Minggu, 09 Januari 2011

~ Cinta Raja dan Hamba Sahaya~


“Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya dan tiada mengambil apapun kecuali dari dirinya sendiri; Cinta tidak memiliki , pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi Cinta  (Kahlil Gibran)

Seorang raja terpaut pada pandangan seorang wanita cantik. Sang  raja yang sangat tampan  yang sore itu sedang  melintasi jalan desa dengan para pengawalnya tidak bisa memungkiri gejolak jiwanya.

Tatapan wanita desa sore itu benar-benar telah menorehkan  pahatan kesan yang amat dalam dilubuk hatinya. Sesampai di istana sang raja tidak bisa menjinakkan gelora api cinta yang tertancap dari pandangan wanita desa itu. Hatinya terus di dera galau.

Ketika  merebahkan diri untuk dapat  menenangkan perasaannya, matanya tidak mampu dipejamkan. Bayang wanita itu sangat segar terus menari-nari di lantai pikirannya. Hati kian gundah. Hingga fajar merekah sang raja baru bisa  luruh dalam dekap peri malam yang hampir kesiangan

Siang harinya dia terjaga . Sang rajapun akhirnya menceritakan apa yang dialaminya . Akhirnya sang raja pun  mengutus para pengawalnya untuk menjemput wanita itu.

Para Pengawal bergegas  menjelankan titah  sang raja . setelah berjalan seharian penuh sampailah para pengawal di desa wanita itu. Seorang yang tertua dari mereka  menceritakan masalahnya. Wanita desa itu hanya bisa menunduk. Dia tidak berani menengadah. Dia hanya pasrah. Bukankah dia tidak lebih dari seorang sahaya?

Wanita itu kemudian dibawa keistana .Sesampai di istana , wanita itu diserahkan kepada sang raja. Para pengawal disuruh keluar. Sang raja begitu bahagia karena bisa menatapi wanita yang mempesonakan dirinya. Sang raja kemudian  menyatakan isi hatinya dengan segala kerendahan. Sang raja tidak lagi menghiraukan siapa dirinya. Sang raja kini malah mendudukkan dirinya sebagai sahaya yang meminta dengan penuh iba untuk dicinta.

Tapi wanita itu tidak memberikan sepatah kata pun. Wanita itu tidak berani mengangkat wajahnya. Dia terus tertunduk. Hatinya berdebaran bagai ombak . Perasaannya tidak karuan.
Meski sang raja tidak mendapatkan jawaban cintanya.Tapi hatinya sudah cukup bahagia bisa melihat  orang yang dicintai ada dalam kehadirannya. Menatapi pesonanya  baginya sudah cukup.

Sang raja kemudian menyediakan rumah besar untuk wanita itu.Para dayang pun disiapkan untuk
Mengurus keperluannya.Rumah itu lokasinya tidak jauh dari istana.Sehingga tidak terlalu susah bagi sang raja bila ada gejolak rindu untuk melepaskannya.

Tapi ada teka teki setelah itu.Wanita itu tiba-tiba sakit.Sakitnya kian parah dari hari ke hari.
Sang raja pun menjadi sangat gelisah.Sang raja dihinggapi beban kesedihan yang amat berat.
Karenanya sang raja harus menderaikan air matanya.Beratus tabib sudah didatangkan tapi
Tak mampu menyembuhkan penyakit wanita itu.

Dalam keputusan dan kecemasan antara tidur dan jaga sang rajamendapatkan petunjuk.
Bahwa akan datang seorang tabib yang dapat menyembuhkan penyakit wanita yang dikasihinya.
Maka, pada hari yang dikabarkan dalam petunjuk itu sang raja dan para pembantunya segera berjaga di gerbang kota menyambut kedatangan sang tabib.Dialah orang suci seorang guru
Sufi.Sekujur tubuhnya dalam pandangan sang raja dilimpahi sejuta cahaya.Tubuh sang sufi
Itu bersinaran.

Sang guru sufi kemudian di bawa ke istana setelah sedikit bercakap-cakap,sang guru sufi lalu
Di bawa ke rumah tempat tinggal wanita itu.Ketika sang guru datang wanita itu tergeletak lemas.
Tubuhnya lemah sekali.Sang guru sufi kemudian memeriksa denyut nadinya.Akhirnya sang guru sufi
Tahu kalau wanita itu tidak menderita sakit apapun.

Lalu sang guru sufi menyuruh agar sang raja menjemput seorang pemuda pandai besi di dekat desa
Tempat tinggal wanita itu.Pemuda itu kemudian di bawa ke istana oleh para pengawal.Sang raja
Kemudian menceritakan masalah nya kepada pemuda tadi.

Pemuda itu kemudian di berikan hadiah rumah besar dan kekayaan yang banyak.Dia punya tugas hanya menghibur hati wanita itu.Dan benar setelah kedatangan pemuda tadi di sisi nya ,
Wanita itu mengalami pemulihan.Kesehatan nya membaik,dan akhirnya benar benar sembuh.

Tapi sang guru sufi rupanya punya satu nasihat yang masih di rahasiakan sang raja apa itu?

Beliau menyuruh dayang istana agar makanan pemuda itu di racun sedikit-demi-sedikit.Dan benar benar,rencana itu pun di jalan kan dengan penuh ke hati hatian.Sehingga pemuda itu harinya memakan makanan yang sudah diracun sedikit demi sedikit. Tanpa dirasa kemudian pemuda itu jatuh sakit akibat racun. Wajah pemuda yang tampan itu kian hari kian menjadi buruk saja.Dan akhirnya diapun meninggal .

Wanita itu ternyata tidak mengalami guncangan yang berarti  dengan kematian pemuda yang dulu memaut hatinya. Dan setelah itu  wanita tadi dapat menerima cinta sang raja dan hidup bahagia

***

Dimana logika ketika cinta berbicara? Kenapa seseorang rela meletakkan  atribut apapun  demi cinta; seorang raja rela berlaku bak sahaya saja; merengek dan meminta-minta untuk dicinta.

Cinta buta membuat akal tak berfatwa kata para pujangga. Cinta memang memiliki kedahsyatan  dan energinya sendiri. Anehnya cinta  melampaui  wilayah apapun, agama, suku, umur , jabatan  dan lain sebagainya. Bahkan cinta oleh para pengagumnya  melebihi agama itu sendiri.

Menurut Dr Jalaluddin  Rakhmat, mengutip Evelyn  Underhill, cinta adalah kekuatan yang mampu  menggerakkan dinamika jagat raya ini.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sendiri  mengatakan bahwa dengan cinta yang tulus  seseorang dapat melakukan pekerjaan  yang sangat luar biasa. Dengan berbekal cinta orang bisa memindahkan gunung sekalipun.

Apakah itu benar-benar terjadi? Tentu saja  sulit dijelaskan. Karena cinta itu berada pada ranah dan dimensi perasaan. Untuk bisa mengerti dan memahami cinta, seseorang harus menjalaninya. Harus mengalaminya. Jadi pendeknya cinta itu bukan hal yang bersifat teoritis.

Meski orang  mendefinisikan cinta sebagai kondisi saling berbagi dan saling peduli (share and Care) ,tap didalam prakteknya seperti apa, orang itu harus mengalami. Orang harus jatuh cinta.

Gede Prama mengistilahkan  bahwa kepercayaan kepada cinta itu sama  dengan kepercayaan  kepada keajaiban. Bila kita mempercayai  cinta, maka kita sesungguhnya mempercayai keajaiban : belive in love, believe in miracle.

Tapi menurut  Dr Jalaluddin Rakhmat cinta sejati itu  lahir bukan karena alasan karena dan mengapa . Cinta sejati  adalah datang dari ketertarikan  alamiah tanpa memikirkan sebab dan akibat. Cinta yang datang  karena pertimbangan  karena dan mengapa itu  sesungguhnya bukan cinta . Dan Cinta itu lebih banyak memberi ketimbang  berharap.

Jadi , cinta yang sejati itu adalah cinta yang memberi dan tak pernah  berharap.Cinta yang lahir  bukan karena pertimbangan akal; yakni untung rugi dalam relasi sebab akibat.

Evelyn  Underhill mengutip pandangan Dante, sastrawan  Italia bahwa cinta itu merupakan perpaduan yang harmonis dan apik antara il desiro dan il velle. Yakni perpaduan antara hasrat yang kuat dan kerja keras.

Lebih jauh lagi Evelyn  berkomentar: L’ amor che move il sole e le altre stelle. Cinta  menjadi motif pendorong bagi pergerakan semua tata surya kita.

Jadi berbicara cinta  adalah berbicara tentang sebuah kekuatan yang maha dahsyat yang dapat melahirkan  keajaiban dan ledakan bila cinta itu benar-benar dibina dan di bimbing secara benar.

Pada kisah diatas sebenarnya ada pesan  pesan yang ingin disampaikanm bahwa cinta yang datang dari ketertarikan lahiriah, seperti kecantikan, ketampanan, kekayaan sesungguhnya bukanlah cinta sejati. Bahwa sesungguhnya tidak ada cinta sejati bila ego masih berkuasa

Pada kisah diatas EGO  digambarkan dengan pemuda si pandai besi. Untuk mendapatkan pencerahan , ego kemudian harus dibunuh. Adapun Tabib atau Guru sufi  adalah orang yang dapat menyembuhkan penyakit hati. Bahwa penyakit cinta tidak ada obatnya, itu digambarkan oleh tabib-tabib yang berusaha mengobati wanita itu dan akhirnya juga gagal

***

Dalam Cinta ada kekuatan, cinta kepada Allah Subhanahu Wataala dan rasulNYA membuat seseorang rela berkorban

Cinta sebagai anugrah  haruslah selalu dibimbing untuk  mencapai hal-hal yang lebih tinggi

Akal haruslah tetap dijadikan sebagai pembimbing agar cinta tidak disalah gunakan

Ketika nafsu menguasai cinta, maka cinta menjadi sesuatu yang berbahaya

Sebagai anugerah Ilahi , cinta haruslah dapat dijadikan sarana untuk mel;akukan pengabdian di jalan Allah SWT.

(dikutip dari : Humor sufi)
BC10012011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar