Minggu, 02 Januari 2011

Harmoni Diri



Saat Syahadat-ku sebatas ucapan
Saat Shalat-ku sebatas gerakan
Saat Shaum-ku sebatas kewajiban
Saat Zakat-ku sebatas keharusan
Saat Haji-ku sebatas kebanggaan
Saat itu pula…
Kesia-siaan terbesar ada pada diriku…

Saat Islam-ku sebatas pakaian
Saat Iman-ku sebatas ucapan
Saat ihsan-ku sebatas pengetahuan
Saat itu pula…
Ada penipuan terbesar dalam diriku

Saat kematian dianggap hanya cerita
Saat neraka hanya dianggap hanya berita
Saat siksa hanya di anggap kata
Saat itu pula…
Kesombongan terbesar ada padaku

Saat takdir dianggap tak mungkin
Saat hidup kembali… dianggap mustahil
Saat Tuhan dianggap nihil
Saat itu pula…
Kedurhakaan terbesar ada pada diriku

Bukankah aku memiliki hati?
Bukankah aku memiliki jasmani?
Dan bukankah aku memiliki akal budi?
Maka harmoniskanlah semuanya.. Ya Robbi…
Semua Hanya Untuk-MU….

***
Suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”. Para sahabat menjawab , “Orang yang bangkrut adalah orang yang kehilangan harta benda miliknya.”
Rasulullah berkata, Bukan, Orang yang demikian bukanlah orang yang bangkrut.”

Lalu Rasulullah melanjutkan,
“"Orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa dan zakatnya. Namun ia pernah mencela orang, mencaci orang, memakan harta orang, memukul dan menumpahkan darah orang. Maka ia pun harus memberikan pahala amal baiknya kepada orang-orang itu. Jika amal baiknya sudah habis sebelum dibayar semua, diambillah dosa mereka untuk diberikan kepadanya.
Maka ia pun dilemparkan keneraka".

Rasulullah melanjutkan, “Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka.”

“DAN ORANG-ORANG KAFIR AMAL-AMAL MEREKA ADALAH LAKSANA FATAMORGANA DITANAH YANG DATAR, YANG DISANGKA AIR OLEH ORANG-ORANG YANG DAHAGA, TETAPI BILA DIDATANGINYA AIR ITU DIA TIDAK MENDAPATINYA SESUATU APAPUN. DAN DIDAPATINYA ALLAH DI SISINYA , LALU ALLAH MEMBERIKAN KEPADANYA PERHITUNGAN AMAL-AMAL DENGAN CUKUP DAN ALLAH SANGAT CEPAT PERHITUNGAN-NYA”
(Qs An-nur :39)

Kita bukan orang kafir , tetapi kita harus waspada, karena siapa tahu amal- amal yang telah kita kerjakan ternyata seperti amalan-amalan orang kafir sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas.
Nauzubillahiminzalik…

***

HIDUPLAH HARMONIS DENGAN TETANGGAMU
HIDUPLAH BERSAHABAT DENGAN SAUDARAMU(Confusius)

*EZ*

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar