Sabtu, 19 Juni 2010

HAKEKAT PERKAWINAN

Seorang wanita muda bertanya, bagaimanakah hakekat perkawinan

Sang nabi menjawab,

Engkau telah diciptakan berpasangan,
Dan selamanya pula engkau akan berpasangan.

Bersama pula engkau tatkala Sang maut memupus jiwamu,
Ya, bahkan bersama pula kalian , dalam ingatan sunyi Tuhan.
Akan tetapi biarkan ada ruang antara kebersamaan itu,
Dimana angin surga Na'im menari-nari disela hatimu.

Berkasih-kasihanlah, akan tetapi
Hendaknya jangan membelenggu cinta,
Biarkanlah cinta itu berkembang, ibarat air hidup,
Yang luwes mengalir dipantai kedua jiwa.

Saling isilah cangkir minumanmu,
Hendaknya jangan minum penuh dari satu cangkir.
Saling berbagilah nasimu,
Hendaknya jangan makan penuh dari satu piring.

Menarilah dan bernyanyi bersama
dalam segala suka cita
Biarlah masing-masing jiwa menghayati
kemanunggalan

Tali-tali gitar masing-masing punya nada sendiri
Meski tembang yang sama sedang menggetarkannya

Berikan hatimu, akan tetapi hendaknya jangan saling menguasai
Sebab hanya sang kehidupan yang akan
mampu mencakupnya

Tegaklah berjajar, akan tetapi hendaknya
jangan terlampau dekat
Bukankah tiang-tiang candi tak dibangun terlalu rapat?

Lihatlah pohon jati dan cemara
Tiada tumbuh dalam bayangan yang sama

(Kahlil Gibran)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar