Minggu, 31 Agustus 2008

Tantangan Bersahabat Dengan al-Quran


Malam sehabis sholat tarawih saya sempat bertadarus bersama dengan Amat di masjid. Malam itu sangat menggembirakan karena dari berdua bisa menjadi berlima. Agak sulit untuk mengajak orang-orang untuk bertadarus, biasanya orang tua lebih mudah untuk diajak sedangkan yang lebih muda mungkin disibukkan dengan kegiatan yang lain.

Tadarus adalah mendekat diri untuk bisa bersahabat dengan al-Quran. Bersahabat dengan al-Quran memanglah tidak mudah. Namun jika seseorang tahu akan manfaat bersahabat dengan al-Quran tentunya orang akan banyak memilih untuk bersahabat dengan al-Quran. Sebagaimana Sabda Baginda Nabi SAW: “Bacalah Al-Quran karena ia akan memberikan syafaat kepada para “sahabatnya”. Bacalah “dua bunga”, surat Al-Baqarah dan surat Ali Imran, sebab pada hari kiamat nanti keduanya akan datang seolah-olah dua gumpalan awan, atau seperti dua bayang-bayang, atau seperti dua gerombol burung-burung yang berbaris yang akan memberi syafa’at kepada para “sahabatnya”. Bacalah surat Al-Baqarah, karena jika kita mengambilnya (membaca/menghafal) merupakan suatu keberkahan dan meninggalkannya merupakan suatu kerugian. Perkara ini tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang batil.” (HR. Muslim).

Tantangan terberat bagi seseorang yang ingin bersahabat dengan al-Quran pada era modern ini adalah aktifitas yang hanya mengarah kepada kepentingan duniawi dan melupakan fitrah kemanusiaan kita. Waktu kita hampir terkuras dengan urusan dunia dan nafsu materi. Kita sering kali tidak sadar bahwa kita sudah terhipnotis oleh aneka macam kepalsuan dan tipu daya yang terus menjerumuskan diri kita.

Tentunya kita menyadari bahwa dunia ini adalah ladang memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kembali menuju kampung akhirat. Nah, salah satu cara untuk membangunkan kesadaran fitrah diri kita yaitu menjadikannya al-Quran sebagai sahabat di dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar