Kamis, 30 Desember 2010

<<<<< DOSA - DOSA YANG DIREMEHKAN ( BAG. 2 ) >>>>>

2. Riya' Dalam Ibadah
      Diantara syarat terciptanya amal shaleh adalah kemurnia dari Riya' dan terikat erat dengan sunnah. Dengan demikian, orang yg mengerjakan suatu ibadah agar dilihat oang di sekitarnya, maka dia telah terjebak syirik kecil, dan amalannya akan dicabut. Misalnya, seorang yang mengerjakan shalat agar dilihat orang lain.

Firman Allah :
"Sesungguhnya orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan, apabila mereka beridiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud Riya' (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan, tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali " ( An-Nisa' ayat 142 ).

      Termasuk dalam topik ini juga, bila orang mengerjakan suatu amalan agar dibicarakan orang lain, maka dia pun tak lepas dari jebakan syirik, seperti yang termuat dalam Hadits Ibnu Abbas ra secara marfu' :

"Barang siapa berupaya agar didengar niscaya Allah akan meperdengarkan kejelekannya. Dan barang siapa berbuat riya', niscaya Allah juga akan membalasnya dengan perlakuan riya' ".

Orang yang mengerjakan suatu ibadah karena Allah dan manusia maka amalannya itu aka dicabut, seperti dikatakan dalam Hadits Qudsi berikut :

"Akulah yang paling tidak butuh persekutuan, Barang siapa melakukan amalan, sedang di dalamnya dia meyekutukan-Ku dengan selain ku, maka Aku tinggalkan dia bersama persekutuannya  HR. Muslim ).

Orang yang memulai suatu amalan karenaAllah, kemudian terjangkiti riya', bila dia menyikapinya dengan kebencian dan berupaya memeranginya, maka amalannya menjadi benar. Sebaliknya jika dia justru merasa senang, maka mayoritas ulama menetapkan bahwa amalannya akan sia-sia belaka.

3. Meramal dengan Suatu Keburukan

       Allah Berfirman :
"Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, ' Ini karena (usaha) kami'. Dan jika ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang2 yang bersamanya" (QS Al-A'raaf : 131)

Hal2 lain yang dikatagorikan dalam keyakinan haam lagi menghambat kesempurnaan tauhid, adalah berpantang kepada beberapa hari dan bulan tertentu. Misalnya tidak mau menyelenggarakan pernikahan pada bulan Shafar,terpantang kepada hal2 tertentu, menatruh anggapan bahwa hari Rabu pada akhir setiap bulan merupakan hari nahas, angka 13 dll.

Dari Imran vin Hushain, Hadits marfu' :
"Bukan termasuk golongan kami orang yang meramal suatu keburukan dan minta diramal, orang yang melakukan perdukunan dan yang  minta perdukunan, atau orang yang mengaamalkan sihir atau minta bantuan sihir  

 ( HR Ath-Thabrani ).
Siapa yang terjerat di dalam perbuatan ini maka kafaratnya adalah seperti terkandung di dalam Hadits Abdullah bin 'Amru, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang terseret amalan dengan suatu keburukan karena suatu keperluan, maka dia telah syirik'. Mereka bertanya, 'Apa Kafaratnya ' ? Beliau menjawab : " Seseorang diantara mereka hendaknya mengucapkan., 'Waai Allah. Tiada kebaikan selain kebaikan-Mu, tiada ramalan dengan hal yang buruk kecuali ramalan-Mu, dan tiada Ilah selain-Mu  ( HR. Abu Daud ).

4. Bersumpah dengan Selain Allah
      Allah mempunyai hak untuk bersumpah dengan makhluk2-Nya menurut yang Dia kehendaki. Namun sebaliknya para makhluk tidak diperkenankan bersumpah dengan selain Allah. Bersumpah adalah jenis pengagungan yang hanya pantas untuk Allah.

"Ingatlah, bahwa Allah melarang kalian bersumpah dengan bapak2 kalian. Barangsiapa yang hendak bersumpah, hendaklah bersumpah dengan Allah atau justru diam".  ( HR. Al-Bukhari ).

Hadits Marfu' dari Ibnu 'Umar :
"Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah berarti telah syirik ". ( HR. Ahmad )
"Barangsiapa bersumpah dengan suatu amanah, maka dia bukan termasuk golongan kami". (HR. Abu Daud ).

Barangsiapa terjerat dalam perbuatan ini, maka kafaratnya adalah mengucapkan Laa ilaha illallah sebagaimana tertera dalam hadits Shah8ih berikut :

"Barang siapa bersumpah, kemudian mengatakan dalam sumpahnya tersebut, '  Demi Latta dan Uzza', maka hendaklah mengucapkan Laa ilaha illallah".  ( HR. Al-Bukhari ).

5. Tidak Thumakninah dalam Shalat
      Mencuri shalat merupakan salah satu dosa mencuri yang terhitung paling besar. Rasulullah SAW bersabda ;
"Sejelek-jelek orang yang mencuri adalah mencuri dari shalatnya".  Mereka bertanya : "Rasulullah, bagaimana dia mencuri dari shalanya (sendiri) ?". Beliau menjawab, "Karena dia tidak menyempurnakan ruku dan sujud shalatnya".

Tidak thumakninah, tidak beresnya posisi punggung ketika rukuk dan sujud, tidak meluruskannya setelah bangkit dari rukuk dan meluruskannya ketika duduk di antara dua sujud, sangat umum dan terlihat acapkali dilakukan orang2 yang sedang mendirikan shalat. Padahal Thumakninah adalah rukun, sehingga shalat tanpa thumakninah tidak sah.Rasulullah SAW bersabda :

"Shalat seseorang tidak mendapat balasan sehingga dia meluruskan punggungnya ketika rukuk dan sujud".

6. Main-main dan Banyak bergerak dalam salat
      Inilah penyakit yang hampir2 tidak erpisahkan dari sejumlah orang yang sedang shalat, karena mereka tidak mentaati perintah Allah. "Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu dengan khusu')"  (Al-Baqarah : 238 ).

Mereka juga tidak mencerna firman Allah :
"Sesungguhnya beruntunglah orang2 yang beriman, (yaitu) orang2 yang khusu' dalam shalatnya". ( AlMukmin : 1-2 )

Ketika Nabi ditana ditanya tentang meratakan debu ketika sujud, Nabi menjawab :
"Janganlah engkau hapus, tatkala engkau sedang shalat. Namun jika terpaksa engkau bisa melakukannya hanya sekali meratakan kerikil  ( HR. Abu Daud ).

7. Makmum sengaja Mendahului Imam ketika Shalat

      Diantara tabiat manusia adalah tergesa-gesa. Firman-Nya :
"Dan manusia bersifat tergesa-gesa".  ( Al-Isra' : 11 ).
Nabi SAW bersabda : "Berhati-hati adalah dari Allah dan tergesa-gesa dari setan ( HR. Al-Baihaqi ).

Banyak orang melihat, tatkala dia sedang berada dalam jamaah, sejumlah orang yang shalat  di kanan kirinya, bahkan dirinya sendiri yang mendahului imam ketika rukuk, sujud dalam beberapa takbir perpindahan secara umum sampai salamnya. Perbuatan yang sekilas remeh  sebenarnya telah diancam dengan keras oleh Nabi, dengan sabdanya :

"Apakah orang yang mengangkat kealanya seblum imam, tidak merasa takut jika Allah mengganti kepalanya dengan kepala khimar ?" ( HR. Muslim ).

Lebih lanjut, dianjurkan bagi imam untuk mempraktekan sunnah bertakbir dalam shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits AbuHrairah ra, dia berkata : " Bila Rasulullah hendak berdiri untuk shalat, beliau bertakbir manakala berdiri, kemudian bertakbir manakala rukuk, kemudian bertakbir tatkala menunduk, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, kemudian Beliau lakukan yang demikian itu dalam setiap shalat hingga menyelesaikan shalatnya. Dan beliau bertakbir ketika berdiri dan dua (rakaat) setelah duduk (tahyatul awal)".   ( HR. Al-Bukhari ).

8. Mendatangi Masjid Setelah Makan Bawang Putih, Bawang Merah atau Makanan yang Menimbulkan           Bau Tak Sedap.

Firman Allah :
"Hai anak Adam, pakailah pakaian yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alla tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan".  (QS Al-A'raf : 31 ).

Dari Jabir, dia berkata : " Rasulullah SAW bersabda" :
Barang siapa makan bawang putih atau bawang merah  hendaknya menyingkir dari kami, atau berkata, " agar menyingkir dari masjid kami dan duduk di rumahnya".  (HR. Al-Bukhari )

Dalam sebuah riwayat Muslim disebutkan :
"Barang siapa makan bawang putih, bawang merah dan bawang bakung, maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami. sesungguhnya para malaikat merasa ersiksa ebagaimana anak Adam tersiksa karenanya". (HR. Muslim  )

 Yang juga termasuk dalam pembahasan ini adalah orang2 yang langsung masuk masjid setelah menyelesaikan pekerjaannya, sementara bebauan yang mengganggu menyembul dari lipatan ketiaknya atau kaus kakinya. 
 Dan yang lebih parah lagi adalah orang2 yang menghisap rokok yang diharamkan itu, kemudian masuk masjid hanya akan menyiksa para hamba Allah, malakat dan orang2 yang shalat. 

 To Be Continued  .............. Z I N A 

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

 *** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar