Selasa, 24 Agustus 2010

Arti Makna Islam

Al-Mawaqif wal Mukhatabah

Syaikh Muhammad bin Abdul Jabbar bin Al Hasan An Nafri ( Imam An-Nafri)


Allah berseru kepada hamba-Nya:
“Hendaklah engkau menyerah kepada-Ku dengan sepenuh hatimu, dan menyerah kepada perantara-perantara dengan tubuhmu, supaya engkau bersama-Ku dengan kemauan kerasmu, dan bersama selain-Ku dengan akal budimu.



Maka engkau senantiasa menghimpun kemauan kerasmu atas-Ku, tiada bagian bagi selain-Ku terhadap dirimu melainkan hanya kehadiranmu bersamanya, dengan akal budimu saja.


Maka janganlah engkau bersuka ria atas karunia yang dianugerahkan-Nya kepadamu, dan jangan mudah marah kepada orang yang menyakiti hatimu. Jangan pula bermegah karena kejayaanmu, dan menepuk dada menyombongkan ilmu pengetahuanmu.


Waspadalah, jangan tertipu oleh karunia-Ku, dan jangan putus harapanmu karena ujian-Ku, dan jangan jinak bermanja-manja dengan sesuatu selain-Ku.


Laksanakanlah apa yang menjadi perintah-Ku tanpa menoleh kebelakang, maka jika demikian halmu sama dengan malaikat-Ku yang berkemauan teguh.


Bila engkau berlengah-lengah menanti perintah-Ku—sedangkan engkau sudah mengetahui—, maka jika demikian engkau terang-terangan menentang perintah-Ku.”

By : Lentera Sufi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar