Minggu, 03 Oktober 2010

Ketakutan Dalam Kesepian

Ketakutan yang terbesar dari orang-orang yang mengalami kesepian yang hebat adalah depressi atau kehilangan keseimbangan emosional untuk sementara waktu atau lama. Banyaknya pertimbangan sangatlah menentukan kepastian, harga diri, nilai dan pandangan hidup terhadap realitas yang ada. sering membuat orang menjadi terombang ambing dan menjadi merasa 'gila.' Hal itu bukan berarti kesepian adalah penyakit psikologis. Dr. Robert S Weiss dari Kedokteran Universitas Harvard menyebutkan bahwa kesepian adalah tanggapan normal dari kurangnya dua kebutuhan pokok sosial yang utama.

1. Bila kita memiliki ikatan dilengkapi hubungan akrab dengan pasangan atau seseorang yang kita cintai.

2. Rasa berkelompok dilengkapi dengan jaringan teman-teman yang ikut berbagi kepentingan yang sama dalam masalah tertentu.

Dua kebutuhan pokok inilah yang menjadi pondasi diri kita. Bila kita kehilangan salah satunya maka hal itu menyebabkan kita menjadi kesepian. Pengobatannya bisa melalui cara mengaktifkan atau mencari hubungan yang lebih berarti dan mengisi hari-hari yang ada dengan pekerjaan atau aktifitas yang menyenangkan. Meski kesepian bukan penyakit mental namun bisa berakibat buruk terhadap kesehatan fisik dan emosional seseorang bahkan berakibat kematian dini.

Kesepian dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Angka kematian yang tinggi dari mereka yang mengalami kesepian secara terus menerus selama 6 bulan sesudah kehilangan seseorang yang dicintainya. Kesepian seperti itu berakibat seseorang mengalami stress atau tertekan sekaligus dapat untuk bisa mengenali diri kita yang hakiki. Betapapun sakitnya kesepian itu adanya namun dapat menjadi sebuah pencarian batin yang efektif, saatnya untuk mencari makna hidup dan yang paling penting adalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Dengan berdoa dan penyerahan diri secara total maka beban hati anda tersalurkan dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan membiarkan anda berjalan dalam kesendirian dan kesepian.

'Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.' (QS. Yusuf : 86).

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kebaikan Diatas Kebaikan

JIKA ALLAH MENCINTAI SEORANG HAMBA , MAKA IA MEMANGGIL JIBRIL DAN BERFIRMAN "ALLAH MENCINTAI SI FULAN ,MAKA CINTAILAH IA, MAKA JIBRIL MENCINTAINYA. KEMUDIAN JIBRIL MEMANGGIL PARA PENGHUNI LANGIT , "ALLAH MENCINTAI SI FULAN, MAKA CINTAILAH IA" . MAKA PARA PENGHUNI LANGIT MENCINTAINYA.

KEMUDIAN RASA CINTA INI DITURUNKAN KEPADA SI FULAN AGAR DITERIMA DI BUMI " (Hadis shahih).

Orang yang berbuat kebaikan akan merasakan manisnya TAAT,
LEZATNYA PENYERAHAN DIRI, TENANGNYA HATI
Serta bahagia dengan sesuatu yang ia terima ...

ALLAH memilih hambanya SEMATA-MATA hanya karena KETAATANNYA
ALLAH MENGISTIMEWAKAN MEREKA karena AMAL IBADAHNYA
Sehingga bisa merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan KATA-KATA dan PERASAAN


Jika kita tidak bisa merasakan kenikmatan di dalam hati
Padahal telah berbuat amal kebaikan ,
Serta tidak menemukan kelapangan di dalam dada ,
Maka kita perlu BERPRASANGKA bahwa ALLAH MAHA PENERIMA SYUKUR
Kita perlu KOREKSI mungkin PERBUATAN itu telah DIMASUKI HAL-HAL LAIN atau
NIATNYA TIDAK IKHLAS...

Jika seseorang melakukan kebaikan ,
Maka dengan kebaikan tersebut Allah akan mencukupinya
ALLAH akan MENOLONGNYA agar dia dapat MELAKUKAN KEBAIKAN LAIN.
Pada dasarnya KEBAIKAN ITU adalah MENARIK KEBAIKAN LAIN...


Orang yang BAIK adalah BEBAS
Meskipun DIA adalah seorang BUDAK
Orang yang JAHAT adalah SEORANG BUDAK
Meskipun DIA adalah SEORANG RAJA

TUNJUKKAN dan lakukan KEBAIKAN SEKARANG juga
Dan jangan ditunda atau diabaikan karena
Waktu TIDAK AKAN bisa SAMA LAGI


Pendengar yang BAIK tidak hanya akan populer
Dan DISUKAI banyak orang
Dia juga menjadi orang yang banyak tahu
Dari apa yang pernah DDIDENGARNYA


Meskipun kita sudah melakukan sesuatu
Dengan cara yang terbaik
Hasilnya tetap saja TIDAK PASTI
Bahkan seringkali BERTENTANGAN
Tetapi, TETAPLAH BERBUAT YANG TERBAIK


Bila kita mempunyai suatu NIAT, yang bersungguh - sungguh
Untuk suatu KEBAIKAN maka UCAPKANLAH
Karena UCAPAN itu adalah IKATAN
Biasanya seseorang akan berusaha MENGIKUTI apa yang DIUCAPKANNYA


BAHAGIANYA HATI KARENA MENERIMA KEBAIKAN
SEDIHNYA HATI KARENA MENERIMA YANG MENYAKITKAN

"TIDAK ADA SUATU KEBAIKAN KECUALI PADA DASARNYA KEBAIKAN ITU MENARIK KEBAIKAN LAIN"

BAIK ITU "TIDAK CUKUP" KALAU "LEBIH BAIK" MASIH MUNGKIN

BC16012010

Jika Aku Jatuh Cinta


Ya Allah, Jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang
Yang melabuhkan cintanya pada-MU,
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu


Ya Muhaimin, jika aku jatuh hati,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
Yang hatinya tertaut PadaMU
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta Nafsu


Ya Robbana jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya
Agar tidak berpaling daripada hatiMU

Ya Rabbul Izzati jika aku rindu

Rindukanlah aku pada seseorang
Yang merindu syahid di jalanMU

Ya Allah jika aku menikamati Cinta kekasihMU

Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
Indahnya bermunajat disepertiga malam terakhirMU

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindu-MU,

Jangan biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki
Dan rindu abadi hanya kepadaMU Amiinn..

Doaku,,,moga kita sama sama berjaya didunia

Dan akhirat meraih segala harapan
Dalam membina Bahtera rumah tangga yang Barokah
Meraih bidadari yang jelita indah dipandang dan nyaman bersamanya

Berjaya dalam mengarungi segala dugaan

Dan cobaan yang memang menguji kekuatan Iman,,

Karena iman itulah yang menemukan cinta,

yang selama ini jauh bahkan menghilang

Semoga Cinta yang dicari selama ini telah ditemui

Semoga Allah meletakan kita dibawah payung rahmat dan KasihNYA

Cinta pada Allah
Cinta yang Hakiki
Utamakanlah Cinta padaNYA
Hidup kita kan terpelihara
(Unknown)

BERBUAT KEBAIKAN ITU MELAPANGKAN DADA


Uluran tangan kepada sesama tampak penuh pesona seperti namanya. Budi baik terlihat indah seperti tulisan hurufnya. Kebaikan bercitra seperti rasanya. Orang yang pertama kali  dapat mengambil nilai lebih dari berbagi kebahagiaan dengan orang lain  ialah mereka yang mau  melapangkan dada untuk berbagi kebahagiaaan dengan orang lain

Orang-orang seperti itu dapat memetik buah lakunya dalam jiwa, akhlak dan nurani mereka.  Mereka menemukan kelapangan hati,  keluasan rasa , kesucian jiwa , ketenangan batin dan kenyamanan  hidup.

Jika kita di kelilingi kesedihan yang datang dari segenap penjuru  hidup atau ditimpa kesedihan  maka jangan biarkan itu terjadi pada orang lain, namun tetap berikan uluran tangan terhadap mereka . dengan jalan itu kita akan menemukan solusi dan kelonggaran hidup.  Berikan sentuhan kasih kepada orang-orang yang tidak mau menadahkan tangan walaupun mereka   benar-benar membutuhkannya.

“ KEUTAMAAN MEMBERI ITU KETIKA DI MINTA TAPI LEBIH UTAMA LAGI TANPA DIMINTA   ...” 

Tatkala seseorang melakukan kebaikan, melonggarkan kesusahan orang lain  maka dia bagaikan  minyak misik yang menebarkan wangi kepada pembawanya,  pembelinya maupun penjualnya. Tatkala kita memberikan bantuan dan kelonggaran kepada orang lain saat itu  kita sendiri akan dilonggarkan dan akan diberi kemudahan oleh Sang Maha  Pengasih. Saat kita menghibur orang lain ketika kita sendiri dalam keadaan perlu dihibur saat itu kita akan merasakan  kebahagian dan kelapangan hati.

Itulah sebabnya orang yang sering dirundung malang dan kesedihan  mereka akan segera  mencari orang yang sedang kesusahan  dan  membantu kesusahan mereka. Apakah itu dalam bentuk sedekah , dalam bentuk nasehat  ,  perbuatan dan tingkah laku  . Saat itu mereka akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin , kebahagiaan yang luar biasa. Karena saat itu Allah  sedang mengangkat kesedihan –nya. Saat itu Allah sedang memuliakannya, mengangkat derajatnya. Saat itu juga Allah sedang memberinya kesempatan  untuk menjadi lebih baik. Saat   kebahagiaan yang tiada tara  menyusup lembut dalam jiwa.

Secara psikologis kebaikan yang kita tebarkan  akan berubah wujud menjadi racikan obat yang dipasarkan dalam hati orang yang  didalam hatinya tumbuh subur  Kebajikan dan Kebaikan.  Orang yang sering memberi bantuan dan pertolongan kepada orang lain   biasanya mereka jarang sekali mengalami kesusahan dan kesempitan hidup. Walaupun itu sering mereka alami tapi mereka bisa mengatasinya tanpa merasakan kesempitan  yang menyesak  dada.  Walaupun bagi orang  yang melihat  masalah itu sangat berat dan besar  tapi baginya adalah biasa saja. Karena  mereka tahu Allah sedang memuliakannya dan memberinya kesempatan untuk memuliakan orang lain.

Menebarkan senyum  diiringi roman muka yang berseri kepada orang-orang yang miskin akhlak  merupakan sedekah jariyah. Sedangkan orang-orang yang memasang muka masam  dan berlaku sinis kepada orang   bagaikan mengibarkan panji perang  kepada orang lain . Dan kita tidak pernah tahu entah kapan perang itu akan terjadi. Hanya yang maha tahu dengan keghaiban saja yang Maha Tahu.

Wahai diri yang merasa takut  dengan himpitan derita, himpitan kegelisahan , himpitan ketakutan  , saatnya kita masuk dalam kebun  kebun kebaikan. Sibukkan diri dengan melakukan kebaikan pada sesama  , buka telapak tangan untuk  selalu memberi.   Ayunkan langkah untuk  sekedar berkunjung melapangkan kesusahan orang lain. Saat  mereka tersenyum mendapatkan kelapangan saat itu juga kita  ikut  tersenyum lembut  yang  merekah dalam jiwa.  Tersenyum karena kita akan segera menemukan hakekat kebahagiaan . Saat kita merasakan  kelezatan cita rasa  kebahagiaan . Saat kita merasakan pesona indah kebahagiaan .  Cita rasa kebahagiaan yang hakiki. Saat Allah pun  tersenyum pada Kita.
KITA YANG MERASA DIRI KITA SEORANG PEMBERI SEBENARNYA HANYALAH SEORANG SAKSI...

“ Padahal  tidak ada seorangpun  memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus  dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari Ridha Tuhannya Yang Maha Tinggi . Dan Kelak dia benar-benar mendapat kepuasan “ (QS Al-Lail : 21)

Wallahu a’lam bisshawwab
BC02102010

ORANG-ORANG PILIHAN


Suatu hari ketika  diskusi dengan seorang teman. Tiba –tiba lewat seorang  teman lainnya dan pembicaraanpun berkembang , tentang kebahagiaan dan  kehidupan .  Timbul pertanyaan, “Kenapa ada orang yang hidupnya sudah berlebihan tetapi masih merasa serba kekurangan . Disisi lain seseorang yang hidupnya biasa saja dengan gaji yang standar hidup penuh kenyamanan dan kebahagiaan.”

Sesuatu  yang sudah lama berlansung.  Sebutlah namanya Bapak Budi. Bapak Budi orang  yang tidak pernah kelihatan resah dan gelisah. Kehidupannya sederhana.Ibadahnya pun tidak berlebihan, Orangnya juga tidak fanatik. (yang kelihatan di luar, tapi didalamnya hanya Allah yang tahu) .Gajinya standar sebagai seorang PNS. Dalam usia muda dia telah memiliki segalanya, Rumah, mobil , umrah dan hidup tenang.InsyaAllah sebentar lagi  Naik haji.   Dari perilakunya dia tidak pernah kelihatan menceritakan kejelekan orang lain. Tidak iri pada kelebihan dan jabatan orang lain. Tapi kasih sayang nya kepada orang tua patut di tiru. Setiap tahun dia melakukan Qurban untuk orang tuanya. Terkadang tidak selalu ada uang , tetapi dia tetap melakukan nya  walaupun diam-diam meminjam uang.  Subhanallah .... Karena dia yakin saat ini mungkin dia tidak punya uang tapi dia yakin Allah pasti memberinya rezeki.  Qurban tertentu waktunya ,  mungkin sekarang ga ada uang tapi besok mungkin ada , begitu katanya.

Sungguh luar biasa, biasanya orang yang sudah pantas ber-Qurban  pun mencari –cari alasan agar tidak melakukan Qurban. Apakah dengan mengatakan hidupnya sendiri masih kurang atau merasa masih punya banyak utang.  Ketika ditanya dia hanya tersenyum dan dengan sederhana dia menjawab tanpa terlihat ujub dan bangga. Dia melakukan itu sejak masih muda  ,  Dia berusaha melakukan Qurban untuk orang tuanya tiap Tahun. Biarlah saya nanti saja sekarang untuk orangtua saja dulu.

Lalu pada teman diskusi ini saya bertanya, (karena kami sahabat dekat, jadi sudah saling terbuka), bu kenapa ibu tidak mencoba meminjam  uang ke Bank  untuk uang muka rumah, daripada ngontrak terus, kan kita punya gaji, jadi bisa menyicilnya,  sebagai PNS kita mungkin ga akan diberi kesempatan  untuk lansung membeli rumah yang kita idamkan dengan harga Cash. (Dan pasti bisa bila Allah berkehendak) . Dengan tenang dia menjawab,  Kita kan tidak tahu umur kita sampai kapan, bila dipaksakan bisa  saja tapi saya tidak mau meninggalkan hutang buat suami  dan anak-anak saya.
Rumah itu kewajiban suami tapi saya tidak mau memberatkan pikiran suami saya.
Benar sech  itu bisa aja, tapi ya itu tadi hati saya tidak menerima.  Saya hanya berdoa pada Allah , meminta pada Allah seandainya saya tidak diberi kesempatan memiliki rumah  didunia saya minta Allah memberi saya rumah di Surga. Subhanallah.... Rumah yang diinginkannya jauh lebih mahal dan lebih sulit untuk menjangkaunya, perlu perjuangan yang benar-benar ikhlas.  

Dan apakah memang sebenarnya seperti itu? Benarkah dia tidak sanggup membeli rumah yang dibutuhkannya saat ini (menurut kita). Jabatannya sebagai bendahara banyak memberi peluang mendapatkan kemudahan bila dia mau. Namun kesempatan itu tidak dimanfaatkannya. Karena dia bukanlah  tipe orang yang memanfaatkan kesempatan. Bukan orang yang aji mumpung.   Jabatan yang memberi banyak kemudahan padanya dia gunakan untuk membantu banyak orang. Membantu orang-orang yang kesulitan dengan memberikan kemudahan. Bila ada yang mengeluhkan kesulitan keuangan padanya, InsyaAllah  mereka  tidak akan kembali dengan tangan kosong...

Disamping itu dengan gajinya , dia melakukan jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Setiap bulannya secara rutin dia membantu rumah  Yatim  Piatu dan anak-anak dhuafa.  Menjadi orang tua asuh anak-anak tidak mampu, membiayai sekolah  anak-anak orang yang  miskin secara materi ,  yang  telah lama dia lakukan.  Dan dengan nada rendah dia berujar saya tidak akan kuat bila Allah mengambil yang ada ditangan saya dengan  terpaksa ( maksudnya  bila dia tidak mengeluarkan sendiri mungkin Allah akan merenggutnya apakah dalam bentuk bencana, kesusahan dll) 

Kemudian dia berujar, Mungkin saya belum diberi rumah dan  hidup berlebihan   karena   dulu ketika menerima gaji pertama saya pernah berdoa , “Ya Allah  cukuplah Engkau beri hamba rezeki secukupnya saja sekedar memenuhi kebutuhanku, berilah aku kesempatan berbuat banyak untuk bisa membantu banyak orang,  Jangan sampai rezeki yang engkau berikan  membelengguku”

Subhanallah saya benar-benar  tersadarkan oleh orang yang kelihatannya sederhana dalam penampilan  tapi berpikiran cerdas.  Ketika  dia melakukan  perbuatan membantu banyak  orang  ,sementara buat dia sendiri tidak dia lakukan (menurut orang awam) ternyata dia telah melakukan Investasi besar yang sungguh  orang-orang besar yang sanggup memahaminya. Bukankah sebenarnya apa yang milik kita  adalah apa yang kita keluarkan buat orang lain? Apa-apa yang kita sedekahkan? Apa-apa yang kita  tabungkan dalam bentuk kebaikan? Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Pada pembicaraan selanjutnya  kami diskusi lagi. Sekarang  apa yang akan ibu lakukan ?  Dia menjawab , “Saya pengen naik haji. Tapi  ga tau  uangnya darimana”. Besoknya dia sudah datang dengan membawa beberapa formulir  tabungan Haji. Seorang teman yang tidak mengetahui pembicaraan sebelumnya sampai   matanya berkaca-kaca “Jadi kalian mau naik Haji?”. Sambil tersenyum teman saya menjawab, “ Ya saya sudah lama ingin naik Haji tapi belum tau uangnya darimana, terserah Allah sajalah, yang jelas usaha saya buka tabungan dulu”  . Dan teman baru itupun bercerita tentang masalahnya, kesempitan-kesempitan yang dialaminya. Sampai terlontar pertanyaan bagaimana caranya  bisa menabung, bagaimana caranya  memanage keuangan sedangkan dia juga sama-sama bekerja suami  istri tetapi selalu merasa kesempitan, selalu  merasa kekurangan, Saya melihatmu   ko enjoy banget padahal gaji kita sebagai PNS kan ga jauh beda?

Dengan nada datar  teman saya bertanya kepada teman yang baru datang tersebut, ‘ apakah ibu  selama ini telah mengeluarkan zakat penghasilan?  Sudah mulai belajar berkurban?’
Dia menjawab ,  ‘Ya saya belum  mengeluarkannya karena buat sendiri juga masih kurang. Berkurban juga belum karena berkurban kan hanya untuk orang yang telah   cukup kebutuhannya. Kadang saya tengah bulan juga gaji sudah habis’. 

Dengan sabar teman saya berkata, kalau menunggu kaya , kapan kita  akan kaya? Menunggu cukup kapan  kita akan merasa cukup?  Sedangkan waktu terus berlalu, usia semakin bertambah, Biaya pendidikan anak semakin  besar,   apakah saat itu kita masih mempunyai kesempatan lagi untuk berbuat?  Subhanallah  orang yang selama ini mengira dia  sederhana ternyata memiliki kekayaan yang  tidak semua orang bisa memilikinya. Dia tidak memiliki kekayaan yang berlimpah, tapi dia memilik “Kaya Hati”. Dia tidak berinvestasi dalam bentuk  rumah mewah, mobil bagus  , emas yang berlebihan, Tapi dia mempunyai investasi yang jauh lebih besar “ Investasi Akhirat”.  Dia memang  belum  mempunyai rumah di dunia ini, tapi dia mempunyai rumah-rumah Yatim yang  dengannya dia  berbagi kasih,  membagi penghasilannya untuk orang-orang dhuafa. Dan yang lebih besar lagi Dia meminta Rumah di surga. Hanya orang-orang yang Yakin Dengan Tuhan-nya lah yang mampu berbuat demikian....

Bagi saya  merekalah  orang-orang sederhana  yang sebenarnya  cerdas,  Merekalah  orang-orang pilihan yang tidak banyak berkata-kata tapi  lansung menerapkan dalam perbuatan.  Merekalah  orang –orang  yang sebenarnya  kaya, karena mereka memiliki ‘Kaya Hati’. Banyak orang-orang kaya harta tapi tidak diberi kesempatan untuk  berbuat banyak  karena selalu merasa kurang.  Banyak orang kaya  yang sebenarnya sudah mampu untuk malaksanakan  haji  tapi belum merasa terpanggil. Banyak orang yang  rezekinya sudah lebih dari cukup tapi belum sanggup untuk melaksanakan Qurban. Banyak orang yang gajinya besar tapi merasa belum saatnya untuk mengeluarkan zakat . ***

“Ya Allah Ya  Tuhan-ku  , Aku berlindung kepada-MU dari Godaan syetan Yang Menggelincirkan”

Wallahua’lam bisshawwab
BC02102010

Doa Terindah Dari Sahabat


Ya Allah ya Tuhanku..
Diatas sajadah ini Hamba sujud seraya memohon dgn segenap hati dan jiwaku..

Berikanlah segala kemudahan baginya sebagaimana Engkau berikan kemudahan bagi orang-orang yg sholeh sebelumnya..

Luaskan rezekinya sebagaimana Engkau luaskan bumi
beserta isinya...



Percantiklah akhlaknya dgn ketaqwaan...

Indahkan lisannya dgn kesantunan..
Lisan yg selalu basah menyebut nama-MU ya Allah..
Kuatkan badannya dgn kesehatan...

Jagalah hati serta jiwanya agar senantiasa terhindar dari segala kesalahan...

Peliharalah ia dari siksa dunia dan akhirat-MU ya Allah..
Anugrahkanlah ia sifat pemaaf kpd orang-orang yg pernah menyakitinya...

Golongkanlah ia ke dalam golongan orang-orang yg sholeh agar bisa mempersembahkan yg terbaik untuk-MU ya Allah


Jauhkanlah ia dari sifat lalai dalam mengingat-MU...

Berikanlah rasa kesabaran dalam dirinya...
Dan jadikan pula  kami  orang yg pandai bersyukur atas segala ni'mat-MU ya Allah...

Karuniakanlah kepadanya hati yang jauh lebih indah dari seindah apapun penampilannya..

Hati yang jauh lebih kaya dari sebanyak apapun harta yang dimilikinya...
Lembutkanlah hatinya ya Allah...

Duhai Yang Maha Menatap lagi Maha Mendengar..

Sungguh...

Rahmat-MU tiada terbatas...

Kasih sayang-MU tiada bertepi...
Cinta-MU seluas langit dan bumi...
Ampunan-MU menutupi murka-MU...

Maka berikanlah semua itu padanya ya Allah...


Ampunilah dosa-dosanya...

Ampunilah kesalahannya...
Ampunilah atas kealpaannya...

Rabb...

Jika ada kata-kata lebih dari sekedar permohonan..
Jika ada kata-kata lebih dari sekedar pertobatan...
Pasti ku akan menyebutnya untuk-MU ya Allah...

Ya Allah ya Tuhanku...

Yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih...
Sungguh...
Jika bukan Engkau yang kutuju...
Dan jika bukan Engkau yang mengabulkan do'aku..
Maka siapa lagi yang dapat mengabulkannya selain Engkau
Maka kabulkanlah ya Allah..do'aku untuknya...
...amin..ya Rabbal alamin...

Jumat, 01 Oktober 2010

Datangnya Kesembuhan

Ada seorang bapak masuk rumah sakit karena menderita tumor pada organ tubuhnya. Setelah melewati pemeriksaan medis. Para dokter menyimpulkan sangat kecil kemungkinan untuk sembuh dari sakitnya. Tak lama kemudian seorang dokter menemui istrinya dan mengatakan sakit yang diderita oleh suaminya. 'Ibu, sangat kecil kemungkinan untuk sembuh dan hanya Allahlah yang bisa memberikan keajaiban.'

Sang ibu merasa bersedih dengan kondisi suami yang sedang sakit parah dan anaknya yang semata wayang terlibat pemakaian obat terlarang. Beliau berusaha mengatasinya sendiri, membawa anaknya ke pusat rehabilitasi. Disaat Ibu tengah terpuruk dengan persoalan yang kian menumpuk. Beliau hadir ke Rumah Amalia. Kemudian beliau bershodaqoh untuk kesembuhan suami dan putrinya. beliau meyakini bahwa Allah Subhanahu Wa Ta;ala akan menyembuhkan suami dan anaknya. 'Saya benar-benar berharap, Allah mendengar doa saya..Mas Agus,' tutur sang ibu, terlihat air mata yang mengalir dipipinya.

Ditengah kegaluan hati yang dirasakan ibu dalam kesendirian dan kesunyian. Biasanya ada tawa dan canda bersama suami dan anak yang dicintainya. Saya senantiasa mengingatkan bahwa masih ada Allah yang selalu hadir ketika kita dalam kesendirian. Wajahnya terlihat lelah. Berkali-kali beliau mengucap istighfar, memohon ampun kepada Allah. Malam itu kami berdoa bersama anak-anak Amalia, memohon kepada Allah untuk kesembuhan suami dan anaknya. Angin malam terasa sejuk. Dengan doa yang dipanjatkan seolah rintik menyirami yang menyirami bumi.

Ditengah ketidakberdayaan dan keberserahan dirinya kepada Allah, dokter di rumah sakit tempat suaminya dirawat mengabarkan kepada ibu bahwa ada harapan suaminya sembuh kembali. Kondisi suaminya sedikit demi sedikit telah pulih kembali sehingga tak sampai satu bulan suaminya sudah diperkenankan untuk dirawat di rumah. Sementara anaknya juga sudah keluar dari pusat rehabilitasi. Beliau bersama suami dan anaknya senantiasa memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan bersyukur atas kesembuhan dan kasih sayangNya. Semakin mendekatkan mereka kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Subhanallah.

'Obatilah orang yang sakit dengan bershodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan doa.' (HR. Baihaqi)