Ketakutan yang terbesar dari orang-orang yang mengalami kesepian yang hebat adalah depressi atau kehilangan keseimbangan emosional untuk sementara waktu atau lama. Banyaknya pertimbangan sangatlah menentukan kepastian, harga diri, nilai dan pandangan hidup terhadap realitas yang ada. sering membuat orang menjadi terombang ambing dan menjadi merasa 'gila.' Hal itu bukan berarti kesepian adalah penyakit psikologis. Dr. Robert S Weiss dari Kedokteran Universitas Harvard menyebutkan bahwa kesepian adalah tanggapan normal dari kurangnya dua kebutuhan pokok sosial yang utama.
1. Bila kita memiliki ikatan dilengkapi hubungan akrab dengan pasangan atau seseorang yang kita cintai.
2. Rasa berkelompok dilengkapi dengan jaringan teman-teman yang ikut berbagi kepentingan yang sama dalam masalah tertentu.
Dua kebutuhan pokok inilah yang menjadi pondasi diri kita. Bila kita kehilangan salah satunya maka hal itu menyebabkan kita menjadi kesepian. Pengobatannya bisa melalui cara mengaktifkan atau mencari hubungan yang lebih berarti dan mengisi hari-hari yang ada dengan pekerjaan atau aktifitas yang menyenangkan. Meski kesepian bukan penyakit mental namun bisa berakibat buruk terhadap kesehatan fisik dan emosional seseorang bahkan berakibat kematian dini.
Kesepian dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Angka kematian yang tinggi dari mereka yang mengalami kesepian secara terus menerus selama 6 bulan sesudah kehilangan seseorang yang dicintainya. Kesepian seperti itu berakibat seseorang mengalami stress atau tertekan sekaligus dapat untuk bisa mengenali diri kita yang hakiki. Betapapun sakitnya kesepian itu adanya namun dapat menjadi sebuah pencarian batin yang efektif, saatnya untuk mencari makna hidup dan yang paling penting adalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Dengan berdoa dan penyerahan diri secara total maka beban hati anda tersalurkan dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan membiarkan anda berjalan dalam kesendirian dan kesepian.
'Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.' (QS. Yusuf : 86).
JIKA ALLAH MENCINTAI SEORANG HAMBA , MAKA IA MEMANGGIL JIBRIL DAN BERFIRMAN "ALLAH MENCINTAI SI FULAN ,MAKA CINTAILAH IA, MAKA JIBRIL MENCINTAINYA. KEMUDIAN JIBRIL MEMANGGIL PARA PENGHUNI LANGIT , "ALLAH MENCINTAI SI FULAN, MAKA CINTAILAH IA" . MAKA PARA PENGHUNI LANGIT MENCINTAINYA.
KEMUDIAN RASA CINTA INI DITURUNKAN KEPADA SI FULAN AGAR DITERIMA DI BUMI " (Hadis shahih).
Orang yang berbuat kebaikan akan merasakan manisnya TAAT,
LEZATNYA PENYERAHAN DIRI, TENANGNYA HATI
Serta bahagia dengan sesuatu yang ia terima ...
ALLAH memilih hambanya SEMATA-MATA hanya karena KETAATANNYA
ALLAH MENGISTIMEWAKAN MEREKA karena AMAL IBADAHNYA
Sehingga bisa merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan KATA-KATA dan PERASAAN
Jika kita tidak bisa merasakan kenikmatan di dalam hati
Padahal telah berbuat amal kebaikan ,
Serta tidak menemukan kelapangan di dalam dada ,
Maka kita perlu BERPRASANGKA bahwa ALLAH MAHA PENERIMA SYUKUR
Kita perlu KOREKSI mungkin PERBUATAN itu telah DIMASUKI HAL-HAL LAIN atau
NIATNYA TIDAK IKHLAS...
Jika seseorang melakukan kebaikan ,
Maka dengan kebaikan tersebut Allah akan mencukupinya
ALLAH akan MENOLONGNYA agar dia dapat MELAKUKAN KEBAIKAN LAIN.
Pada dasarnya KEBAIKAN ITU adalah MENARIK KEBAIKAN LAIN...
Orang yang BAIK adalah BEBAS
Meskipun DIA adalah seorang BUDAK
Orang yang JAHAT adalah SEORANG BUDAK
Meskipun DIA adalah SEORANG RAJA
TUNJUKKAN dan lakukan KEBAIKAN SEKARANG juga
Dan jangan ditunda atau diabaikan karena
Waktu TIDAK AKAN bisa SAMA LAGI
Pendengar yang BAIK tidak hanya akan populer
Dan DISUKAI banyak orang
Dia juga menjadi orang yang banyak tahu
Dari apa yang pernah DDIDENGARNYA
Meskipun kita sudah melakukan sesuatu
Dengan cara yang terbaik
Hasilnya tetap saja TIDAK PASTI
Bahkan seringkali BERTENTANGAN
Tetapi, TETAPLAH BERBUAT YANG TERBAIK
Bila kita mempunyai suatu NIAT, yang bersungguh - sungguh
Untuk suatu KEBAIKAN maka UCAPKANLAH
Karena UCAPAN itu adalah IKATAN
Biasanya seseorang akan berusaha MENGIKUTI apa yang DIUCAPKANNYA
BAHAGIANYA HATI KARENA MENERIMA KEBAIKAN
SEDIHNYA HATI KARENA MENERIMA YANG MENYAKITKAN
"TIDAK ADA SUATU KEBAIKAN KECUALI PADA DASARNYA KEBAIKAN ITU MENARIK KEBAIKAN LAIN"
BAIK ITU "TIDAK CUKUP" KALAU "LEBIH BAIK" MASIH MUNGKIN
Ya Allah, Jika aku jatuh cinta, Cintakanlah aku pada seseorang Yang melabuhkan cintanya pada-MU, Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu Ya Muhaimin, jika aku jatuh hati, Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang Yang hatinya tertaut PadaMU Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta Nafsu
Ya Robbana jika aku jatuh hati Jagalah hatiku padanya Agar tidak berpaling daripada hatiMU
Ya Rabbul Izzati jika aku rindu Rindukanlah aku pada seseorang Yang merindu syahid di jalanMU
Ya Allah jika aku menikamati Cinta kekasihMU Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan Indahnya bermunajat disepertiga malam terakhirMU
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindu-MU, Jangan biarkan aku melampaui batas Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki Dan rindu abadi hanya kepadaMU Amiinn..
Doaku,,,moga kita sama sama berjaya didunia Dan akhirat meraih segala harapan Dalam membina Bahtera rumah tangga yang Barokah Meraih bidadari yang jelita indah dipandang dan nyaman bersamanya
Berjaya dalam mengarungi segala dugaan Dan cobaan yang memang menguji kekuatan Iman,,
Karena iman itulah yang menemukan cinta, yang selama ini jauh bahkan menghilang
Semoga Cinta yang dicari selama ini telah ditemui Semoga Allah meletakan kita dibawah payung rahmat dan KasihNYA
Cinta pada Allah Cinta yang Hakiki Utamakanlah Cinta padaNYA Hidup kita kan terpelihara
Uluran tangan kepada sesama tampak penuh pesona seperti namanya. Budi baik terlihat indah seperti tulisan hurufnya. Kebaikan bercitra seperti rasanya. Orang yang pertama kali dapat mengambil nilai lebih dari berbagi kebahagiaan dengan orang lain ialah mereka yang mau melapangkan dada untuk berbagi kebahagiaaan dengan orang lain
Orang-orang seperti itu dapat memetik buah lakunya dalam jiwa, akhlak dan nurani mereka. Mereka menemukan kelapangan hati, keluasan rasa , kesucian jiwa , ketenangan batin dan kenyamanan hidup.
Jika kita di kelilingi kesedihan yang datang dari segenap penjuru hidup atau ditimpa kesedihan maka jangan biarkan itu terjadi pada orang lain, namun tetap berikan uluran tangan terhadap mereka . dengan jalan itu kita akan menemukan solusi dan kelonggaran hidup. Berikan sentuhan kasih kepada orang-orang yang tidak mau menadahkan tangan walaupun mereka benar-benar membutuhkannya.
“ KEUTAMAAN MEMBERI ITU KETIKA DI MINTA TAPI LEBIH UTAMA LAGI TANPA DIMINTA ...”
Tatkala seseorang melakukan kebaikan, melonggarkan kesusahan orang lain maka dia bagaikan minyak misik yang menebarkan wangi kepada pembawanya, pembelinya maupun penjualnya. Tatkala kita memberikan bantuan dan kelonggaran kepada orang lain saat itu kita sendiri akan dilonggarkan dan akan diberi kemudahan oleh Sang Maha Pengasih. Saat kita menghibur orang lain ketika kita sendiri dalam keadaan perlu dihibur saat itu kita akan merasakan kebahagian dan kelapangan hati.
Itulah sebabnya orang yang sering dirundung malang dan kesedihan mereka akan segera mencari orang yang sedang kesusahan dan membantu kesusahan mereka. Apakah itu dalam bentuk sedekah , dalam bentuk nasehat , perbuatan dan tingkah laku . Saat itu mereka akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin , kebahagiaan yang luar biasa. Karena saat itu Allah sedang mengangkat kesedihan –nya. Saat itu Allah sedang memuliakannya, mengangkat derajatnya. Saat itu juga Allah sedang memberinya kesempatan untuk menjadi lebih baik. Saat kebahagiaan yang tiada tara menyusup lembut dalam jiwa.
Secara psikologis kebaikan yang kita tebarkan akan berubah wujud menjadi racikan obat yang dipasarkan dalam hati orang yang didalam hatinya tumbuh subur Kebajikan dan Kebaikan. Orang yang sering memberi bantuan dan pertolongan kepada orang lain biasanya mereka jarang sekali mengalami kesusahan dan kesempitan hidup. Walaupun itu sering mereka alami tapi mereka bisa mengatasinya tanpa merasakan kesempitan yang menyesak dada. Walaupun bagi orang yang melihat masalah itu sangat berat dan besar tapi baginya adalah biasa saja. Karena mereka tahu Allah sedang memuliakannya dan memberinya kesempatan untuk memuliakan orang lain.
Menebarkan senyum diiringi roman muka yang berseri kepada orang-orang yang miskin akhlak merupakan sedekah jariyah. Sedangkan orang-orang yang memasang muka masam dan berlaku sinis kepada orang bagaikan mengibarkan panji perang kepada orang lain . Dan kita tidak pernah tahu entah kapan perang itu akan terjadi. Hanya yang maha tahu dengan keghaiban saja yang Maha Tahu.
Wahai diri yang merasa takut dengan himpitan derita, himpitan kegelisahan , himpitan ketakutan , saatnya kita masuk dalam kebun kebun kebaikan. Sibukkan diri dengan melakukan kebaikan pada sesama , buka telapak tangan untuk selalu memberi. Ayunkan langkah untuk sekedar berkunjung melapangkan kesusahan orang lain. Saat mereka tersenyum mendapatkan kelapangan saat itu juga kita ikut tersenyum lembut yang merekah dalam jiwa. Tersenyum karena kita akan segera menemukan hakekat kebahagiaan . Saat kita merasakan kelezatan cita rasa kebahagiaan . Saat kita merasakan pesona indah kebahagiaan . Cita rasa kebahagiaan yang hakiki. Saat Allah pun tersenyum pada Kita.
KITA YANG MERASA DIRI KITA SEORANG PEMBERI SEBENARNYA HANYALAH SEORANG SAKSI...
“ Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari Ridha Tuhannya Yang Maha Tinggi . Dan Kelak dia benar-benar mendapat kepuasan “ (QS Al-Lail : 21)
Suatu hari ketika diskusi dengan seorang teman. Tiba –tiba lewat seorang teman lainnya dan pembicaraanpun berkembang , tentang kebahagiaan dan kehidupan . Timbul pertanyaan, “Kenapa ada orang yang hidupnya sudah berlebihan tetapi masih merasa serba kekurangan . Disisi lain seseorang yang hidupnya biasa saja dengan gaji yang standar hidup penuh kenyamanan dan kebahagiaan.”
Sesuatu yang sudah lama berlansung. Sebutlah namanya Bapak Budi. Bapak Budi orang yang tidak pernah kelihatan resah dan gelisah. Kehidupannya sederhana.Ibadahnya pun tidak berlebihan, Orangnya juga tidak fanatik. (yang kelihatan di luar, tapi didalamnya hanya Allah yang tahu) .Gajinya standar sebagai seorang PNS. Dalam usia muda dia telah memiliki segalanya, Rumah, mobil , umrah dan hidup tenang.InsyaAllah sebentar lagi Naik haji. Dari perilakunya dia tidak pernah kelihatan menceritakan kejelekan orang lain. Tidak iri pada kelebihan dan jabatan orang lain. Tapi kasih sayang nya kepada orang tua patut di tiru. Setiap tahun dia melakukan Qurban untuk orang tuanya. Terkadang tidak selalu ada uang , tetapi dia tetap melakukan nya walaupun diam-diam meminjam uang. Subhanallah .... Karena dia yakin saat ini mungkin dia tidak punya uang tapi dia yakin Allah pasti memberinya rezeki. Qurban tertentu waktunya , mungkin sekarang ga ada uang tapi besok mungkin ada , begitu katanya.
Sungguh luar biasa, biasanya orang yang sudah pantas ber-Qurban pun mencari –cari alasan agar tidak melakukan Qurban. Apakah dengan mengatakan hidupnya sendiri masih kurang atau merasa masih punya banyak utang. Ketika ditanya dia hanya tersenyum dan dengan sederhana dia menjawab tanpa terlihat ujub dan bangga. Dia melakukan itu sejak masih muda , Dia berusaha melakukan Qurban untuk orang tuanya tiap Tahun. Biarlah saya nanti saja sekarang untuk orangtua saja dulu.
Lalu pada teman diskusi ini saya bertanya, (karena kami sahabat dekat, jadi sudah saling terbuka), bu kenapa ibu tidak mencoba meminjam uang ke Bank untuk uang muka rumah, daripada ngontrak terus, kan kita punya gaji, jadi bisa menyicilnya, sebagai PNS kita mungkin ga akan diberi kesempatan untuk lansung membeli rumah yang kita idamkan dengan harga Cash. (Dan pasti bisa bila Allah berkehendak) . Dengan tenang dia menjawab, Kita kan tidak tahu umur kita sampai kapan, bila dipaksakan bisa saja tapi saya tidak mau meninggalkan hutang buat suami dan anak-anak saya.
Rumah itu kewajiban suami tapi saya tidak mau memberatkan pikiran suami saya.
Benar sech itu bisa aja, tapi ya itu tadi hati saya tidak menerima. Saya hanya berdoa pada Allah , meminta pada Allah seandainya saya tidak diberi kesempatan memiliki rumah didunia saya minta Allah memberi saya rumah di Surga. Subhanallah.... Rumah yang diinginkannya jauh lebih mahal dan lebih sulit untuk menjangkaunya, perlu perjuangan yang benar-benar ikhlas.
Dan apakah memang sebenarnya seperti itu? Benarkah dia tidak sanggup membeli rumah yang dibutuhkannya saat ini (menurut kita). Jabatannya sebagai bendahara banyak memberi peluang mendapatkan kemudahan bila dia mau. Namun kesempatan itu tidak dimanfaatkannya. Karena dia bukanlah tipe orang yang memanfaatkan kesempatan. Bukan orang yang aji mumpung. Jabatan yang memberi banyak kemudahan padanya dia gunakan untuk membantu banyak orang. Membantu orang-orang yang kesulitan dengan memberikan kemudahan. Bila ada yang mengeluhkan kesulitan keuangan padanya, InsyaAllah mereka tidak akan kembali dengan tangan kosong...
Disamping itu dengan gajinya , dia melakukan jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Setiap bulannya secara rutin dia membantu rumah Yatim Piatu dan anak-anak dhuafa. Menjadi orang tua asuh anak-anak tidak mampu, membiayai sekolah anak-anak orang yang miskin secara materi , yang telah lama dia lakukan. Dan dengan nada rendah dia berujar saya tidak akan kuat bila Allah mengambil yang ada ditangan saya dengan terpaksa ( maksudnya bila dia tidak mengeluarkan sendiri mungkin Allah akan merenggutnya apakah dalam bentuk bencana, kesusahan dll)
Kemudian dia berujar, Mungkin saya belum diberi rumah dan hidup berlebihan karena dulu ketika menerima gaji pertama saya pernah berdoa , “Ya Allah cukuplah Engkau beri hamba rezeki secukupnya saja sekedar memenuhi kebutuhanku, berilah aku kesempatan berbuat banyak untuk bisa membantu banyak orang, Jangan sampai rezeki yang engkau berikan membelengguku”
Subhanallah saya benar-benar tersadarkan oleh orang yang kelihatannya sederhana dalam penampilan tapi berpikiran cerdas. Ketika dia melakukan perbuatan membantu banyak orang ,sementara buat dia sendiri tidak dia lakukan (menurut orang awam) ternyata dia telah melakukan Investasi besar yang sungguh orang-orang besar yang sanggup memahaminya. Bukankah sebenarnya apa yang milik kita adalah apa yang kita keluarkan buat orang lain? Apa-apa yang kita sedekahkan? Apa-apa yang kita tabungkan dalam bentuk kebaikan? Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Pada pembicaraan selanjutnya kami diskusi lagi. Sekarang apa yang akan ibu lakukan ? Dia menjawab , “Saya pengen naik haji. Tapi ga tau uangnya darimana”. Besoknya dia sudah datang dengan membawa beberapa formulir tabungan Haji. Seorang teman yang tidak mengetahui pembicaraan sebelumnya sampai matanya berkaca-kaca “Jadi kalian mau naik Haji?”. Sambil tersenyum teman saya menjawab, “ Ya saya sudah lama ingin naik Haji tapi belum tau uangnya darimana, terserah Allah sajalah, yang jelas usaha saya buka tabungan dulu” . Dan teman baru itupun bercerita tentang masalahnya, kesempitan-kesempitan yang dialaminya. Sampai terlontar pertanyaan bagaimana caranya bisa menabung, bagaimana caranya memanage keuangan sedangkan dia juga sama-sama bekerja suami istri tetapi selalu merasa kesempitan, selalu merasa kekurangan, Saya melihatmu ko enjoy banget padahal gaji kita sebagai PNS kan ga jauh beda?
Dengan nada datar teman saya bertanya kepada teman yang baru datang tersebut, ‘ apakah ibu selama ini telah mengeluarkan zakat penghasilan? Sudah mulai belajar berkurban?’
Dia menjawab , ‘Ya saya belum mengeluarkannya karena buat sendiri juga masih kurang. Berkurban juga belum karena berkurban kan hanya untuk orang yang telah cukup kebutuhannya. Kadang saya tengah bulan juga gaji sudah habis’.
Dengan sabar teman saya berkata, kalau menunggu kaya , kapan kita akan kaya? Menunggu cukup kapan kita akan merasa cukup? Sedangkan waktu terus berlalu, usia semakin bertambah, Biaya pendidikan anak semakin besar, apakah saat itu kita masih mempunyai kesempatan lagi untuk berbuat? Subhanallah orang yang selama ini mengira dia sederhana ternyata memiliki kekayaan yang tidak semua orang bisa memilikinya. Dia tidak memiliki kekayaan yang berlimpah, tapi dia memilik “Kaya Hati”. Dia tidak berinvestasi dalam bentuk rumah mewah, mobil bagus , emas yang berlebihan, Tapi dia mempunyai investasi yang jauh lebih besar “ Investasi Akhirat”. Dia memang belum mempunyai rumah di dunia ini, tapi dia mempunyai rumah-rumah Yatim yang dengannya dia berbagi kasih, membagi penghasilannya untuk orang-orang dhuafa. Dan yang lebih besar lagi Dia meminta Rumah di surga. Hanya orang-orang yang Yakin Dengan Tuhan-nya lah yang mampu berbuat demikian....
Bagi saya merekalah orang-orang sederhana yang sebenarnya cerdas, Merekalah orang-orang pilihan yang tidak banyak berkata-kata tapi lansung menerapkan dalam perbuatan. Merekalah orang –orang yang sebenarnya kaya, karena mereka memiliki ‘Kaya Hati’. Banyak orang-orang kaya harta tapi tidak diberi kesempatan untuk berbuat banyak karena selalu merasa kurang. Banyak orang kaya yang sebenarnya sudah mampu untuk malaksanakan haji tapi belum merasa terpanggil. Banyak orang yang rezekinya sudah lebih dari cukup tapi belum sanggup untuk melaksanakan Qurban. Banyak orang yang gajinya besar tapi merasa belum saatnya untuk mengeluarkan zakat . ***
“Ya Allah Ya Tuhan-ku , Aku berlindung kepada-MU dari Godaan syetan Yang Menggelincirkan”
Ya Allah ya Tuhanku.. Diatas sajadah ini Hamba sujud seraya memohon dgn segenap hati dan jiwaku..
Berikanlah segala kemudahan baginya sebagaimana Engkau berikan kemudahan bagi orang-orang yg sholeh sebelumnya.. Luaskan rezekinya sebagaimana Engkau luaskan bumi beserta isinya...
Percantiklah akhlaknya dgn ketaqwaan... Indahkan lisannya dgn kesantunan.. Lisan yg selalu basah menyebut nama-MU ya Allah.. Kuatkan badannya dgn kesehatan...
Jagalah hati serta jiwanya agar senantiasa terhindar dari segala kesalahan... Peliharalah ia dari siksa dunia dan akhirat-MU ya Allah.. Anugrahkanlah ia sifat pemaaf kpd orang-orang yg pernah menyakitinya...
Golongkanlah ia ke dalam golongan orang-orang yg sholeh agar bisa mempersembahkan yg terbaik untuk-MU ya Allah
Jauhkanlah ia dari sifat lalai dalam mengingat-MU... Berikanlah rasa kesabaran dalam dirinya... Dan jadikan pula kami orang yg pandai bersyukur atas segala ni'mat-MU ya Allah...
Karuniakanlah kepadanya hati yang jauh lebih indah dari seindah apapun penampilannya.. Hati yang jauh lebih kaya dari sebanyak apapun harta yang dimilikinya... Lembutkanlah hatinya ya Allah...
Duhai Yang Maha Menatap lagi Maha Mendengar.. Sungguh...
Rahmat-MU tiada terbatas... Kasih sayang-MU tiada bertepi... Cinta-MU seluas langit dan bumi... Ampunan-MU menutupi murka-MU...
Maka berikanlah semua itu padanya ya Allah...
Ampunilah dosa-dosanya... Ampunilah kesalahannya... Ampunilah atas kealpaannya...
Rabb... Jika ada kata-kata lebih dari sekedar permohonan.. Jika ada kata-kata lebih dari sekedar pertobatan... Pasti ku akan menyebutnya untuk-MU ya Allah...
Ya Allah ya Tuhanku... Yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih... Sungguh... Jika bukan Engkau yang kutuju... Dan jika bukan Engkau yang mengabulkan do'aku.. Maka siapa lagi yang dapat mengabulkannya selain Engkau Maka kabulkanlah ya Allah..do'aku untuknya... ...amin..ya Rabbal alamin...
Ada seorang bapak masuk rumah sakit karena menderita tumor pada organ tubuhnya. Setelah melewati pemeriksaan medis. Para dokter menyimpulkan sangat kecil kemungkinan untuk sembuh dari sakitnya. Tak lama kemudian seorang dokter menemui istrinya dan mengatakan sakit yang diderita oleh suaminya. 'Ibu, sangat kecil kemungkinan untuk sembuh dan hanya Allahlah yang bisa memberikan keajaiban.'
Sang ibu merasa bersedih dengan kondisi suami yang sedang sakit parah dan anaknya yang semata wayang terlibat pemakaian obat terlarang. Beliau berusaha mengatasinya sendiri, membawa anaknya ke pusat rehabilitasi. Disaat Ibu tengah terpuruk dengan persoalan yang kian menumpuk. Beliau hadir ke Rumah Amalia. Kemudian beliau bershodaqoh untuk kesembuhan suami dan putrinya. beliau meyakini bahwa Allah Subhanahu Wa Ta;ala akan menyembuhkan suami dan anaknya. 'Saya benar-benar berharap, Allah mendengar doa saya..Mas Agus,' tutur sang ibu, terlihat air mata yang mengalir dipipinya.
Ditengah kegaluan hati yang dirasakan ibu dalam kesendirian dan kesunyian. Biasanya ada tawa dan canda bersama suami dan anak yang dicintainya. Saya senantiasa mengingatkan bahwa masih ada Allah yang selalu hadir ketika kita dalam kesendirian. Wajahnya terlihat lelah. Berkali-kali beliau mengucap istighfar, memohon ampun kepada Allah. Malam itu kami berdoa bersama anak-anak Amalia, memohon kepada Allah untuk kesembuhan suami dan anaknya. Angin malam terasa sejuk. Dengan doa yang dipanjatkan seolah rintik menyirami yang menyirami bumi.
Ditengah ketidakberdayaan dan keberserahan dirinya kepada Allah, dokter di rumah sakit tempat suaminya dirawat mengabarkan kepada ibu bahwa ada harapan suaminya sembuh kembali. Kondisi suaminya sedikit demi sedikit telah pulih kembali sehingga tak sampai satu bulan suaminya sudah diperkenankan untuk dirawat di rumah. Sementara anaknya juga sudah keluar dari pusat rehabilitasi. Beliau bersama suami dan anaknya senantiasa memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan bersyukur atas kesembuhan dan kasih sayangNya. Semakin mendekatkan mereka kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Subhanallah.
'Obatilah orang yang sakit dengan bershodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan doa.' (HR. Baihaqi)