Sabtu, 02 Oktober 2010

BERBUAT KEBAIKAN ITU MELAPANGKAN DADA


Uluran tangan kepada sesama tampak penuh pesona seperti namanya. Budi baik terlihat indah seperti tulisan hurufnya. Kebaikan bercitra seperti rasanya. Orang yang pertama kali  dapat mengambil nilai lebih dari berbagi kebahagiaan dengan orang lain  ialah mereka yang mau  melapangkan dada untuk berbagi kebahagiaaan dengan orang lain

Orang-orang seperti itu dapat memetik buah lakunya dalam jiwa, akhlak dan nurani mereka.  Mereka menemukan kelapangan hati,  keluasan rasa , kesucian jiwa , ketenangan batin dan kenyamanan  hidup.

Jika kita di kelilingi kesedihan yang datang dari segenap penjuru  hidup atau ditimpa kesedihan  maka jangan biarkan itu terjadi pada orang lain, namun tetap berikan uluran tangan terhadap mereka . dengan jalan itu kita akan menemukan solusi dan kelonggaran hidup.  Berikan sentuhan kasih kepada orang-orang yang tidak mau menadahkan tangan walaupun mereka   benar-benar membutuhkannya.

“ KEUTAMAAN MEMBERI ITU KETIKA DI MINTA TAPI LEBIH UTAMA LAGI TANPA DIMINTA   ...” 

Tatkala seseorang melakukan kebaikan, melonggarkan kesusahan orang lain  maka dia bagaikan  minyak misik yang menebarkan wangi kepada pembawanya,  pembelinya maupun penjualnya. Tatkala kita memberikan bantuan dan kelonggaran kepada orang lain saat itu  kita sendiri akan dilonggarkan dan akan diberi kemudahan oleh Sang Maha  Pengasih. Saat kita menghibur orang lain ketika kita sendiri dalam keadaan perlu dihibur saat itu kita akan merasakan  kebahagian dan kelapangan hati.

Itulah sebabnya orang yang sering dirundung malang dan kesedihan  mereka akan segera  mencari orang yang sedang kesusahan  dan  membantu kesusahan mereka. Apakah itu dalam bentuk sedekah , dalam bentuk nasehat  ,  perbuatan dan tingkah laku  . Saat itu mereka akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin , kebahagiaan yang luar biasa. Karena saat itu Allah  sedang mengangkat kesedihan –nya. Saat itu Allah sedang memuliakannya, mengangkat derajatnya. Saat itu juga Allah sedang memberinya kesempatan  untuk menjadi lebih baik. Saat   kebahagiaan yang tiada tara  menyusup lembut dalam jiwa.

Secara psikologis kebaikan yang kita tebarkan  akan berubah wujud menjadi racikan obat yang dipasarkan dalam hati orang yang  didalam hatinya tumbuh subur  Kebajikan dan Kebaikan.  Orang yang sering memberi bantuan dan pertolongan kepada orang lain   biasanya mereka jarang sekali mengalami kesusahan dan kesempitan hidup. Walaupun itu sering mereka alami tapi mereka bisa mengatasinya tanpa merasakan kesempitan  yang menyesak  dada.  Walaupun bagi orang  yang melihat  masalah itu sangat berat dan besar  tapi baginya adalah biasa saja. Karena  mereka tahu Allah sedang memuliakannya dan memberinya kesempatan untuk memuliakan orang lain.

Menebarkan senyum  diiringi roman muka yang berseri kepada orang-orang yang miskin akhlak  merupakan sedekah jariyah. Sedangkan orang-orang yang memasang muka masam  dan berlaku sinis kepada orang   bagaikan mengibarkan panji perang  kepada orang lain . Dan kita tidak pernah tahu entah kapan perang itu akan terjadi. Hanya yang maha tahu dengan keghaiban saja yang Maha Tahu.

Wahai diri yang merasa takut  dengan himpitan derita, himpitan kegelisahan , himpitan ketakutan  , saatnya kita masuk dalam kebun  kebun kebaikan. Sibukkan diri dengan melakukan kebaikan pada sesama  , buka telapak tangan untuk  selalu memberi.   Ayunkan langkah untuk  sekedar berkunjung melapangkan kesusahan orang lain. Saat  mereka tersenyum mendapatkan kelapangan saat itu juga kita  ikut  tersenyum lembut  yang  merekah dalam jiwa.  Tersenyum karena kita akan segera menemukan hakekat kebahagiaan . Saat kita merasakan  kelezatan cita rasa  kebahagiaan . Saat kita merasakan pesona indah kebahagiaan .  Cita rasa kebahagiaan yang hakiki. Saat Allah pun  tersenyum pada Kita.
KITA YANG MERASA DIRI KITA SEORANG PEMBERI SEBENARNYA HANYALAH SEORANG SAKSI...

“ Padahal  tidak ada seorangpun  memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus  dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari Ridha Tuhannya Yang Maha Tinggi . Dan Kelak dia benar-benar mendapat kepuasan “ (QS Al-Lail : 21)

Wallahu a’lam bisshawwab
BC02102010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar