dapat mendatangkan kerusakan (bahaya) beserta nama-NYA apa yang ada dipermukaan bumi dan tidak pula apa yang ada dipermukaan langit, Sesungguhnya IA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Rasulullah bersabda : “Seorang hamba yang berkata (berdoa)pada pagi setiap hari, dan pada sore setiap malam , “BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’AS-MIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FISSAMAA-I, WA HUAS SAMII’UL ‘ALIIM “ tiga kali, maka tidaklah berbahaya baginya apa jua” (Akan terhindarlah dia dari bahaya apa saja ) .


Diriwayatkan oleh keenam ahli hadis,
(HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, tirmizi , Nasa’i dan Ibnu Majah) .Menurut Tirmizi doa ini Hasan,Gharib , shahih .


Keterangan : Doa ini dibaca 3x pagi dan 3x sore hari terus menerus. Bila dibacanya satu kali saja yaitu 3x diwaktu pagi saja berarti permohonan itu hanya untuk keselamatan sehari itu saja dan bila dibaca 3x diwaktu sore saja , berarti permohonan itu untuk keselamatan semalam itu saja. Dari itu untuk mendapatkan keselamatan terus menerus di dalam hidup kita saban hari dan saban malam , yaitu disetiap pagi dan sore hari jangan kita lupa mengucapkan doa ini masing-masing 3X.
InsyaAllah...Aamiin

Kamis, 19 Juli 2012

::: Para Nabi Pun Berdoa :::

Bismillahirrahmannirahim,

Segala puji dan syukur ke hadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita, sehingga atas ijin-Nya kita dalam keadaan sehat wal’afiat dapat melaksanakan tugas-tug
as kita sebagai manusia dan hamba Allah, dan Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.


Ada enam hal yang apabila dikaruniai oleh Allah Swt kepada kita, maka tidak akan terhalang bagi kita enam hal pula.

1. Barangsiapa yang dikaruniai syukur maka tidak akan dihalangi dari penambahan nikmat.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Sungguh jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. Ibrahim: 07

2. Barangsiapa yang dikaruniai kesabaran, maka ia tidak akan terhalang dari pahala.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Azzumar: 10)

3. Barangsiapa yang dikaruniai taubat, maka ia tidak akan terhalang dari pengampunan.

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنْ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambanya, dan memaafkanmu dari kesalahan dan mengetahui apa-apa yang kamu lakukan. (QS. Asy-Syura: 25)

4. Barangsiapa yang dikaruniai istiqhfar, maka ia tidak akan terhalang dari pengampunan,

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” (QS. Nuh: 10)

5. Barangsiapa yang dikaruniai berinfak, maka ia tidak akan terhalang dari balasan ganti.

وَمَا أَنفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

“Dan apapun yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39)

6. barangsiapa yang dikarunia doa, maka ia tidak akan terhalang dari dikabulkan.

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (QS. Ghofir: 60)


Dari keenam hal tadi kita dapat mengetahui bahwasanya tidak ada sesuatu yang kita lakukan atau harapkan kecuali pasti Allah Swt akan membalasnya. Seperti bila kita mau bersyukur, maka Allah berikan tambahan nikmat dan karunia kepada kita, bila kita bersabar, Allah berikan kita ganjaran pahala, bila kita bertaubat, Ia bukankan pintu taubat kepada kita, bila kita beristiqhfar, maka Allah berikan pengampunan, bila kita berinfak, shadaqoh atau zakat, maka diberikan ganti yang berlipat-lipat ganti. Dan bila kita mau berdoa, memohon atau bermunajat kepada Allah Swt maka ia akan mengabulkan permohonan kita.


Allah Swt. berada didekat hambaNya yang mendekatkan diri kepada Nya. Bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Tetapi, sebaliknya bila kita menjauh dariNya, maka Ia pun akan menjauhi kita. Oleh karena itulah, hendaknya kita selalu mengucapkan kalimat Lailaha Illallah agar bertambah iman kita. Supaya dengan bertambahnya iman, akan bertambah pula kedekatan diri kepada Allah Swt.

Ada banyak keluhan yang dirasakan oleh orang-orang yang berdoa. Mereka meminta kepada Allah, tetapi belum mendapatkan jawaban dari doanya. Sehingga akhirnya muncul rasa pesimis, bahwa Allah tidak mendengarkan keluhan dan kesusahannya.

Mengapa?

Pada hakikatnya –sebagaimana ayat diatas “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan”- adalah sebuah janji yang mutlak tidak mungkin diingkari oleh Allah Swt. karena sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS. Ra’d: 31).

Sabda Rasulallah Saw:
“Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.

Dan beliaupun bersabda:
“Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu”. Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia”.

Dari kedua hadist diatas, kita akan mengerti bahwa tidak semua apa-apa yang kita minta (doa) kepada Allah, tidak selalu baik untuk dikabulkan di dunia. Tetapi boleh jadi akan lebih baik bila diterima di akhirat kelak. Dan pada saat kita berdoa memohon kepada Allah, pada hakikatnya kita berada pada posisi dekat kepada Allah, sehingga walau tak dikabulkan di dunia, malah menjadi pahala penghapus dosa-dosa lalu. Lalu mengapa kita tidak berdoa?

Berdoa adalah ibadah. Bahkan dikatakan sebagai ruhnya ibadah. Orang yang hidupnya tidak dilewati dengan berdoa maka ia adalah makhluk yang sombong. Padahal perilaku sombong adalah termasuk bagian sifat penghuni jahanam.

Sabda Rasulallah Saw:

Doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu berfirman: “berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”

Abu Dzar al-Ghifari berkata: Doa itu melengkapi amal kebajikan sebagaimana garam melengkapi makanan.


Seseorang yang berdoa hendaknya jangan tergesa-gesa, karena sesungguhnya orang yang berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan segera atau lambat. Kadang kala permohonannya dikabulkan seketika, kadangkala dikabulkan pada waktu yang agak lama, kadang kala tidak dikabulkan di dunia dan nanti akan diganti dengan pahala di akhirat.

Setiap kita hendaknya selalu memposisikan diri sebagai hamba Allah yang berdoa, menangis di keheningan malam, memohon ampunan atas segala dosa di masa lalu. Memohon limpahan kemudahan hidup serta diselamatkan kelak dari api neraka.
Manusia yang merasa telah cukup puas dengan apa yang didapatkan didunia sehingga tidak mau berdoa adalah termasuk manusia yang merugi karena kesombongannya di hadapan Allah Swt.

Para nabi dan rasulpun selalu menengadahkan tangan memohon dan berdoa kepada Allah Swt siang dan malam tanpa lelah. Mereka yang telah dijamin kebahagiaan di akhirat kelak masih mau meminta pertolongan Allah. Sedang kita yang belum tahu di mana tempat akhir persinggahan masih melalaikan fasilitas doa yang telah disedia di dunia.


Sebagai suri tauladan kita dapat temukan beberapa kisah para nabi dan rasul yang berdoa untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka. Seperti:

1. Nabi Adam As bapak para manusia memohon ampunan karena telah mendzalimi dirinya memakan buah khuldi di surga. Saat diturunkan didunia, setiap hamparan tanah tak terlepas dari tetesan air mata penyesalan beliau. Doa beliau:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 23)


2. Nabi Ibrahim As bapak para nabi mendoakan tanah suci makkah sebagai tanah yang diberkati oleh Allah, sehingga walau pun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.


رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنْ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Al Baqoroh: 126)


3. Nabi Musa as, nabi yang telah menyelamatkan bani Israil dari kukungan Firaun di mesir, pada saat beliau mendapat kesusahan untuk berdakwah karena cacat pada lidahnya, maka ia berdoa:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي

"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha: 25-28)


4. Nabi Sulaiman As, seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air masih mampu mengucapkan doa.


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS. An-Naml: 19)


Masih banyak doa-doa yang diucapkan para nabi dalam al-Quran, yang tentunya bila kita mau mentadaburi nya kita akan menjadi malu. Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah malangnya diri kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita dari perbuatan doa kepada Allah sedang para Nabi pun berdoa.


Sahabat yang dirahmati Allah ,
Berdoalah ..., yakinlah Allah begitu dekat dan selalu bersama kita .. agar kita selamat di dunia dan akhirat.


Wallahu a'lam bishawab,

Ustadz Nur Rohim Yunus, Lc

Senin, 26 Maret 2012

::: YA ALLAH Berkahilah Hati Kami :::

Ya Allah berkahilah hati kami, agar semua kesombongan dalam hati dan diri kami digantikan dengan rahmat dan berkahMU

Ya Allah berkahilah hati kami, agar semua kemarahan digantikan dengan rahmat dan berkahMU


Ya Allah berkahilah hati kami,
agar semua sifat yang mementingkan diri sendiri dan keegoisan digantikan dengan Rahmat dan berkahMU

Ya Allah berkahilah hati kami, agar semua sifat ujub, iri hati , dengki dan takabur , digantikan dengan rahmat dan berkahMU


Ya Allah berkahilah hati kami, agar semua kelicikan dan keserakahan digantikan dengan rahmat dan berkahMU

Ya Allah sadarkanlah kami,
bahwa hati kami adalah kunci hubungan kami  kepadaMU, agar kami  harus  menjaga hati kami agar tetap bersih, karena hubungan kepadaMU adalah yang terpenting.
Berkahilah ,  Rahmatilah dan bantulah  kami untuk dapat memaafkan sesama kami dengan setulus-tulusnya.

Ya Allah  berkahilah hati kami, agar semua emosi benci, dendam, sakit hati , ketidakpuasan dan kekecewaan  maupun emosi-emosi negatif lainnya dibersihkan dari hati kami untuk digantikan dengan berkah dan rahmat-MU


Ya Allah berkahilah dan bantulah kami untuk dapat menyadari semua kesalahan kami, baik kepada-MU maupun kepada sesama, Izinkanlah  kami  menyesali dan memohon ampun dengan sungguh-sungguh  kepada MU, biarlah semua  beban, ketakutan, kekhawatiran , kekecewaan  dan emosi-emosi negatif lainnya yang ada karena kesalahan-kesalahan kami dibersihkan dari seluruh hati dan diri kami untuk digantikan dengan  berkah  dan rahmat-MU

Ya Allah berkahilah hati kami agar semua kekhawatiran, ketakutan dan kecemasan  yang disebabkan karena kurangnya keyakinan kami kepadaMU  dibersihkan dari hati dan diri kami  dan digantikan  dengan berkah dan rahmat-MU

Ya Allah dengan telah dibersihkannya hati kami dari berbagai emosi negatif, berkahilah hati kami agar terbuka lebih baik lagi kepadaMU, dan mengarah semakin baik  lagi kepada-MU .
Biarkanlah Berkah-MU , Ridha-MU dan Rahmat-MU  mengalir semakin berkelimpahan lagi  kedalam hati  kami, memenuhi seluruh relung  hati  dan diri kami  agar perasaan hati kami semakin kuat  sehingga kami dapat merasakan ketentraman, ketenangan dan kedamaian serta keindahan  dalam limpahan  berkah  dan Rahmat MU  . Ya Allah berkahilah hati kami agar kami semakin menggantungkan diri ‘ hanya kepada MU’


Ya Allah terimakasih atas KasihMU yang telah membersihkan emosi-emosi negatif dalam hati dan diri kami ; Yang telah membuka dan mengarahkan hati kami menjadi semakin baik lagi dalam meraih Ridha MU , sehingga seluruh hati dan diri kami dipenuhi oleh Rahmat dan Berkah MU...Sehingga kami dapat merasakan dan menikmati ketentraman , kedamaian, ketenangan dan keindahan dalam limpahan Rahmat dan berkahMU...Berlimpah Cinta dan Kasih Sayang-MU

Aamiin Ya Allah..Aamiin Ya Rabbal alamiin...

Alhamdulillahi 'ala kullihal.. (BC)

Selasa, 31 Januari 2012

::: Doa Mohon Kekuatan dan Kemuliaan :::

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk
Bismillaahirrahmaanirrahiim
La qad jaa –akum rasulum min anfusikum ‘aziizun  ‘alaihi maa ‘anittum  hariishun  ‘alaikum bil mu’miniina ra-uufur rahiim .
Fa in tawallau fa qul hasbiyallaahu  laa ilaaha illa huwa  ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim  ( QS Attaubah 128-129)

Artinya :

Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, terasa berat baginya penderitaan kamu lagi sangat mengharapkan kebaikan bagi kamu, sangat penyantun dan penyayang kepada orang-orang mukmin.
Maka jika mereka berpaling, maka katakanlah,
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-NYA aku bertawakkal , dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung “.


Minggu, 29 Januari 2012

::: Nikmat Wudhu' :::

- Ketika berkumur.. berniatlah dengan..
Ya Allah..ampunilah dosa mulut dan lidahku ..
- Ini karena kita sehari hari kadang membicarakan benda-benda yang tak bermanfaat/berfaedah..

- Ketika membasuh muka..berniatlah dengan..
Ya Allah..putihkanlah muka ku di akhirat kelak..Janganlah Kau hitamkan muka ku ini...
- ini karena Ahli SYURGA mukanya putih berseri-seri...

- Ketika membasuh tangan kanan..berniatlah dengan..
Ya Allah..berikanlah hisab-hisab ku ditangan kanan ku ini...
- ini karena Ahli SYURGA diberikan hisab hisabnya di tangan kanan...

- Ketika membasuh tangan kiri..berniatlah dengan..
Ya Allah..janganlah Kau berikan hisab- hisab di tangan kiri ku ini..
- ini karena Ahli NERAKA diberikan hisab- hisabnya di tangan kiri .

- Ketika membasuh rambut/kepala.. berniatlah dengan..
Ya Allah..lindunganlah aku dari terik matahari di padang Masyar dengan Arasy Mu...
- ini karena Panas di Padang Masyar seperti matahari sejengkal di atas kepala kita..

- Ketika membasuh telinga..berniatlah dengan..
Ya Allah..ampunilah dosa telinga ku ini..
- ini karena terkadang kita mendengar kata kata yang buruk..orang mengumpat..memfitnah dll...

- Ketika membasuh kaki kanan..berniatlah dengan..
Ya Allah..permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim'...
- ini karena Ahli syurga melintasi titian dengan pantas sekali..

- Ketika membasuh kaki kiri..berniatlah dengan..
Ya Allah..jauhkan aku dari mendekati tempat- tempat maksiat..
- ini karena Qada' dan Qadar kita di tangan Allah...


banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakekat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah tersendiri...

Dalil untuk kita berwudhu'...:

"Hai orang-orang yg beriman..apabila kamu akan mendirikan shalat..maka basuhlah muka mu dan tangan-tangan mu hingga siku-siku mu..
dan sapulah kepala mu serta (basuhlah) kaki- kaki mu hingga ke dua mata kaki..." (Al Maaidah, ayat 6)

Sabda Rasulullah SAW ..:

Barangsiapa yang berwudhuk dgn baik kemudian menghadapkan pandangannya ke langit sambil berdoa..maka 8 pintu SYURGA dibukakn untuknya dan dia dapat memasukinya dari pintu manapun yang dia mau...

SEMOGA BERMANFAAT.

Sabtu, 27 Agustus 2011

::: Doa Hari Ke – 28 Ramadhan :::


Allâhumma waffir hadzdzî minan nawâfili wa akrimnî fîhi bîhdhâril masâili wa qarrib fîhi wasîlatî ilayka min baynil wasâili yâ man lâ yasyghaluhu ilhâhul mulihhîna

Artinya, ”Ya Allah, sempurnakanlah hidupku dengan melaksanakan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah aku kepada-Mu dengan berbagai jalan, Wahai Yang tidak sibuk dengan rintihan orang yang meminta”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

::: Doa Hari Ke – 27 Ramadhan :::


Allâhummarzuqnî fîhi fadhla laylatil qadri wa shayyir umûrî fîhi minal ‘usri ilal yusri waqbal ma’âdzîrî wa huththa ‘anniyadz dzanba wal wizra yâ ra`ûfan bi’ibâdihîsh shâlihîn

Artinya, ”Ya Allah, berkahilah aku di bulan ini dengan mendapatkan lailatul qadr. Ubah arah hidupku dari hidup yang susah menjadi mudah. Terimalah segala permohonan maafku dan hapuskan dosa-dosa dan kesalahanku. Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-Nya yang saleh”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

::: Doa Hari Ke – 26 Ramadhan :::


Allâhummaj’al sa’yî fîhi masykûran wa dzanbî fîhi maghfûran wa ‘amalî fîhi maqbûlan wa ‘aybî fîhi mastûran yâ asma’as sâmi’îna

Artinya, ”Ya Allah, jadikanlah setiap lampah usahaku di bulan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dosa-dosaku terampuni, amal-amalku diterima dan seluruh aib kejelekanku ditutupi. Wahai Yang Maha mendengar dari semua yang mendengar”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

::: Doa Hari Ke – 25 Ramadhan :::


Allâhummaj’alnî fîhi muhibban li awliyâika wa mu’âdiyan lia’dâika mustanan bisunnati khâtami anbiyâika yâ ‘âsima qulûbinnabiyyîn

Artinya, ”Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih mencintai para wali-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah Nabi penutup-Mu. Wahai yang menjaga hati para nabi”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

Doa Hari Ke – 24 Ramadhan


Allâhumma innî asaluka fîhi mâ yurdhîka wa a’ûdzu bika mimmâ yu’dzîka wa asalukat taufîqa fîhi lian utî’aka wa lâ a’shîka yâ ajwadas sâilîn

Artinya,”Ya Allah aku memohon pada-Mu di bulan yang suci ini dengan segala sesuatu yang medatangkan keridhaan-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-MU, dan aku memohon kepada-MU kemampuan untuk mentaati-MU serta menghindari kemaksiatan terhadap-MU, Wahai Pemberi para peminta”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

Senin, 22 Agustus 2011

::: Doa Hari Ke – 23 Ramadhan :::


Allâhummaghsilnî fîhi minadzdzunûbi wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîna

Artinya,”Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan bersihkanlah diriku dari segala aib/ kejelekan.Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

::: Doa Hari Ke – 22 Ramadhan :::


Allâhummaftah lî abwâba fadhlika wa anzil ‘alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti mardhâtika wa askinnî fîhi buhbûhâti jannâtika yâ mujîba da’watil mudhtharrîn

Artinya,”Ya Allah bukakanlah lebar –lebar pintu karunia-Mu di bulan ini dan curahkan berkah-berkah-Mu Tempatkan aku di tempat yang membuat-Mu ridho padaku. Tempatkan aku di dalam Surga-Mu. Wahai Yang Maha menjawab doa orang yang dalam kesempitan”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

::: Doa Hari Ke – 21 Ramadhan :::


Allâhummaj ‘al lî fîhi ilâ mardhâtika dalîlan wa lâ taj’al lisysyaithâni fîhi ‘alayya sabîlan waj’alil jannata lî manzilan wa maqîlan yâ qâdhiya hawâijal muhtâjîn

Artinya, ”Ya Allah, tuntunlah aku di bulan yang mulia ini untuk mendapat keridhaan-Mu, Dan janganlah adakan celah bagi syetan untuk menggodaku. Jadikan surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku. Wahai yang memenuhi hajat orang-orang yang meminta”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

::: Doa Hari Ke – 20 Ramadhan :::


Allâhummaftah lî fîhi abwâbal jinâni wa agliq ‘annî fîhi abwâban nîrân wa waffiqnî litilâwatil qur’âni yâ munzilas sakînata fî qulûbil mu’minîn

Artinya,”Ya Allah, bukakanlah bagiku di bulan ini pintu-pintu menuju surga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berikanlah kemampuan padaku untuk menelaah Al qur’an di bulan ini. Wahai yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011

::: Doa Hari Ke -19 Ramadhan :::


“Allâhumma waffir hadzdzî min barakâtihi wa sahhil sabîlî ilâ khayrâtihi walâ tahrimnî qabûla hasanâtihi yâ hâdiyan ilal haqqil mubîna”

Artinya, ”Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih bisa menikmati berkat-berkat-Mu dan mudahkanlah jalan-ku untuk mendapat kebaikan-kebaikannya. Jangan Engkau haramkan aku untuk menerima kebaikan-kebaikannya. Wahai Pemberi Petunjuk kepada jalan yang terang”. Aamiin

(¯`v´¯)♥ ✿ •*¨`*••´*¨`*•✿ ♥
`•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸.•*❤`•.¸


.¸¸.•*❤

Catatan : Doa Harian Ramadhan di kutip dari kitab "Mafatihul Jinan " Oleh Imam P Hartono (IPH )
~ by IPH 2011