Selasa, 05 Oktober 2010

INGIN MELIHAT BUNDA TERSENYUM

JIKA SELAMA HIDUP AKU TAK PERNAH MELIHAT BELIAU TERSENYUM, AKU INGIN MELIHAT BUNDA BISA TERSENYUM DI SURGA KELAK

***
Seorang dosen memberi tugas yang unik kepada para mahasiswanya. “Coba kalian tulis dua sampai tiga orang yang menurut kalian paling layak masuk surga. Terserah kalian mau pilih siapa, yang jelas kalian harus menyertakan alasannya mengapa memilih orang tersebut. Minggu depan tugasnya sudah harus dikumpulkan. Ya”! perintah pak dosen.

Seminggu telah berlalu . Ada banyak orang yang disebutkan mahasiswa tadi, ada yang memilih tokoh agama, ada yang memilih guru ngajinya, banyak yang memilih orang tuanya. Semuanya memiliki alasan sendiri. Umumnya orang-orang yang terpilih memiliki sifat dan karakteristik yang dianggap baik.

Pak dosen hanya tersenyum tatkala memeriksa serta membaca tulisan dari para mahasiswanya tersebut. Bahkan, salah seorang diantara mereka mencantumkan namanya sendiri sebagai salah seorang yang pantas masuk surga. Sampai akhirnya dia membaca sebuah tulisan. Mendadak mimik mukanya berubah.

Berikut petikannya....

BUNDA!. Menurutku beliaulah yang paling layak masuk surga. Mengapa bundaku, bukan yang lain? Aku sadar. Bunda bukanlah orang yang ideal, beliau bukan seorang yang ahli agama, beliaupun bukan seorang yang bagus perangainya.

Entahlah , aku tidak tahu apakah Bunda bahagia melahirkanku atau tidak. Sebab, sampai aku sebesar ini, bunda belum sekalipun tersenyum manis kepadaku. Yang ada hanya marah dan marah, yang ada hanya wajah kecut dan masam. Apa pun yang aku lakukan selalu diomelinya, selalu dikomentarinya. , selalu salah dalam pandangannya. Entah apa yang ada dalam pandangan beliau.

Aku tak tahu sudah berapa kali bunda marah, sampai akupun menjadi kebal dengan kemarahannya. Walaupun begitu, terkadang hatiku menangis, MENGAPA BUNDA BEGITU?

Mengapa Bunda tidak seperti ibu teman-temanku yang begitu ramah, sehingga anaknya bisa bermanja-manja. Akupun kasihan sama Bunda , betapa tidak enaknya hidup dalam kemarahan seperti itu.
Namun aku sadar, tiada guna mengeluh, hanya menambah beban dan sakit.

Aku yakin bahwa bunda pastinya sayang kepadaku, hanya saja cara menyampaikannya yang berbeda. Bukankah aku bisa jadi sebesar ini karena jasa Bunda juga?

Bukankah aku bisa sekolah, bisa kuliah adalah jasa Bunda? Karena itu, setulus hati aku mengatakan BUNDA ADALAH ORANG YANG PALING LAYAK MASUK SURGA! Itulah harapan terbesarku.

MENGAPA? JIKA SELAMA HIDUP AKU TIDAK PERNAH MELIHAT BELIAU TERSENYUM, AKU INGIN BISA MELIHAT BUNDA TERSENYUM DI SURGA KELAK.

Ya Tuhan , cukup sudah kiranya penderitaan Bundaku di dunia. Janganlah Engkau tambahkan lagi penderitaannya di akhirat.

Ya Tuhan , aku ingin melihat Bunda tersenyum. Walau hanya sekali saja...!***

(Dinukil dari “Mengantar Ginjal ke Surga” oleh; Eman Sulaiman)

*BC*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar