Sabtu, 16 Oktober 2010

Mengenali Peluru-Peluru Setan


Untuk mencapai keberhasilan , kita harus dapat mengenali dan waspada  terhadap tipu daya setan karena setan selalu mencari kesempatan untuk menyerang dan merasuk hati manusia. Menurut Imam Ghazali , setan sering masuk dan memanfaatkan hal-hal berikut :
      1. Perasaan marah
      2..Hawa nafsu
      3. Perasaan tamak dan dengki
      4. Kenyang 
      5. Cinta kepada perhiasan dan harta benda
      6. Bergantung kepada manusia
      7. Bertindak terburu-buru dan terburu nafsu 
      8. Cinta kepada uang 
      9. Pelit
      10. Fanatik terhadap mazhab dan kelompok
      11. Berpikir mengenai zat, sifat, dan af’al atau perbuatan Allah tanpa ilmu
      12. Sikap mudah berburuk sangka terhadap orang-orang islam


Hati yang cemerlang adalah hati yang bersih suci dan mampu melihat alam ghaib sehingga ia mengenal Allah tanpa keraguan sedikitpun.  Pada zaman nabi ada seorang laki-laki bertanya pada nabi, “Ya Rasulullah , siapakah manusia terbaik?”. Nabi menjawab , “Mereka adalah orang mukmin yang berhati makhmum.”  Orang itu bertanya lagi , “Apakah hati makhmum itu?” . Nabi bersabda, “Itu adalah  hati yang bertakwa  lagi bersih yang  tidak ada didalamnya  penipuan,  sikap melampaui batas, tipu daya, khianat dan dengki”. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu majah dan termasuk  hadis shahih. 
Hati yang bersih ditakuti oleh setan. Nabi pernah bersabda, “Tidak berjalan  Umar disuatu lorong melainkan setan memilih  jalan lain (supaya  tidak berpapasan dengan Umar). Hadis ini  diriwayatkan oleh    Imam Bukhari dan Muslim. Perasaan takut  yang ditunjukkan setan  disebabkan karena ketakwaan yang ada dalam diri Umar.

Apabila hati bersinar  dan gemilang, Allah mengilhamkan kepada hati itu  berbagai ilmu dan petunjuk. Diantaranya adalah  firasat mukmin.  Sehubungan  hal tersebut menurut Imam Thirmidzi , nabi bersabda , “Takutlah kamu  dengan firasat mukmin karena sesungguhnya dia melihat dengan nur Allah. “  Contohnya, menurut Anas bin Malik , pada suatu hari beliau  melihat  seorang wanita  dan tertegun dengan kecantikannya. Kemudian setelah itu , beliau bertemu dengan Usman bin Affan dan Usman berkata, “Telah masuk  ke perkumpulanku , seorang laki-laki yang dimatanya terdapat tanda-tanda zina.” Anas terkejut dengan perkataan Usman dan bertanya . “Masih adakah wahyu setelah nabi?” . Usman menjawab. “Tidak, yang ada hanyalah  mata hati dan firasat yang benar”

Begitu pula dengan peristiwa yang terjadi  atas khalifah Umar bin Khatab. Ketika beliau sedang menyampaikan  dakwahnya di Madinah, tiba-tiba beliau berkata , “Wahai Sariah, pergilah kebukit, kebukit.” Rupanya , pada waktu itu beliau dapat  melihat bahwa tentara-tentara Islam yang dipimpin oleh panglima Sariah  mengalami kekalahan sedangkan mereka berada jauh di Madinah.
Beliau segera memberi petunjuk kepada Sariah  agar membawa tentara-tentara Islam ke bukit. Menurut Sariah , beliau dapat mendengar  suara Umar dengan jelas  dan segera mematuhi petunjuknya  sehingga mereka akhirnya memperoleh kemenangan. Ini adalah bentuk –bentuk ilham yang dianugerahkan Allah kepada mereka yang memiliki hati yang bersih.

Hati perlu digosok agar selalu bersinar. Andaikata tugas ini diabaikan, maka hati akan mati. Menurut Ibrahim bin Adham, ada 8 (delapan) hal yang mematikan hati yaitu :

1 . Mengetahui hak Allah tetapi tidak menegakkan hak itu.
2. Membawa Al-Quran tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan.
3. Mencintai nabi tetapi mengabaikan sunnahnya.
4. Takut mati tetapi tidak mempersiapkan diri
5. Mengetahui setan adalah musuh tetapi semangat mengikuti kehendaknya
6. Takut neraka tetapi melakukan maksiat
7. Menginginkan surga tetapi tidak beramal shaleh
8. Kekurangan diri sendiri  dilupakan tetapi kekurangan orang lain dibesar-besarkan.

 (Saduran bebas , dari berbagai sumber)
Wallahualam bisshawwab
BC17102010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar