Sabtu, 25 September 2010

BUATLAH MINUMAN MANIS DARI JERUK MASAM

 
Seorang yang cerdas akan merubah kerugian menjadi keuntungan.
Sedangkan orang yang bodoh malah menjadikan satu bencana 
menjadi dua bencana
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam diusir dari kota tempat tinggalnya terlebih dahulu baru kemudia dia membangun negara di Madinah yang memenuhi mata dan telinga  sejarah
Imam Ahmad bin Hanbal dipenjara dan didera hukuman terlebih dahulu, baru kemudian menjadi Imam  kaum Ahlus sunnah. Ibnu Taimiyyah dijebloskan ke penjara terlebih dahulu, baru kemudian memiliki segudang ilmu  yang tak terkira. As- Sarkhasi dilemparkan ke dasar  sumur tua terlebih dahulu, baru kemudian menghasilkan  dua puluh jilid buku Fikih.

Ibnu Al-Atsir  dilumpuhkan terlebih dahulu , baru kemudian Ia susun Kitab  Jami’al al- Ushul dan An- Nihayah yang menjadi kitab rujukan yang paling populer dan bermanfaat dalam bidang Hadist dan sejarah. Ibnu Al-Jauzi diusir terlebih dahulu dari Baghdad, baru kemudian is susun kaidah Qir’ah sab’ah.

Malik bin Ar-Raib menderita demam hebat terlebih dahulu , baru kemudian ia kirimkan puisinya yang mengagumkan dan melegenda di seluruh dunia hingga menyamai kumpulan-kumpulan puisi seluruh penyair Dinasti Abbasiyah.

Anak-anak Abu Dzu’aib Al- Hadzali meninggal terlebih dahulu , baru kemudian ia ratapi kepergian mereka dengan elegi yang membungkam zaman, mencengangkan semua orang dan mendapat aplaus sejarah.

Apabila anda ditimpa bencana , maka lihatlah sisi  yang menyenagkan. Apabila ada orang yang memberi anda segelas air jeruk yang masam, maka berilah semangkuk gula. Apabila anda hanya  diberi   seekor ular , maka ambillah  kulitnya yang harganya sangat mahal lalu buanglah sisanya. Apabila anda tersengat kala jengking , maka ketahuilah bahwa itu memiliki daya tawar tinggi terhadap bisa ular

Beradaptasilah dengan lingkungan anda yang sangat keras  sehingga akan muncul bunga mawar dan melati yang semerbak. Bisa jadi anda membenci sesuatu padahal Allah  telah membuatkan berbagai kebaikan didalamnya.

Sebelum mengalami revolusi besar , masyarakat Paris mengalami penjaga psikologis ; antara optimis dan pesimis . Akhirnya , kedua sikap tersebut dapat mengeluarkan kepalanya, melongok dari teralis  jendela penjara

Orang yang memiliki jiwa optimis akan memandang dan memperhatikan kerlip bintang kemudian iapun akan tertawa. Sedangkan orang yang berjiwa pesimis akan memandang ketanah di jalan dekatnya, kemudian iapun menangis.

Ketika ditimpa musibah , maka lihatlah dimensi yang lain. Karena hal buruk yang murni keburukan belaka itu tidak ada. Akan  tetapi, hal buruk yang menimpa kita itu sebenarnya mengandung kebaikan, keuntungan, kemenangan dari Allah, dan pahala.

( Aidh bin Abdullah Al-Qarni)
BC25092010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar