Kamis, 14 Oktober 2010

Ingatkan diriku sebagai Muslim !


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Asalamualaikum Wr Wb,
Dalam sebuah hadits disebutkan,"Orang yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah 
orang   yang paling berguna di antara mereka. Dan perbuatan yang   paling dicintai oleh Allah ialah kegembiraan yang   dimasukkan ke dalam diri orang Muslim, atau menyingkirkan   kegelisahan dari diri mereka, atau membayarkan hutangnya,   atau menghilangkan rasa laparnya. Dan sungguh aku   berjalan bersama saudaraku sesama muslim untuk suatu   keperluan (da'wah), adalah lebih aku cintai daripada   beriktikaf di masjid selama satu bulan." Begitulah  pekerjaan  yang  berkaitan  dengan  perbaikan   dankepentingan  masyarakat  adalah lebih utama daripada pekerjaan
yang dimanfaatkan oleh diri sendiri.

Bersolawat ke atas Rasul. Sallahu ‘ala Muhammad… Sallahu ‘ala Wassalam… Sallahu ‘ala Muhammad… Sallahu ‘ala Wassalam Allahuma solli ‘ala Muhammad wa’ala a’lii Muhammad
Ya nabi salam ‘alayka, ya rosul salam ‘alayka, ya habib salam ‘alayka, shalawatullah ‘alayka.
Allohuma shali ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad…
Subhanalloh..
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?

"Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka, celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya, dan enggan memberikan bantuan." (QS Almaun [107]: 1-7)

Dalam surah tersebut, Allah SWT demikian lugas mengaitkan agama dengan keberpihakan kepada kaum dhuafa. Seseorang dikategorikan telah berdusta atau berkhianat kepada agamanya manakala ia mengabaikan anak yatim dan orang miskin.

Surah Almaun diawali dengan pertanyaan, "Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?" Menurut banyak ahli tafsir, hal itu dimaksudkan untuk menggugah hati pendengarnya agar memberikan perhatian lebih kepada apa yang selanjutnya akan ditunjukkan pada ayat-ayat berikutnya.

Anak yatim dan orang miskin adalah dua kelompok yang paling rentan di masyarakat. Mereka digolongkan orang-orang yang lemah. Itulah mengapa Islam mewajibkan kita menolong mereka. Islam mendorong umatnya agar dalam beragama tidak selalu mementingkan aspek ibadah mahdhoh yang bersifat vertikal saja.

Islam juga menganjurkan ibadah sosial, seperti memerhatikan nasib orang-orang lemah. Jadi, surah Almaun seolah ingin menegaskan bahwa pendusta agama bukan hanya orang yang mengaku Muslim, tetapi tidak mau shalat. Lebih dari itu, orang yang mengaku Muslim, tetapi tidak punya kepekaan sosial dan tidak pedulipada lingkungan sekitar.

Ayat selanjutnya bertutur tentang orang-orang yang lalai dalam shalatnya dan riya. Lalai dalam shalat berarti bahwa orang itu fisiknya shalat; tetapi hati, jiwa, dan perilakunya tidak ikut shalat. Yaitu, yang shalatnya tidak berdampak pada perilaku sosialnya sehari-hari. Dalam shalat, banyak hikmah yang terkandung. Ada yang berpendapat, ketika shalat dibuka dengan takbiratulihram, itu berarti kita menyapa Allah. Kemudian, diakhiri dengan salam, yang artinya menyapa manusia.


Menengok ke kanan dan kiri sebagai tanda akhir shalat menunjukkan bahwa kita peduli pada kondisi lingkungan sekitar atau tetangga di kanan dan kiri. Dengan demikian, salah satu pesan fundamental shalat adalah kepedulian pada orang lain.

Kisah berikut menarik untuk disimak. KH Ahmad Dahlan, konon pada tahun 1912-an, mengajarkan santri-santrinya surah Almaun selama beberapa bulan. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab bahwa selama mereka belum ada yang  melaksanakannya, ia tetap akan mengajari Almaun itu. Baru, setelah diketahui ada salah seorang santrinya yang memelihara anak yatim di rumahnya, beliau melanjutkan pelajaran ke surah-surah lainnya.

Semua Muslim Bersaudara. Saudara yang direkatkan karena keyakinan agama yang sama bukan karena semata-mata hubungan darah.

 Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana (QS. Al Anfal : 63)

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan bagaimana hubungan muslim yg satu dengan yang lainnya, sebagaimana hadits berikut ini :

1. Abdullah bin Umar RA mengatakan, Rasulullah SAW bersabda: "Orang muslim adalah saudara bagi saudaranya yang lain, tidak berbuat zalim kepadanya dan tidak menghinakannya. Barang siapa peduli padamuslim, maka Alloh akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat kelak. Dan barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya pada hari kiamat kelak. ( Hadits Riwayat Mutafakkun 'Alaih) kebutuhan saudaranya, maka Alloh akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang

2. Nu'man bin Basyir memberitahukan, Rasulullah SAW bersabda: " Perumpamaan orang muslim dalam cinta-mencintai, kasih mengasihi dan sayang-menyayangi adalah laksana satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan demam." ( Hadits Riwayat Mutafakkun 'Alaih)

3. Abu Musa Al-Asy'ari membaritahukan, Rasulullah SAW bersabda: "Orang mu'min dengan orang mu'min laksana bangunan yang masing-masing bagian saling memperkuat."( Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

4. "Dari Anas bin RA dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah (sempurna) iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim). Padahal sesama muslim adalah saudara.

Salah satu syarat datangnya pertolongan Allah SWT kepada kita adalah kita sendiri harus suka menolong saudara sesama Muslim.
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Saw, beliau bersabda: ”Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya” (HR. Muslim).
Pada ”zaman sulit” sekarang, tentu banyak saudara-saudara sesama Muslim yang membutuhkan bantuan atau kepedulian. Maka, lakukanlah sikap peduli itu semampu kita. Berbahagialah orang-orang kaya; dengan kekayaannya mereka dapat meringankan beban material kaum dhuafa. Berbahagialah pula kaum cendekia atau ilmuwan; dengan ilmunya mereka memberi pemahaman dan wawasan kepada kaum jahil dan tidak mengerti.
Rasulullah Saw juga menegaskan, sebagaimana salah satu wasiatnya kepada Ali bin Abi Thalib: ”Wahai Ali! ” Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain” (HR. Bukhari). Wallahu a’lam. (Abu Faiz/Pusdai.com).*
Atau jangan-jangan selama ini pikiran kita telah dikotori oleh opini-opini yang sebenarnya menjauhkan kita dari jiwa muslim yang sebenarnya…

Apakah benar..kita yang sekarang ini yang akan dapat Ridho-Nya..disaat nanti, saat terakhir nanti..antara gerbang surga..dan siksaan maha dahsyat api neraka…saling intropeksi diri…sudah benarkah Muslimnya kita?
Rasulullah saw senantiasa prihatin memikirkan untuk memperbaiki keadaan golongan yang miskin dan mengangkat taraf hidup mereka di tengah-tengah masyarakat. Seorang wanita muslimah biasa membersihkan masjid Nabi di Madinah. Rasulullah saw tidak melihatnya lagi beberapa hari dan beliau menanyakan ihwalnya. Disampaikan kepada beliau bahwa ia sudah meninggal. Beliau bersabda, “Mengapa aku tidak diberi tahu kalau ia meninggal? Aku pasti ikut dalam sembahyang janazahnya” dan menambahkan. Barangkali kalian tidak memandangnya cukup penting karena ia miskin. Anggapan itu salah. Bawalah aku ke kuburnya.” Kemudian beliau pergi ke sana dan mendoa untuk dia (Al-Bukhori, Kitabus-Salat) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 399)

Abu Musa Al-Asy’ari meriwayatkan jika seorang miskin menghadap Rasulullah saw dan mengajukan permintaan, beliau biasa bersabda kepada orang yang ada disekitar beliau, “Kemudian juga hendaknya memenuhi permintaannya itu sehingga mendapat pahala sebagai orang yang berperan serta dalam menggalakkan perbuatan baik’ (Al-Bukhori dan Muslim), dengan tujuan membangkitkan rasa cenderung untuk menolong si miskin di satu pihak dalam hati para sahabat dan dipihak lain menimbulkan kesadaran dalam hati kaum fakir-miskin adanya cinta-kasih saudara-saudara mereka yang kaya. (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 402)

Ketika Islam berangsur-angsur diterima secara umum oleh bagian terbesar bangsa Arab, Rasulullah saw sering menerima barang dan uang berlimpah-limpah, beliau segera membagi-bagikan hadiah itu di antara mereka yang sangat membutuhkan. Sekali peristiwa anak beliau, Fathimah datang mendapatkan beliau sambil memperlihatkan tapak tangannya yang tebal dan keras akibat pekerjaan menepung gandum dengan batu, memohon agar diberi seorang budak untuk meringankan pekerjaannya. Rasulullah saw menjawab, “Aku akan menceriterakan kepadamu sesuatu yang nanti akan terbukti jauh lebih berharga daripada seorang budak. Jika engkau akan tidur pada malam hari, engkau hendaknya membaca SubchanAllah 33 kali, Al-chamdulillah 33 kali dan Allahu akbar 34 kali. Hal itu akan jauh lebih banyak menolongmu daripada memelihara seorang budak” (Al-Bukhori). (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 402).

Perlakuan Rasulullah saw terhadap tetangga dengan ramah dan penuh perhatian; Muhammad saw sangat menekankan agar orang berbakti dan mengkhidmati orang tua serta memperlakukan mereka dengan baik dan kasih-sayang; beliau selamanya memilih pergaulan dengan orang-orang baik dan jika melihat suatu kelemahan pada salah seorang dari para sahabat, beliau menegurnya dengan ramah secara berempat mata; Rasulullah saw sangat berhati-hati membawa diri agar tidak timbul kemungkinan adanya salah faham; Beliau tidak pernah mengemukakan kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan orang lain dan menasehati orang-orang jangan mengumumkan kesalahan-kesalahan sendiri; Kesusahan, penderitaan atau kemalangan di saat menjelang wafat, beliau pikul dengan penuh kesabaran sampai-sampai Fathimah ra tidak tahan melihat ayahnya dalam keadaan demikian, namun beliau bersabda kepadanya: “Bersabarlah, ayahmu tidak akan menderita lagi sesudah hari ini”;

Rasulullah saw menekankan agar para sahabat bekerja sama satu dengan lainnya. Ketika seseorang mengadukan saudaranya yang bermalas-malasan, Muhammad saw bersabda kepadanya: “Tuhan telah mencukupi kebutuhanmu berkat adanya saudaramu, dan karena itu menjadi kewajibanmu mencukupi kebutuhannya dan membiarkan dia bebas mengkhidmati agama” (Turmudzi).

Rasulullah saw dalam jual-beli secara terus terang dan sangat mendambakan orang-orang muslim agar jangan melakukan kelicikan dalam transaksi atau jual-beli. Beliau senantiasa optimis menghadapi masa depan. Beliau sangat memusuhi sikap pesimis atau keputusasaan, Beliau bersabda: “Siapa yang menyebarkan rasa pesimis di kalangan masyarakat, ia bertanggung jawab atas kemunduran bangsa; sebab pikiran-pikiran pesimis mempunyai kecenderungan mengecutkan hati dan menghentikan laju kemajuan (Muslim, Bagian II, Jilid 2).

Rasulullah saw memperingatkan para sahabat agar memperlakukan hewan-hewan dengan baik dan mengecam bersikap kejam terhadap hewan. Beliau sering menceriterakan tentang wanita Yahudi yang dihukum Allah swt lantaran membiarkan kucingnya mati kelaparan.

Sedemikian agung dan indahnya Akhlaq Muhammad Rasulullah SAW, sebagai hamba teladan umat manusia yang hidup sezaman dengan beliau maupun umat manusia yang hidup sesudahnya hingga hari Qiamat, karena itu hanya ada satu syahadat pada beliau saja yang disyari’atkan dalam agama dan wajib diikrarkan oleh setiap orang yang masuk ke dalam agama Islam, sebagai tekad untuk mengawali dalam mengikuti dan meneladani kehidupan beliau. Adapun jaminan bagi orang yang telah mengikrarkan syahadat itu adalah sorga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ يَلْقَاهُ بِهِمَا أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلاَّ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ فِيْهِ

Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah Yang Esa yang tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya, maka tiada seorang pun yang bertemu dengan kedua kalimah syahadat itu pada Hari Qiamat, kecuali ia dimasukkan kedalam sorga karena apa yang ada di dalamnya (Ath-Thobroni dalam Al-Ausath dari Abdurrahman bin Abi Amrah Al-Anshari dari ayahnya dan Kanzul-Ummal, Juz I/ 139)

Warisan rohani terbesar Demikianlah, Muhammad pergi melepaskan dunia ini dengan tiada meninggalkan sesuatu kekayaan dunia yang fana kepada siapa pun. Ia pergi melepaskan dunia ini seprti ketika ia datang. Sebagai peninggalan ia telah memberikan agama yang lurus ini kepada umat manusia. Ia telah merintis jalan kebudayaan Islam yang maha besar, yang telah menaungi dunia sebelumnya, dan akan menaungi dunia kemudian. Ia telah menanamkan ajaran Tauhid, menempatkan ajaran Tuhan yang tinggi di atas dan ajaran orang-orang kafir yang rendah di bawah. Kehidupan paganisma dalam segala bentuk dan penampilannya telah dikikis habis. Manusia sekarang diajaknya melakukan perbuatan yang baik dan takwa, bukan perbuatan dosa dan permusuhan. Kemudian ia meninggalkan Kitabullah buat manusia, sebagai rahmat dan petunjuk. Ia meninggalkan teladan yang tinggi, contoh nan indah.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dan orang-orang yang beriman dan
Mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak
Memikulkan kewajiban kepada diri seseorang
Melainkan sekedar kesanggupannya, mereka
Itulah penghuni-penghuni surga,
Mereka kekal di dalamnya.
Al-A’raaf (7):42
firman Allah:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (TQS. Al-Ahzab [33]: 56)
Semoga bermanfaat , …..

Wallahualam.. Amin Ya Allah ,Ya Robbillalamin...
InsyaAllah muslim

"Orang yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah orang
yang paling berguna di antara mereka. Dan perbuatan yang
paling dicintai oleh Allah ialah kegembiraan yang
dimasukkan ke dalam diri orang Muslim, atau menyingkirkan
kegelisahan dari diri mereka, atau membayarkan hutangnya,
atau menghilangkan rasa laparnya. Dan sungguh aku
berjalan bersama saudaraku sesama muslim untuk suatu
keperluan (da'wah), adalah lebih aku cintai daripada
beriktikaf di masjid selama satu bulan."



Bersolawat ke atas Rasul.
Sallahu ‘ala Muhammad…
Sallahu ‘ala Wassalam…
Sallahu ‘ala Muhammad…
Sallahu ‘ala Wassalam
Allahuma solli ‘ala Muhammad wa’ala a’lii Muhammad
Ya nabi salam ‘alayka, ya rosul salam ‘alayka, ya habib salam ‘alayka, shalawatullah ‘alayka.
Allohuma shali ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad…
Subhanalloh..


Dalam Shahih disebutkan,

"Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang

belajar al-Qur'an dan mau mengajarkannya." 14
Begitu pula pekerjaan yang paling utama adalah pekerjaan yang
paling bermanfaat untuk orang lain.




Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam (mengikuti rukun/ tuntunannya dalam beramal ibadah).
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Semua rukun-rukun Islam itu dapat menjadikan umat Islam menjadi ummat yang suci, bersih dan tulus menganut Dinul haq (agama yang benar), bergaul dengan sesama dengan adil dan jujur, karena ajaran-ajaran Islam lainnya akan menjadi benar dengan benarnya pilar-pilar (rukun-rukun) tersebut. Umat Islam akan menjadi baik bila mereka melakukan agamanya dengan baik pula, dan kebaikan itu akan berkurang sesuai dengan keteledoran mereka dari kebaikan ajaran-ajaran agama mereka.
Amin.

By : Budiman Helly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar