Tampilkan postingan dengan label Sisi - Sisi Tersembunyi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sisi - Sisi Tersembunyi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

::: Saat Kami Saling Cemburu :::

(beberapa tahun yang lalu)

Dulu sewaktu masih kecil, siapa yang tidak tau Alim. Anak kecil tidak mengenal takut. Mulai dari menghanyutkan diri dengan sarungnya saat banjir sampai memanjat pohon kelapa dan tiduran di atasnya. Alim mempunyai seorang sahabat seusianya yang walaupun tidak seberani dia tetapi sangat disayanginya.

Dimana ada Alim disitu ada sahabatnya. Habis subuh mengaji bareng, berangkat sekolah SD bareng. Bermain layang2, kelereng sampai berburu laron untuk dimakan di malam hari sesudah mengaji sehabis shalat isya'.

Saat masuk SMP keduanya berpisah sekolah, tetapi masih bersama saat bermain dan mengaji. Memasuki SMA Alim memilih untuk nyantri di pondoknya Kiai Hamid Pasuruan dan sahabatnya memilih sekolah umum. Pertemuan yang hanya sebulan sekali merubah semuanya. Mereka berdua hanya ngobrol di tepi sungai atau teras masjid. Mereka lebih banyak berbicara dengan hati daripada kata yang terucap di bibir.
Ketika sahabatnya pergi keluar kota untuk meneruskan kuliah Alim tetap mondok di pasuruan. Pertemuan pun hanya terjadi satu bulan sekali. Pada saat libur semester sahabatnya pulang. Dilihatnya alim sudah mengajar ngaji di masjid dimana mereka menghabiskan masa kecilnya. Ternyata Alim juga sudah menikah. Dengan menjual abu gosok yang dia ambil dari sebuah pabrik tahu lalu dia bungkus di plastik2 kecil alim mencari nafkah untuk istrinya.

Malam itu sahabat diwaktu kecil itu datang ke rumahnya yang sederhana peninggalan almarhum orang tua istrinya. Sahabat itu mengambil tangan kanan alim untuk diciumnya yang dengan cepat Alim menarik tangannya.

'Saya hanya ijinkan kamu mencium tangan saya jika saya juga kamu ijinkan mencium tanganmu'

Sahabatnya itu tersenyum memeluknya. Mereka lalu duduk di teras ditemani kopi dan gorengan seadanya. Hampir tidak ada yang dibicarakan kecuali mersakan apa yang ada dihati masing2. Hujan mulai turun menemani mereka. Semakin lama semakin deras. Tiba2 keduanya berpandangan, tersenyum berdua lalu berdiri. Tak lama kemudian tampak dua laki2 bergantian mandi air hujan dari talang rumah tetangga sebelah.

(Dua tahun yang lalu)

Sejak peristiwa bermain hujan yang menjadi kegemaran kedua sahabat itu waktu kecil Alim tidak pernah bertemu lagi dengan sahabatnya itu sampai suatu hari sesudah shalat ashar Alim terkejut kedatangan sahabatnya yang dulu. Dia tidak percaya melihat sahabatnya yang berdiri di depannya. Dia hanya diam ketika tangannya di cium sahabatnya itu. Matanya melihat dari atas sampai kebawah laki2 yang selalu dia harapkan khabar beritanya. Matanya pun tergenang oleh air. Dipegangnya wajah sahabatnya itu Seolah tidak percaya.

Malam itu Alim di ajak ke rumah sahabatnya di pinggiran kota. Alim duduk di ruang TV sambil menikmati kopi paitnya. Tiba2 matanya tertumbuk pada piano di sudut ruang tamu itu. "Sudah lama saya tidak mendengarmu memainkan itu". Sahabatnya itu tersenyum lalu dibukanya piano yang sudah tua pemberian bapaknya itu. Pelan2 dimainkannya sebuah lagu dari Josh Groban 'you raise me up' lalu di sambung dengan 'don't give up'. Ketika lagu itu berakhir bertepuk tangan kecil sambil berkata lirih, 'you are loved' !.

Pembicaraan kedua sahabat itu diteruskan di teras belakang rumah sahabatnya itu. Duduk di teras di temani jagung rebus dan teh hangat. Tiba2 hujan turun dengan derasnya. Alim melihat ke langit yang gelap. Lalu di pandangnya wajah sahabatnya. Alim terkejut melihat senyum sahabatnya. Senyum yang begitu menyedihkan yang pernah dia lihat.

Alim seperti bangun dari lamunannya, menunduk perlahan lalu tiba2 berdiri. "kamu takut" ?. tanya Alim pada sahabatnya itu. Senyum itu melebar tetapi semakin menyedihkan. Alim menarik tangan sahabatnya. Dibawanya laki2 ketengah halaman belakang rumah. Dan merekapun berdiri di bawah lebatnya hujan. Dengan gemetaran sahabatnya dia lepas berdiri sendiri di bawah hujan.

"Dulu kamu selalu cemburu denganku mengatakan bagaimana ALLAH mengasihiku dengan kehidupanku yang sulit..sekarang aku yang lebih pantas cemburu denganmu bagaimana ALLAH mengasihimu dengan ujian itu"

Alim berteriak sambil memegang kruk alumunium pengganti kaki kiri sahabatnya yang diamputasi.

AIR MATA MEREKA PUN TIDAK TERLIHAT LAGI BERCAMPUR DENGAN DERASNYA HUJAN.

Dedicate : Sahabat yang mengajarkan indahnya ujian ALLAH. (NUR ALIM)
Semoga ALLAH menjagamu, memuliakanmu seperti Allah memuliakan kedua orang tuamu. Aamiin Amiin!

(Demsycoupers bours )~Semoga Allah memuliakanmu juga adikku  ~

::: Mengapa Menangis ? :::

Sudah tiga hari ini sesudah shalat isya’ dan makan malam perempuan tua itu memutar CD bacaan surah Al-Fatihah dari seorang ulama. Yang menarik disetiap memasuki ayat ‘Waiyya kanasta’iin’ selalu saja sulit karena terburu menangis. Bacaan itu dicoba lagi dengan mundur dari ‘Iyyaa kana’ budu’..tetap saja sulit masuk ke ‘Waiyya kanasta’iin’. Beberapa kali diulang barulah bisa melewati ayat itu. Cucu laki2 perempuan tua itu heran tidak seperti biasa neneknya memutar CD seperti itu. Dengan penasaran si cucu pun mulai bertanya.

Cucu : mengapa sudah beberapa hari ini memutar CD itu ?
Nenek : Supaya kamu mendengarkan
Cucu : (kaget) jadi itu buat saya
Nenek : (tersenyum) iya
Cucu : untuk apa ?
Nenek : Saya boleh tanya sesuatu tentang status FB mu ?


Cucu : (mulai merasa tidak enak) boleh !
Nenek : Apa status yang kamu buat hari ini ?
Cucu : (diam sebentar) ‘Aku mencintaimu karena ALLAH’
Nenek : jika benar seperti itu, benarkah itu salah satu ibadah ?
Cucu : iya
Nenek : apa statusmu kemarin ?
Cucu : (diam mengingat) ‘Hamba ikhlas dengan semua ini yaa ALLAH’
Nenek : jika benar seperti itu, benarkah itu salah satu ibadah ?
Cucu : iya
Nenek : Apa statusmu dua hari yang lalu ?
Cucu : (diam agak lama) ‘Alhamdulillah, bisa membantu walau sedikit’!
Nenek : Jika benar seperti itu, benarkah itu salah satu ibadah ?
Cucu : iya
Nenek : Apa sebenarnya puncak dari syarat ibadah ?
Cucu : ikhlas
Nenek : apa musuh utamanya ?
Cucu : riya’
Nenek : Taruhlah apa yang kamu tulis itu terbebas dari riya’ kamu yakin itu menyelamatkanmu ?

Cucu : (diam lama) tidak !
Nenek : mengapa ?
Cucu : yang bisa menolong adalah rahmat pertolongan ALLAH.

Perempuan itu tersenyum aneh, senyuman yang jarang ditemui sang cucu kecuali sang nenek akan menampar dirinya sampai tamparan itu berbekas bertahun tahun lamanya. Sambil meletakkan kopi pahitnya sang nenek berkata.

‘Ketika kamu membuat pengakuan2 tentang ibadahmu, sebersih apapun itu dari riya’ belum menjamin keselamatanmu. Apalagi jika pengakuan itu kotor dengan kebanggaanmu sudah melakukan ibadah dan lebih kotor lagi karena kebanggaan mendapat pujian. Yang kamu dengar di CD itu juga membuat pengakuan ‘iyyaa kana’ budu’. Bedanya denganmu adalah Beliau mengaku dihadapan ALLAH dan itupun masih dengan penuh kekhawatiran dan ketakutan besar tidak mendapatkan pertolongan ALLAH. Itu sebabnya mengapa Beliau menangis….dan menangis saat masuk di ‘Waiyyaa kanasta’iin’.

Tamparan itu sudah mendarat di sisi hati sang cucu yang paling dalam. Begitu perih seperti silet menyayat daging. Terbayang begitu nikmatnya menunggu koment2 sahabat ketika dia menulis kata2 bijak. Terbayang begitu senangnya ketika semua muncul satu persatu memuji kasholehannya. Terbayang semua riya’ dan kebanggan

Mata laki2 itu berair..diambilnya tangan sang nenek, dicium dan ditaruhnya di dahi. ‘Saya mengaku salah’. Sang nenek tersenyum berdiri, mengacak acak rambut cucunya lalu pergi menghilang di salah satu kamar rumah tua itu.

Walaupun tidak banyak yang berubah di status sang cucu, tetapi ada banyak bagian sisi tersembunyi di akun itu diantara dinding hati bekas tamparan sang nenek dua tahun lalu.


ALHAMDULILLAH

(Demsycouoers Bours)

::: Aku Hanya Ingin Berjalan :::

Pagi ini engkau bercerita tentang nikmatnya terbang
Engkau melihat begitu banyak pemandangan indah
Semua begitu mempesona mata dan telingamu
Aku pun tersenyum mendengar ceritamu...!

Siang ini engkau bercerita nikmatnya mencari makan
Engkau berloncatan dari dahan satu ke dahan yang lain
Semua begitu menggairahkan dan menarik perhatianmu
Aku pun tersenyum mendengar ceritamu....!

Sore ini engkau bercerita nikmatnya terbang pulang
Engka bentangkan sayap memeluk anak dan istrimu
Semua begitu menyejukkan penghilang lelah tubuhmu
Akupun tersenyum mendengar ceritamu....!


Malam ini engkau ceritakan tentang syukurmu
Memiliki dua sayap yang membawamu terbang tinggi
Menjadi tiang pencari nafkah anak2 dan istrimu
Aku pun tersenyum mendengar ceritamu.....!

Menjelang subuh aku tersenyum diantara duduk ku
Membayangkan semua keindahan terbang sahabat2ku
Tiba2 seorang perempuan tua muncul di depanku
Tersenyum lalu membisikkan sesuatu di telingaku 

'Sayapmu boleh patah, tetapi keindahan ALLAH masih banyak yang bisa kamu nikmati dengan berjalan'
(Demsycouper Bours )

Sabtu, 21 Mei 2011

::: Allah Akan Memberimu Sayap :::


Adzan maghrib sudah berkumandang. kurang dua jam lebih.Perempuan yang sudah tua tetapi masih kelihatan sehat itu buru2 mengambil air wudhu dan shalat maghrib. Sesudah shalat ditambahi dzikir dan doa seadanya dia pun kembali bergegas ke tempat duduknya lagi. Tidak lama kemudian diujung lorong dilihatnya tempat tidur yang didorong oleh 2 perawat. Nenek inipun segera bangkit dan dengan sedikit berlari dia berjalan disamping tempat tidur beroda itu.

Diatas tempat tidur yang berjalan itu tergeletak laki2 yang sudah menemani hidupnya 20 tahun lebih. Laki2 20 tahunan itu tersenyum melihat sang nenek berada disampingnya. Didepan pintu ruangan yang keliatan begitu terang si nenek meminta perawat itu berhenti. Lalu sang nenek mendekatkan bibirnya ke telinga laki2 itu, "you tidak punya apa di dunia ini, your body its not yours, ingat itu!" bisiknya. Laki2 muda itu menganguk dan tersenyum lagi diantara air matanya yang mulai keluar.

Setelah kedua perawat itu hilang dibalik ruangan yang terang benderang, nenek itu lalu membalikkan badan dan berjalan pelan sambil menunduk.
DIa pergi ke salah satu ruangan dimana laki2 tadi selama 2 hari ini berada. Pelan2 dia masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu lagi. Lalu dipakainya mukena putih, di gelarnya sajadah kecil dan dia duduk diatasnya. Perempuan tua yang tadi keliatan tegar melihat cucunya sekarang mulai meneteskan air mata.

Setelah shalat isyak sepertinya si nenek masih ingin berlama lama dalam kesendiriannya. Tasbih ditangan kanannya berputar perlahan. Wjahnya menunduk.Tampak beberapa tetes airmata jatuh memhasahi mukenanya. Pikirannya melayang jauh beberapa waktu yang lalu. Seorang anak kecil yang selalu dia gendong kemana mana. Terbayang seorang anak kecil dengan seragam TK berlarian ke sana kemari bersama teman-temannya. Terbayang anak SD yang bersepeda didalam rumah, di halaman belakang, di jalan raya. Terbayang seorang anak SMP yang masih suka mandi di sungai bersama teman2 kampungnya. Terbayang anak SMA yang mulai mengenal cantiknya seorang gadis. Terbayang seorang laki2 muda dengan Yamaha Majesti, laki2 yang berjalannya seperti setengah berlari, laki2 setiap sore selalu memakai sarung dan baju shalat menyambut maghrib.

Terbayang laki2 yang selama ini menemani kesendiriannya. Laki2 yang tidak pernah malu mebawa dirinya yang sudah tua kepesta ulang tahun temennya. Dialah Ratu dari seorang anak laki2 yang selama ini memanggilnya oma. Laki2 yang sejak usia 2 tahun dia minta dari anak perempuannya.
Laki2 yang selalu mencium tangannya lalu di letakkan di dahinya."ini jimat saya!" begitu laki2 itu bilang saat melakukan itu.

Tiba2 kenangan indah itu seperti dibalik dalam sekejap.dilihatnya kan dinding yang menunjukkan angka 10 malam. 1 jam lagi tidak akan ada lagi laki2 yang bejalan setengah berlari. Tidak akan ada laki2 dengan Yamaha Majesti. Tidak akan ada laki2 yang berlari naik turun tanggak di belakang rumahnya sehabis shalat subuh. Tidak akan ada laki- yang berlarian sambil bercanda dengan keponakan kecilnya. Yang ada adalah laki2 dengan kruk ditangan kirinya sebagai pengganti kakinya yang diamputasi sekarang.

Jam berdentang sebelas kali. Perempuan itu bergegas melipat mukenanya dan kembali dimana tadi dia menunggu. Tak lama kemudian dua perawat tadi keluar mendorong tempat tidur. Jantung nenek itu seperti terhenti. Dia melihat cucu laki2nya tertidur tenang di atas tempat tidur. Matanya langsung tertuju pada bagaian tubuh bawah cucunya. air matanyapun tak kuasa dia bendung. Dengan air mata yang seperti bah dia membisikkan sesuatu ditelinga lakii2 yang tertidur dengan senyum itu.

"Allah akan gantikan yang diambil itu dengan 2 sayap supaya kamu bisa lebih cepat dari hanya sekedar berlari "

ALHAMDULILLAH
by : Demsycoupers Bours

Jumat, 04 Maret 2011

PULAU TERAKHIR...?

Aku pernah berlabuh di pulau sunyi.
Begitu alami tanpa penghuni.
Aku jatuh hati dan ingin memiliki.
Tetapi ombak membawanya pergi.

Menyambut pagi akupun berlabuh lagi.
Kali ini pulau bekas berpenghuni.
Aku bersihkan sisa sampah yang mengotori.
Tetapi ombak menenggelamkannya lagi.

Menjelang siang aku berlabuh kembali.
Pulau yang yang penuh cinta dihati.
Aku ceritakan pada bulan di malam hari.
Tetapi air pasang membuatnya tak nampak lagi.

Dengan sisa-sisa  tenaga aku berlabuh lagi.
Kali ini pulau yang sangat tersembunyi.
Akupun mulai membangun mimpi-mimpi
Ternyata pulau ini sudah berpenghuni.

Sekarang tinggallah aku sendiri.
Kujahit layar agar terkembang lagi.
Dayung patah kusambung kembali.
Perahuku siap berlayar tanpa kemudi.

Berharap bisa berlabuh suatu hari.
Membangun mimpi2 yang pernah pergi.
Mimpi indah yang tanpa tepi.
Pelukan kasih dan sayang dari ridho ILAHI.

Yaa Allah yaa Robbi.
Jaga hamba yg hina ini.
Agar tidak lagi menyakiti.
Siapapun yg hamba cintai.

A a m i i n !


(Demsycoupers Bours)

Jumat, 28 Januari 2011

Tong Sampah Atau Vas Bunga (Sebuah Pilihan Hidup)



Tau tidak perbedaan Tong Sampah dengan Vas bunga. Semua pasti menjawa "tauuuu". Dan saya yakin "taunya" nggak pakai "tetapi". Nggak tau napa tiba2 bebrapa hari ini saya sering diajak bicara tentang tong sampah dengan beberapa sahabat . Ternyata kehidupan tempat sampah itu begitu menarik. Sama menariknya dengan Vas bunga. Apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan keseharian kita.

Tong sampah jika dilihat dari fungsinya adalah sebuah tempat yang digunakan untuk membuang sampah. Tong sompah biasanya tidak terlalu mendapat perhatian banyak dari manusia kecuali di saat memang butuh membuang sampah. Biasanya tong sampah diletakkan di sudut2 ruangan bahkan tidak jarang tong sampah diletakkan jauh dari pemilik sampah karena dianggap mengganggu pemandangan. Perlakuan terhadap tong sampah sering tidak sepadan dengan fungsi dan kemanfaatannya.




Berbeda dengan vas bunga yang begitu indah. Walaupun hanya befungsi sebagai penghias dan pemanis ruangan, vas bunga diletakkan ditempat2 yang diharapkan orang akan melihatnya walaupun hanya sepintas. Darisebuah rumah kecil sampai di ruangan sidang kabinet kita bisa melihat keindahan vas dengan rangkaian bunganya. Sering perlakuan vas dengan bunganya berlebihan jika dilihat dari fungsinya yang sebagi pemanis saja.

Tong sampah dan vas bunga bisa dijadikan pelajaran dalam menyikapi hidup. Kita bisa memilih menjadi tong sampah dengan segala konsekuensinya atau memilih menjadi vas bunga juga dengan segala konsekuensinya. Menempatkan diri sebagai tong sampah bagi permasalahn orang lain lalu menutupnya rapat2. Kalaupun di buka semata2 melihat resiko bau lebih kecil dari pada manfaat yang lebih besar dengan sesijin pemilik masalah. Atau kita memilih menjadi sosok yang indah penghias kehidupan dengan penampilan dan keindahan kita.

Orang2 kecil terpinggirkan sampai orang2 besar yang berada di kekuasaan tidak akan pernah lepas dari permasalahan2 hidup. Mereka adalah orang2 yang sedang diuji karena ALLAH menyayangi mereka. Mereka adalah orang2 yang diperingatkan ALLAH karena ALLAH tidak ingin mereka jatuh di lubang yang sama. Boleh jadi mereka memang dihukum ALLAH agar segera bertobat memohon ampun pada NYA. Orang yang memilih menjadi tong sampah adalah orang2 yang berdekatan dengan mereka yang dikasihi, diperingatkan dan dihukum ALLAH karena mereka adalah kekasih ALLAH.

MENJADI TONG SAMPAH ADALAH MENJADI JALAN BAGI ORANG LAIN MENDEKAT DAN LEBIH DEKAT KE ALLAH..ADAKAH YANG LEBIH INDAH DARI PADA MENJADI TONG SAMPAH..?
 


Sayang tidak banyak yang mau memilih menjadi tong sampah karena akan di letakkan di sudut2 tersembunyi dari kehidupan. Tidak banyak yang memperhatikan bahkan hanya di sapa jika diperlukan. Orang lebih memilih menjadi vas bunga dan penghias kehidupan dengan berlomba2 mempercantik diri agar orang lain bisa memperhatikan mereka. Menjadi pemanis di situasi2 dan acara penting walaupun mereka sindiri sebenarnya tidaklah penting. Selalu berusaha di perhatikan dengan menempatkan diri dimana orang2 akan melihat siapa kita. Walaupun hanya sepintas.

MENJADI VAS BUNGA ADALAH MENJADI PENGHIAS KEHIDUPAN YANG SESAAT ORANG2 AKAN MEMPERHATIKAN LALU MEREKA AKAN KEMBALI DENGAN RUTINITAS KESEHARIAN KARENA PENGHIAS ITU TIDAKLAH PENTING BUAT MEREKA.


Menjadi tong sampah atau vas bunga adalah pilihan hidup. Pilihan hidup adalah hak setiap manusia. Hak itu diberikan ALLAH dengan masing2 akibat dan konsekuensinya. Mereka yang bijak akan memilih dengan belajar akibat dan konsekuensi apa yang dipilihnya. Ketika saya bertanya pada seorang tua pensiunan kepala sekolah SD Donganti di NGGURAH Kediri jawa timur. Dengan tersenyum sambil bercanda dengan anak anak kecil yang mengelilinginya yang menjadi anak asuhnya belia menjawab.

AKU INI TONG SAMPAH BUAT BUAT MEREKA..TETAPI LIHAT!..SAYA JUGA INDAH BUAT MEREKA

By : Demsycoupers Bours


BUKAN KAMU YANG SEHARUSNYA MALU


Hujan sudah mengguyur sejak pagi tadi. Pemuda itu duduk di sudut toilet yang sepi dari ramainya penumpang. Dimasukkan tangan kanan ke saku celananya. Segenggam uang receh pun berada di tangan. Di hitungnya satu persatu coin itu. Sembilan ribu enam ratus rupiah..masih jauh dari cukup. Diambilnya dua coin laratusan berwarna emas. lalu sisanya dia masukkan kembali ke dalam saku.
Dia pun berjalan ke sebuah warung kecil dan memesan teh hangat. Tangannya mengambil satu gorengan dan pemuda itupun menikmati makan siangnya.

ALHAMDULILLAH..siang ini kembali masih bisa makan gorengan untuk mengganjal perut.

Selesai makan kembali langkah pemuda itu bergerak ke toilet. Dia titipkan gitar tuanya ke penjaga toilet lalu menuju ke kran2 yang berjejer..'wudhu'. Tak berapa lama pemuda itu tampak keluar dari musholla sederhana di samping toilet. Diambilnya lagi gitar tuanya lalu langkahnya kembali menuju keramaian sebuah terminal ibu kota. Sebuah bus antar kota tampak melintas dan dengan cekatan pemuda itu pun masuk ke dalamnya.

Menjelang isyak tampak pemuda itu kembali duduk di sudut toilet tempat dimana siang tadi dia menghitung uangnya. Tangannya tampak memisahkan lembaran uang kertas dan coin2 dilantai. Lalu pelan2 dia pun mulai menghitung. Empat puluh tujuh ribu enamratus rupiah. Pemuda itupun tersenyum lalu berdiri, berjalan ke penjaga toilet tua dan menitipkan gitarnya. Diambilnya air wudhu lalu masuk kedalam musholla. Butir2 air wudhu masih tersisa di tubuhnya, pemuda itu keluar musholla dari shalat isya'nya. Tangannya merogoh saku dan mengeluarkan 2 lembar ribuan. Sambil mengambil gitar diselipkannya uang dua ribu rupiah itu ke saku penjaga toilet sambil berbisik di telinganya..'buat beli kopi ntar malem..Assalamualaikum!'. pemuda itupun pergi dan hilang di keramaian jalan ibu kota.

ALHAMDULILLAH ... malam ini bisa makan nasi bungkus dengan lauk tahu bacem.

Di sebuah warung tenda di pinggir jalan protokol tampak pemuda itu sedang menikmati makan malamnya. Sebungkus nasi dan teh hangat. Tampak begitu lahap walaupun hanya dengan sayur kangkung dan tahu bacem. Tak lama kemudian pemuda itu sudah tampak berjalan menuju apotik. Seperempat jam kemudian dia keluar dan tangannya membawa buntalan tas plastik kecil. 'obat buat emaknya' yang sedang terbaring sakit di rumah. Tangan itu lalu merogoh sakunya. Dihitung sisa uangnya hari itu. delapan ribu dua ratus rupiah. dimasukkannya yang delapan ribu untuk belanja adik perempuannya besok. Dua coin seratus rupiah di genggam sambil berjalan.
Di sebuah traficlight dekat dengan gang rumahnya, uang dua ratus rupiah itupun sudah berpindah tangan ke pengemis yang terkantuk2 di bawah lampu kota. Pemuda itupun hilang di gang kecil yang gelap.

Menjelang subuh, dengan sarung tua dan baju batik sederhana..tampak pemuda itu duduk di tahiyat akhirnya. Dua dangan itu menyatu dan bibirnya bergerak dengan suara pelan. "Yaa ALLAH..berikan kesehatan, kekuatan pada hamba agar tetap bisa mengamen..agar emak bisa tetap minum obat..biar adik hamba satu2nya tetap bisa sekolah..jaga hamba ini tetap di jalan MU.....dst"
Adzan subuh pun berkumandang.

Di sudut bumi ALLAH yang lain aku membuka salah satu pesan di inbox dari salah satu sahabat fb. Sahabat yang datang dan muncul begitu saja entah dari mana. Saya baca berulang2 pembicaraan saya dengannya. Lalu terpikir untuk membaginya dengan sahabat saya yang lain. Diawal saya cukup terkejut dengan pesan pertamanya yang seperti ini ;

Ass,, mas Dems,, knapa sy ga k ditandai dgn fotonya, jadi aku ga bisa menyukai note mas,, apa salah saya mas Dems,, klw aq mmang ada yg salah dihapus ajj dr list friendnya mas ajj ga apa2, aq jg pengin koleksi foto itu,, maksih mas,, makasih.. Wasslm,,

Dan yang paling mengejutkan adalah pesan berikutnya yang membuatku malu..malu dengan apa yang aku lakukan selama ini..duduk diatas berselemut kesombongan kebaikan..menebar kata bijak menyimpan perbuatan..Menceritakan indahnya kemiskinan menyimpan ketamakan..dan masih begitu banyak yang membuatku semakin malu dan malu dengan sahabat ku ini. Pesan itu tidaklah panjang..hanya beberapa kalimat sederhana apa adanya.  

Iya mas,, kapan2 ditag ttng "pengamen jalanan" yg slama ini aku jalani,, kerana susah sekali saya cari kerja,, kmarin saya hubungi mbak ........ Tp blm sempat bikin notenya mas,, bukannya aku pemalas,, tp nyatanya sperti ini, aku ttp berusaha yg terbaik dan terhormat walaupun itu jdi kuli pasar/bangunan, sebenarnya hallal tp remeh mas,, tlong ya mas,, terimaksih wassalam...... 

TERIMAKSIH SAHABAT..SEMOGA DIMUDAHKAN...SEMOGA DIMULIAKAN

DEDICATE TO : Sahabat FB ku yang indah
By : Demsycoupers Bours

~ Dua Kolam Air ~


Kolam itu tampak begitu jernih airnya.
Berasal dari berbagai aliran air yang bertemu.
Ada aliran yang dari bukit, sawah dan sungai.
Air hujan pun tidak ketinggalan ikut bergabung.

Seorang laki-laki  tua berjalan mendekati.
Mengambil air dengan ember plastiknya.
Di gunakan untuk mandi dan mencuci bajunya.
Tubuh renta itu tampak begitu segar.



Diperjalanan pulangnya laki-laki  itu berhenti
Disebuah kolam yang tampak seperti sumur.
Tidak ada aliran air yang masuk kedalamnya.
Hanya sumber air dari bebatuan di dalamnya.

Laki-laki mengambil air dari sumber mata air itu.
Tubuh tua itu pun terseok membawa air itu pulang.
Di masukkannya air itu kedalam kendi lalu diminumnya.
Wajah laki-laki tua itupun tampak segar kembali.

Ketika saya bertanya, Apa beda kedua kolam itu.
Laki-laki  tua itu tersenyum, Sambil berkata pelan.
Kolam pertama, Itu adalah AKAL mu.
Dan kolam ke dua, Itu adalah HATI mu.

Air yang masuk kekolam itu adalah ILMU mu.
Air yang keluar dari batu itu adalah IMAN mu.
ILMU mu untuk MEMPERMUDAH langkah mu.
IMAN mu untuk MELURUSKAN jalan mu.

TETAPI JIKA KAMU HARUS MINUM
PILIH AIR YANG KELUAR DARI BATU
KARENA AIR ITU TIDAK HANYA JERNIH
TETAPI JUGA LEBIH BERSIH DAN JUJUR



By : Demsycoupers Bours